Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sekda Agara Dituding tak Dukung SI

Written By wartini cantika on Rabu, 20 Agustus 2014 | 16.25

* Pakaian Paskibra Rok Pendek

KUTACANE - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara (Agara) dituding tidak mendukung pelaksanaan Syariat Islam (SI) di Bumi Sepakat Segenap itu. Bagaimana tidak, pakaian pasukan pengibar bendera (Paskira) bersama paduan suara 17 Agustus 2014, bukan hanya tidak memakai jilbab, tetapi juga rok pendek.

Demikian dikatakan sejumlah elemen masyarakat Agara yang dimintai tanggapannya atas pelaksanaan upacara HUT-RI ke-69 di Lapangan Stadion Haji Syahadat Kutacane, Kecamatan Babussalam pada Minggu (17/8). Salah satunya, anggota DPR-RI 2014-2019 terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga warga Agara, Muslim Ayub SH MM, kemarin.

Muslim langsung menuding Sekda Agara, Drs Gani Suhud MAP tidak memiliki komitmen untuk mendukung penerapan Syariat Islam. Padahal, sebutnya, Bupati Agara, Hasanuddin B telah menunjukan keseriusannya untuk menegakkan Syariat Islam dengan menganggarkan dana Rp 600 juta untuk tim pemberantas maksiat.

"Sekda Agara telah mempermalukan Bupati Agara, karena membiarkan tim Paskibra wanita tanpa jilbab," ujar Muslim yang juga masih aktif sebagai anggota DPRA. Dia menegaskan, tindakan membiarkan para paskibra wanita tanpa jilbab jelas-jelas melanggar Qanun Syariat Islam.

Dia menjelaskan, tim paskibra kabupaten/kota lain, seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, dan lainnya, bahkan di Sumatera Utara, paskibra wanita tetap berjilbab. "Jadi, kenapa tanpa jilbab di Agara, termasuk tim paduan suara yang sama-sama hanya memakai topi dan rok pendek,"? tanyanya. Dia menilai, sepertinya Syariat Islam tidak berlaku di Bumi Alas, padahal juga masuk Provinsi Aceh.

Muslim juga menyalahkan sejumlah pejabat terkait lainnya dalam menegakkan Syariat Islam yang hanya diam dan membiarkan perbuatan maksiat di depan mata. "Mereka ini juga bersalah, karena tidak peduli terhadap perbuatan maksiat,' ujarnya.

Muslim Ayub meminta Bupati Agara untuk mengusulkan Sekda Agara kepada Gubernur Aceh untuk diganti. Dia  beralasan, Sekda Agara telah menodai Syariat Islam di Aceh dan memalukan kepala daerah, sehingga sudah sepantasnya diganti dengan orang yang lebih peduli terhadap Syariat Islam.

Sementara, Nurul, salah seorang ibu rumah tangga di Kutacane mengaku prihatin terhadap lemahnya penerapan Syariat Islam di Agara, seperti tim paskibra wanita yang juga ada Muslimah. Tapi, sebutnya, rambutnya dipotong seperti anak laki-laki dan tidak pakai jilbab, sehingga telah mempertontonkan auratnya di depan umum.

Seperti dilansir sebelumnya, Ketua KNPI Agara, M Ikbal Selian memprotes penampilan pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) wanita muslimah tanpa jilbab di Lapangan Stadion Haji Syahadat Kutacane, Kecamatan Babussalam, Minggu (17/8). Para paskibra ini hanya memakai topi dan rok pendek sehingga hal ini melanggar Qanun Syariat Islam dan berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di Aceh yang memberlakukan Syariat Islam. Hal sama disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Agara, Drs Hamidin.

Menanggapi hal ini, Kabag Ortala Setdakab, Jamaluddin mengatakan pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada Sekda dan ia mengatakan tahun depan akan dianggarkan pakaian muslimah untuk paskibra wanita di Agara. Pada kesempatan itu, Inspektur upacara Bupati Agara, Ir H Hasanuddin B MM.(as)


16.25 | 0 komentar | Read More

Jaksa Kembalikan Berkas Jamaah Umrah Tertipu

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menyatakan berkas kasus dugaan penipuan jamaah umrah yang diajukan Polres Lhokseumawe ke pihaknya dengan tersangka Qudari belum lengkap atau P19. Sehingga, berkas tersebut, Senin (18/8) dikembalikan lagi ke polisi untuk dilengkapi.

"Persoalan dalam bekas tersebut, tersangkanya hanya satu orang, tapi dibuat dalam tiga berkas. Jadi, kita arahkan agar berkasnya disatukan saja, agar lebih mudah saat sidang nanti," jelas Kajari Lhokseumawe, Mukhlis didampingi Kasi Pidum Edwardo kepada Serambi, Selasa (19/8).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto, melalui Kasat Reskrim AKP Decky Hendra Wijaya, mengatakan, pihaknya sudah merampungkan kembali berkas sesuai petunjuk jaksa. "Paling lambat besok (hari ini-red) berkasnya akan kita ajukan kembali kepada jaksa," ungkap  AKP Decky.   

Seperti diberitakan sebelumnya, Qudari, wanita asal Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe sejak Selasa (24/6) malam sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Dia selaku perwakilan Travel Dhumma Alfaraby asal Banda Aceh di Lhokseumawe ditahan atas dugaan sudah menipu 51 calon jamaah umrah asal Lhokseumawe dan Aceh Utara.(bah)


16.25 | 0 komentar | Read More

TNI Bongkar Jembatan Bailey, Warga Terisolir

CALANG - Warga dari Kemukiman Pante Purba (Kecamatan Sampoiniet) dan Kemukiman Lamteungoh (Kecamatan Darul Hikmah), Aceh Jaya, kini terisolir akibat dibongkarnya jembatan rangka baja (bailey) oleh pihak TNI AD di wilayah itu. Warga pun terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi Krueng Ligan, karena pembongkaran jembatan itu tidak menunggu adanya jembatan pengganti.

"Nasib warga dari 16 desa itu sangat memprihatinkan, mereka terpaksa menggunakan rakit yang tidak menjamin keselamatan warga, dengan daya angkut yang terbatas dan sangat bergantung pada kondisi sungai," kata Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya, Saudi, kemarin.

Ia mengungkapkan, para siswa yang bersekolah di pusat kecamatan terpaksa meliburkan diri jika arus sungai sedang kencang, yang bisa membahayakan jiwa mereka. Sementara, jalan lain untuk mengakses pusat kecamatan harus ditempuh sejauh 30 Km dengan kondisi jalan rusak.

Menurutnya, solusi jangka panjangnya yaitu membangun jembatan permanen. Namun ia berharap Pemkab setempat juga memikirkan solusi jangka pendeknya.

Anggota DPRK dari Kecamatan Sampoiniet ini menambahkan, tahun 2013 pemerintah pernah memangun kepala jembatan (abudment) dengan anggaran Rp 2,4 miliar. Namun program itu tidak berlanjut di tahun 2014. Sehingga abudment itu sia-sia, bahkan mulai digerus air sungai.

Selain jembatan bailey di Darul Hikmah, TNI selaku pemilik jembatan tersebut juga akan membongkar jembatan lainnya di kawasan Lamno. Namun pembongkaran jembatan itu ditunda karena ada pengajuan perpanjangan pemakaian secara bertahap, yang dilakukan Danrem setempat kepada Pangdam IM, sambil menunggu dibangun jembatan lain oleh Pemkab Aceh Jaya.

Komandan Kodim (Dandim) 0114/Aceh Jaya, Letkol Inf Deki Zulkarnaen yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (19/8) mengatakan, jembatan bailey itu hanya digunakan untuk kondisi darurat. Sementara, saat ini daerah tersebut tidak lagi dalam kondisi darurat pascatsunami tahun 2004 lalu. Sehingga rangka jembatan itu harus dibongkar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Jaya, dan selanjutnya Koramil dan warga bersama-sama membuat rakit penyeberangan," katanya.

Ia menambahkan, jembatan bailey yang sudah dibongkar itu akan dibawa kembali ke Jakarta. "Karena penggunaan jembatan itu untuk kondisi darurat," jelasnya.(riz)


16.25 | 0 komentar | Read More

Tim Terpadu Pidie Jaring 23 Ekor Kambing

* Berkeliaran Dalam Pasar

SIGLI - Tim terpadu yang dikomandani Kepala Satpol PP/WH Pidie, Sabaruddin Hasan SH, Selasa kemarin menggelar operasi penertiban ternak berkeliaran. Dalam operasi di lima lokasi itu tim menangkap 23 ekor kambing.

Tim terpadu dengan kekuatan 16 personel itu terdiri dari personel Satpol PP, Distannak, TNI/Polri serta anggota Den POM. Sedangkan lima lokasi penertiban ternak itu yaitu, ruas jalan Pante Tengah, Blang Paseh, Bambi, Tijue dan Jalan Lingkar Keuniree. 

Pantauan Serambi saat penangkapan di Jalan Lingkar Keuniree personel tim nyaris terluka karena diseruduk sapi. Aksi kejar-mengejar sapi itu menjadi tontonan warga. Tapi, ke tiga ekor sapi berhasil kabur ke arah Gampong Cot Teungoh.

Kasatpol PP/WH Pidie, Sabaruddin Hasan mengakui personel hampir diseruduk sapi. "Sangat berisiko personel di lapangan penangkapan dengan cara menjerat seperti ini," ujar Sabaruddin. Dia menyarankan agar ke depan bisa dipakai tembak pakai suntik bius. "Tembak bius tidak berisiko bagi petugas penangkapan. Dalam hitungan menit saat diangkut ke mobil ternak ini sudah sadar," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Distannak Pidie, drh Anwar Syarief mengaku cara penangkapan alami sudah sesuai prosedur tetap (protap). Jika pakai tembak bius belum dapat dilaksanakan sekarang.

"Jika memakai tembak bius perlu mempersiapkan dana lagi. Masukan ini akan menjadi catatan guna kita koordinasikan ke depan," katanya.(aya)

Di sisi lain, Kabid Keswan Distannak Pidie, Anwar Syarief menyebutkan denda dikenakan untuk penangkapan ternak besar (sapi dan kerbau) sebesar Rp 50.000. Sedangkan untuk ternak kecil misalnya kambing Rp 15.000/ekor. "Biaya itu baru untuk denda penangkapan, sedangkan jika ternak sudah dibawa ke tempat penampungan maka biaya lebih lagi,"katanya.

Dikatakan, penetapan biaya itu berdasarkan SK Bupati Pidie No 285 tahun 2014 tentang penetapan besaran biaya penangkapan pengangkutan pemeliharaan dan perawatan terhadap pemilik ternak yang mengambil ternak hasil operasi tim penertiban.(aya)


16.25 | 0 komentar | Read More

Serambi FC Tundukkan BTN

BANDA ACEH - Tim Futsal Serambi Indonesia FC sukses menundukkan skuad Bank BTN Cabang Banda Aceh dengan skor telak, 12-5. Kedua tim bertarung habis-habisan dalam pertandingan persahabatan di lapangan Fair Play Seutui, Banda Aceh, Senin (18/8) malam.

Tampil dalam duel malam itu, Serambi FC mengandalkan Firdaus, Kurniadi, Khairizal, Fandi, Adi, Samsul Rizal, Dana, Rahmadsyah, Candra, Arbidin, dan Faiz. Sedangkan kubu Bank BTN menurunkan Faisal, Zaman, Agus, Remon, Saddam, Ikram, Afif, Budi, Iqbal, dan Tedy. Persaingan ketat terus mewarnai laga kedua tim yang berambisi meraih kemenangan. Kubu Serambi FC dan BTN langsung saling melepaskan tembakan ke gawang lawannya demi membuka keunggulan.

Bahkan Bank BTN lebih dulu unggul, 1-0, lewat gol yang diciptakan Faisal. Tertinggal 1 gol membuat para pemain Serambi FC meningkatkan tempo permainan. Terbukti enam gol berhasil disarangkan oleh punggawa Serambi yang masing masing diciptakan Khairizal 2 Gol, dan Firdaus, Dana, Fandi serta Candra masing-masing mencetak 1 gol. BTN yang dimanejeri Hadianto merotasi pemainnya guna mengejar ketinggalan. Awak BTN memperkecil ketinggalannya melalui gol Sigit yang mengubah kedudukan, 2-6.

Serambi FC yang di manejeri Hari Teguh Patria tampil lebih dominan di babak kedua. Kurniadi dan Firdaus kembali memperlebar jarak menjadi, 8-2, untuk keunngulan Serambi. Tapi BTN mampu membalas lewat gol Arol yang mengubah kedudukan, 8-3. Serangan Serambi sukses menambah keunggulan, 11-3, lewat gol Samsul Rizal, Rahmatsyah, dan Adi. Awak BTN mengejar lewat 2 gol yang dicetak Agus, dan Faisal hingga marka berubah 5-11. Kubu Serambi belum puas dan menambah gol lewat tendangan spektakuler Kurniadi ke gawang BTN untuk mengubah marka menjadi, 12-5.(adi)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |


16.25 | 0 komentar | Read More

Modal Bertahan

* PSBL Langsa 1 vs 0 PS Bintang Jaya

BANDA ACEH- Tuan rumah PSBL Langsa sukses mempertahankan keunggulan 1-0 atas PS Bintang Jaya Asahan, Sumatera Utara, saat melakoni pertandingan ulangan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, kemarin petang. Gol tunggal tim berjuluk Elang Biru--julukan PSBL--dalam duel sebelumnya di Stadion Langsa, Rabu (4/6) petang, dicetak oleh Ridwansyah di injury-time babak pertama.

Keberhasilan mengamankan tiga poin ini sangat penting bagi Langsa dalam menatap pertandingan terakhir di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2014. Karena PSBL tetap duduk di posisi keempat dengan koleksi 16 poin dari 13 pertandingan. Sedangkan PS Bintang Jaya harus puas berada di peringkat kelima, meski mengoleksi poin sama, tapi kalah secara agregat gol.

Hasil dari pertandingan ini menjadi modal paling penting bagi PSBL untuk bertahan di kompetisi kasta kedua nasional musim depan. Karena di pertandingan terakhir yang digelar di Lampinueng, Sabtu (23/8) petang, Rafsanjani dkk akan menghadapi PS Kwarta Medan, Sumatera Utara. Bissa Donald dkk hanya butuh hari seri untuk memastikan diri bertahan di Divisi Utama musim depan.

Perjuangan dalam laga penting tersebut, Rizaldi, Rafsanjani, Kiki Harisandi, Fakhrurazzi, Samsul Bahri, dan Ridwansyah, mendapatkan dukungan langsung dari tokoh sepakbola Aceh, H Zainuddin Hamid, Ketua Asprov PSSI Aceh, Adly Tjalok, Sekum Khaidir TM, Sekum PSBL Langsa, Hasan Basri, manajer Said Mahdum, dan Zainuddin alias Ayah Din.

Sedangkan dalam duel kemarin, kedua tim sama-sama punya peluang yang membahayakan lawannya. Langsa membuka peluang pertama lewat Bissa Donald yang mengancam gawang Bintang Jaya. Striker asal Pantai Gading yang berada di muka gawang berusaha mencetak gol, tapi tendangannya membentur kaki pemain belakang Bintang Jaya hingga peluang tersebut terbuang.

Bintang Jaya membalas lewat tendangan keras Luis Irsandi dari luar kotak penalti yang mengarah ke gawang. Kiper Fajar Liansyah menghadang tendangan keras tersebut, dan bola rebound yang disambar Moussa Keita dimentahkan pemuda mantan pemain Persiraja tersebut. Langsa kembali mendapat peluang lewat tendangan bebas setelah anak asuh Abdul Rahman Gurning menjatuhkan Ridwansyah dekat garia kotak terlarang. Tapi eksekusi yang diambil Rizaldi mengarah ke atas gawang.

Saling mengancam gawang lawannya terus terjadi dalam laga berdurasi 33 menit tersebut. Bintang Jaya kembali punya peluang lewat kerjasama Mousa Keita, Edy Syahputra, dan diteruskan bola ke Zulkifli yang melepaskan tendangan ke sisi gawang. Kiper PSBL, Fajar Liansyah melakukan penyelamatan setelah tendangan bebas Affan Lubis yang membentur salah satu pemain mengarah ke gawangnya. Langsa kembali mengancam setelah Bissa Donald dijatuhkan dekat garis kotak terlarang. Bissa yang mengambil tendangan bebas tersebut mengarah tipis ke sudut kanan atas gawang. Kedua tim  tak mampu mencetak gol hingga Wasit Robiyanto dari Sumatera Barat mengakhiri laga.(adi) 


16.25 | 0 komentar | Read More

UIN Ar-Raniry Seleksi Mahasiswa Luar Negeri

Written By wartini cantika on Selasa, 19 Agustus 2014 | 16.24

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (19/8/2014) melakukan test masuk bagi calon mahasiswa baru dari luar negeri. Proses seleksi itu dilakukan di Kuala Lumpur Malaysia dan dihadiri langsung oleh beberapa orang panitia penerimaan mahasiswa baru.

Wakil Rektor Bidang akademik dangan pengembangan kelembagaan UIN Ar-Raniry yang juga Ketua panitia, Dr. H. Muhibbuthabry, MAg, dalam siaran persnya kepada Serambi kemarin mengatakan, jumlah calon mahasiswa baru luar negeri yang mengikuti testing sebanyak 254 orang dan 4 orang tidak dapat hadir karena tidak mungkin lagi terkejar waktu pelaksanaan ujian mengingat perjalanan dari Johor Baru ke Kuala Lumpur, dan mereka dianggap gagal untuk mengikuti ujian.

Mayoritas calon mahasiswa baru luar negeri ini yang terdiri dari berbagai Negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Thailand dan Malaysia lebih memilih Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syariah dan Fakultas Dakwah dari pada fakultas kependidikan ataupun fakultas lainnya di lingkungan UIN Ar-Raniry.

Ujian pelaksanaan testing mahasiswa baru ini hanya dilksanakan satu hari penuh yang dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 12.30 waktu Malaysia. Materi tes yang diujikan kepada para calon mahasiswa antara lain, Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Muhibbuthabry hadir di Kuala Lumpur bersama Wakil Sekretaris Panitia, Dr. Saifullah Isri, MA dan Dr. Muhammad Nasir, M. Hum selaku ketua bidang naskah soal dan penanganan mahasiswa luar negeri.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA mengatakan, setiap tahunnya peminat calon mahasiswa baru yang akan masuk ke UIN Ar-Raniry Aceh terus bertambah secara signifikan. Bahkan tidak hanya dari test awal namun juga yang transfer (sambung) dari marshah-marshah (setara D-III) di Malaysia melanjutkan strata satu (S-1) ke UIN Ar-Raniry. Begitu juga untuk program magister dan program Doktor.

"Kita sangat mengapresiasi atas bakat dan potensi yang dimiliki oleh calon-calon mahasiswa luar negeri ini yang mayoritasnya rata-rata hifdzilul qur'an, tentu kita berharap dengan semakin banyaknya mahasiswa luar negeri yang akan masuk ke UIN, maka UIN Ar-Raniry akan terus berbenah diri untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas sesuai dengan visi dan misinya untuk go internasional, apalagi kita juga sudah membuka beberapa kelas Internasional.

Farid Wajdi berharap, dukungan pemerintah dan masyarakat Aceh secara khusus untuk sama-sama membangun UIN Ar-Raniry agar benar-benar menjadi universitas yang berstandar internasional, megah, dan berlandaskan Syariat sesuai dengan kultur di Bumi Serambi Mekkah ini.


16.24 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger