Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Gayatri Wafat

Written By wartini cantika on Jumat, 24 Oktober 2014 | 16.25

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - "Innalilliahi wa inna ilaihi rajiun". Indonesia kehilangan remaja brilian asal Ambon. Gayatri Wailissa (16), penguasa 16 bahasa asing dan bahasa daerah di Indonesia, Kamis (23/10/2014) pukul 20.25 WITA, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

Almunus SMA Unggulan Siwalima, Ambon, tahun 2014 ini, meninggal dunia setelah sore harinya, jatuh dan pingsan saat berolah raga di kawasan Taman Senopati, Jakarta.

Kabar ini beredar di kaskus dan sudah dikonfirmasikan mantan Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayor Jenderal Eko Wiratmoko, tadi malam.

Eko kini menjabat Pangdam Brawijaya. Dialah yang menemukan sosok Gayatri, tahun 2012 lalu.

Gayatri dijuluki anak ajaib karena dalam usia yang sangat belia, dia sudah menguasai 14 bahasa asing. Saat berusia 16 tahun dan duduk di kelas 2 SMA, Gayatri telah menguasai berbagai macam bahasa, antara lain bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India, Rusia dan bahasa Tagalog. Gayatri memang diketahui memiliki kemampuan menakjubkan di bidang linguistik.

Gayatri adalah anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty.

Setamat SMA, Gayatri hemgkang ke Jakarta, dan menjadi duta Kodam Pattimura dan Brawijaya.
Gayatri juga pernah menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia kelilimng dunia.

Gayatri bisa menguasai 14 bahasa asing itu tanpa mengikuti kursus. Karena keterbatasan ekonomi keluarga, Gayatri belajar bahasa asing dari menonton film asing dan mendengarkan lagu-lagu asing.

Dia memiliki ingatan kuat dan termasuk penghafal Alquran.

Gayatri, kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN.


16.25 | 0 komentar | Read More

Titiek Soeharto Senang Prabowo dan Jokowi Kian Harmonis

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Hubungan antara kubu Joko Widodo dengan Prabowo Subianto yang sebelumnya bersaing dalam Pemilihan Presiden 2014 belakangan semakin mencair.

Setelah diawali kunjungan Jokowi ke kediaman keluarga Prabowo sebelum pelantikan, mantan Danjen Kopassus itu juga berkunjung ke Istana Wakil Presiden untuk bertemu Jusuf Kalla, Selasa (21/10/2014) kemarin.

Mantan istri Prabowo Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, mengaku senang dengan hubungan baik keduanya. Saat awak media bertanya soal komunikasi antara putri mantan presiden Soeharto dengan Ketua Umum partai Gerindra itu, Titiek menjawab Prabowo tak pernah curhat.

"Nggak lah sebenarnya nggak usah dipengaruhi, (keinginan) beliau sendiri. Karena sikapnya ksatria dan negarawan beliau harus datang," kata Titiek yang ditemui dalam acara serah terima jabatan Komandan Jenderal Pasukan Khusus (Kopassus) di markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2014).

Menurutnya, sebagai seorang prajurit, Prabowo berjiwa besar dan ingin tetap bersilaturahmi.

"Kita sudah selesai Pemilunya, sudah ditentukan presidennya. Jadi sudah dilantik, sebagai warga negara yang baik kita mendukung jadi satu semuanya. Supaya roda pemerintahan ini bisa jalan dengan baik," katanya.

"Sebagai prajurit beliau berjiwa besar, beliau hadir ke pelantikan dan juga bersilaturahmi kepada yang dulu jadi lawan-lawannya waktu kampanye," tambahnya.


16.25 | 0 komentar | Read More

Oknum Anggota DPRK Subulussalam Tersangka

* Gunakan Ijazah Palsu Saat Caleg

SINGKIL - Polres Aceh Singkil menetapkan Jum, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, sebagai tesangka. Politisi Partai Hanura itu berurusan dengan penegak hukum lantaran diduga menggunakan ijazah paket C (setara SMA) palsu sebagai syarat untuk menjadi wakil rakyat pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

Polisi juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Nan dan Toi, masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris PKBM Belegen Sejahtera yang diduga sebagai pembuat ijazah palsu untuk Jum. "Sementara ini kami sudah tetapkan tiga tersangka. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru dari oknum pejabat Dinas Pendidikan," kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir, menjawab Serambi, Kamis (23/10).

Tiga pria tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan bukti kuat. Salah satunya berdasarkan dokumen dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) di Jakarta bahwa Jum tidak pernah mengikuti ujian paket C. Begitu juga berdasarkan rekap nilai ujian paket C dari Dinas Pendidikan Aceh bahwa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus.

Menurut Yasir, pihaknya telah mendalami perkara itu cukup lama. Namun, oknum anggota DPRK itu baru diperiksa kemarin, setelah keluar izin Gubernur Aceh Nomor 187/35759 perihal persetujuan tertulis untuk penyidikan. "Begitu surat izin tersebut keluar kami langsung memeriksa tersangka anggota DPRK. Bila tersangka akan ditahan, kami harus mengajukan lagi izin tertulis kepada Gubernur Aceh," jelasnya.

Ijazah paket C yang dipalsukan itu edisi tahun 2007 semasa Subulussalam masih bergabung dengan Kabupaten Aceh Singkil. "Berdasarkan laporan masayarkat, kami lakukan penyelidikan, ternyata terdapat kejanggalan dalam pengumuman kelulusan ujian paket C 2007. Malah ketika dilakukan pemeriksaan dokumen pengumuman dari seharusnya ada 14 lembar, ternyata halaman 1 dan 2-nya hilang. Belakangan baru ditemukan dua lembar lagi, itu pun berbeda ketika kami bandingkan dengan milik tersangka, dokumen PKBM, dan Dinas Pendidikan Aceh," ujar Yasir.

Berangkat dari kecurigaan itu, polisi melakukan pemeriksaan ke Dinas Pendidikan Aceh. Sayangnya, dokumen pengumuman kelulusan ujian paket C tahun 2007 itu sudah dimusnahkan. Tapi untungnya, dokumen rekap nilai masih ada. "Ternyata dari dokumen itu Jum dinyatakan tidak lulus," tandas AKP Yasir.

Tidak puas dengan itu, penyidik Polres Aceh Singki mencari bukti tambahan ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) di Jakarta. Dari sanalah polisi mendapat bukti baru bahwa Jum tidak masuk dalam peserta ujian paket C tahun 2007. "Dari dua kali ujian paket C pada 2007 namanya tidak ada. Setelah dicek nomor ujiannya, yaitu nomor 12 ternyata bukan atas nama tersangka, melainkan nama orang lain," papar AKP Yasir.

Polisi kemudian membidik tersangka dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHPidana tentang pemalsuan dokumen. Ia juga dijerat dengan Pasal 266 karena menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (de)    

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |


16.25 | 0 komentar | Read More

Gayatri Jarang Pulang ke Ambon

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Almarhum Gayatri Wailissa (19), gadis Ambon yang fasih belasan bahasa asing dan dinyatakan meninggal dunia karena pendarahan otak terakhir kali kembali ke Ambon pada akhir September 2014 lalu. Menurut penuturan dari bude Gayatri yang ditemui di rumah duka RSPAD, Jumat (24/10/2014) siang semenjak enam bulan lebih tinggal di Jakarta, ponakannya itu jarang pulang ke Ambon.

"Dia jarang pulang ke Ambon, paling terakhir pulang itu ya sebelum tugas ke Rusia. Dia sempatin diri ke Ambon. Sekarang malah pulang selamanya," katanya.

Bude dari Gayatri ini juga menuturkan di Jakarta, selain mempersiapkan diri untuk kuliah, Gayatri juga sibuk mengisi berbagai acara bahkan hingga ke luar negeri.

Ia menambahkan, baru kemarin malam ia menjenguk Gayatri lalu pagi tadi, keponakan kesayangannya itu dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak ada yang sangka ponakan saya ini pergi terlalu cepat,"ujarnya


16.25 | 0 komentar | Read More

Gayatri Harumkan Indonesia

SERAMBINEWS.COM, AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaf mengungkapkan bahwa Gayatri Wailissa tidak hanya menjadi sosok yang membanggakan masyarakat Maluku tetapi juga nama bangsa Indonesia di dunia internasional.

"Gayatri tidak hanya menjadi kebanggaan Maluku tapi juga Indonesia karena dia telah mengharumkan nama bangsa di dunia internasional," ungkap Said seusai peletakan batu pertama Gedung Katolik Center di kawasan Benteng, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Jumat (24/10/2014).

Menurut dia, segudang prestasi dan penampilan Gayatri di sejumlah forum-forum internasional selama ini sungguh membanggakan bangsa indonesia, termasuk ketika Gayatri sempat didaulat sebagai Duta Asean untuk anak.

"Dia selalu tampil di forum-forum internasional dan yang paling membanggakan dia pernah mewakili Indonesia sebagai Duta ASEAN," tegasnya.

Said mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar meninggalnya Gayatri setelah menerima informasi langsung dari Jakarta.

"Saya dapat informasi dari Jakarta, Gayatri telah meninggal dunia. Kabar ini tentunya sangat membawa duka bagi kita di Maluku," ujarnya.

"Semoga dia (almarhumah) diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan oleh Tuhan," tambahnya kemudian.

Sebelumnya diberitakan, Gayatri meninggal dunia di ruang ICU rumah sait Abdi Waluyo, Kamis (23/10/2014) sekira pukul 19.15 WIB, setelah sempat dirawat selama empat hari di rumah sakit tersebut.

Rencananya, jenazah Gayatri akan diterbangkan ke Ambon, Jumat malam nanti dan setibanya, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Kodam XVI Pattimura sebelum akhirnya dimakamkan


16.25 | 0 komentar | Read More

Toko Dibobol Pria Bersebo, 45 unit Laptop Lewong

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Toko PC Shop di Jalan Darussalam Kota Lhokseumawe dibobol pria bersebo, Jumat (24/10/2014) dini hari, sehingga 45 unit laptop, 8 tablet, satu proyektor,  enam unit layar monitor, serta uang Rp 4 juta hilang. Kerugian ditaksir capai Rp 260 juta.

Yulia, pemilik toko, menjelaskan, kalau kondisi toko pada malam hari memang kosong. Namun sesuai saksi mata, pelaku yang tidak diketahui jumlahnya menggunakan mobil jenis Avanza hitam. Pelaku mulai beraksi sekitar pukul 04.00 WIB, yakni dengan merusak pintu besi toko. Lalu, sesuai yang terekam di CCTV toko, satu pelaku dengan perawakan tinggi besar dan menggunakan sebo, awalnya merusak satu kamera CCTV di sebelah kiri toko, lalu mengarahkan ke atas dua kamera CCTV lainnya yang ada di sebelah kanan dan bagian belakang toko.

"Setelah itu, saya perkirakan baru pelaku mulai menguras barang kami, termasuk merusak laci hingga uang ikut hilang," ujarnya.

Dia pun mengaku kalau perkara ini telah dilaporkan ke polisi dan dia pun menduga kalau pelaku sudah tahu kondisi tokonya, sehubungan tahu dimana saja letak kamera  CCTV.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

SLB Kini Hadir di Pijay

Written By wartini cantika on Selasa, 21 Oktober 2014 | 16.24

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sekolah berkebutuhan khusus bagi anak cacat kini hadir di Pidie Jaya. Kendati masih serba kekurangan baik fasilitas, tenaga pengajar serta beberapa sarana utama yang diperlukan anak didik lainnya, namun pihak sekolah atau pengelola tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan lembaga pendidikan dimaksud.

Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) yang berlokasi di Gampong Pohroh Kecamatan Meureudu, aktif mulai September 2014 lalu. Sekolah ini baru memiliki 48 orang anak didik, yang meliputi lima keterbatasan.

Kepala SLBN Pijay, Zubir SPd, kepada Serambinews.com mengatakan, lembaga pendidikan dasar yang dipimpinnya menempati bangunan sendiri berkontruksi permanen dan berlantai dua yang baru saja rampung. Letaknya yang berjauhan dengan ibukota kabupaten atau sekitar enam kilometer dari jalan raya, tidak menjadi kendala. Untuk antar dan jemput Pemkab Pijay menyediakan fasilitas dua unit bus khusus anak sekolah. (*)


16.24 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger