Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polisi Pencabul Murid SD Diduga Kelainan Jiwa

Written By wartini cantika on Kamis, 24 April 2014 | 16.25

BANDA ACEH - Psikolog Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh, Dra Endang Setianingsih MPd Psi menduga oknum Polda Aceh, Brigadir Mu yang dikabarkan mencabuli dua anak sekolah dasar (SD) di Banda Aceh, diduga mengalami kelainan jiwa (psikis) yang berpengaruh terhadap perilaku seks menyimpang, sehingga ia tega mencabuli dua murid SD baru-baru ini.

Kemarin, tersangka yang ditahan di Mapolresta Banda Aceh itu juga diperiksa psikolog dari Mapolda Aceh, namun belum diketahui hasilnya. Sedangkan Endang adalah psikolog BP3A yang sejak awal kasus ini terungkap intens mendampingi dua bocah itu.

Menurut Endang, mulanya ia menduga tersangka hanya mengalami kelainan seks berupa pedofilia atau kecenderungan suka beraktivitas seks dengan anak di bawah umur. Namun, berdasarkan keterangan saksi dari gampong tempat tersangka tinggal, Mu pun doyan memperlihatkan alat vitalnya kepada perempuan.

"Perilaku seperti ini diistilahkan ekshibisionisme. Penderita seks menyimpang seperti itu suka dan terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, dan lain sebagainya atas ulahnya yang memperlihatkan alat kelamin. Kelainan ini suatu gangguan kejiwaan," kata Endang menjawab Serambi, Rabu (23/4).

Namun, menurut Endang, dirinya belum tahu apakah tersangka mengalami kelainan ini karena dulu pernah menjadi korban seks menyimpang atau melihat adegan hubugan seks ketika masih kecil sehingga terangsang untuk berbuat hal-hal demikian.

"Karena itu, psikolog kepolisian harus bisa mengetahui penyebab kelainan kejiwaan yang berpengaruh terhadap perilaku seks menyimpang tersangka," ujar Endang seraya menambahkan bahwa hal itu perlu ditelusuri agar tersangka bisa dikembalikan ke kondisi normal, apalagi dia sudah beristri dan punya seorang anak.

Psikolog ini menambahkan, pihaknya kini juga sedang fokus mengembalikan kondisi psikis kedua korban agar normal atau tak lagi trauma. Menurutnya, sejak kemarin keduanya sudah mulai ceria dan bersekolah. Mereka diantar oleh Endang sebagai psikolognya.

Endang berharap pihak keluarga, maupun pihak sekolah harus terus memantau atau memberi perhatian lebih kepada keduanya.

"Jangan ditanya-ditanya lagi soal itu, termasuk media massa, jangan terlalu memberitakan kasus ini dengan vulgar," pinta Endang.  

Dihubungi sore, Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Sugeng Hadi Sutrisno mengatakan, tersangka Mu kemarin sudah resmi ditahan setelah sehari sebelumnya diringkus tak jauh dari Mapolresta Banda Aceh. "Sedangkan pemeriksaan lanjutan terhadap kejiwaan (psikis) tersangka, tadi sudah selesai dilakukan oleh psikolog dari Polda Aceh, tapi hasilnya belum diberitahukan ke kami. Hasil pemeriksaan itu nanti diberitahukan ke kami, apakah secara kejiwaan yang bersangkutan layak dipertahankan sebagai polisi, tapi harus disembuhkan atau tak layak dipertahankan," jawab Wakapolresta.

Menurutnya, di luar pertimbangan kejiwaan, apabila tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka nantinya terbukti, maka ia terancam dipecat dari dinas kepolisian.

Secara pidana, perbuatan tersangka melanggar Pasal 81 juncto 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman maksimalnya 15 tahun penjara. Kita tetap memproses yang bersangkutan layaknya memproses masyarakat sipil lainnya. Ya, sejauh ini baru dua korban melapor, jika ada korban lainnya kita persilakan melapor ke polisi," imbau Wakapolresta.

Sebagaimana diberitakan kemarin, meski saat diperiksa tersangka tak mengakui perbuatannya, tapi dari bukti dan unsur lainnya polisi menilai sudah cukup bukti.

Selain korban yang sudah dimintai keterangan dengan didampingi psikolog, sejumlah anak lain yang menjadi saksi serta orang tua korban pun telah diperiksa. Hasil visum, seorang korban didapati ada memar di bagian alat vitalnya. Sedangkan korban lainnya mengaku "diperintahkan" tersangka melakukan perbuatan yang tak wajar untuk anak seusianya. (sal)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kendati di Penjara, Caleg Hanura Raih Suara Terbanyak

Laporan: Parlaungan Lubis  | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, PANYABUNGAN – Kendati mendekam dalam penjara, seorang caleg dari Partai Hanura di Panyabungan (500 km Selatan Medan), Ir.Ali Makmur Nasutiona alias Jaganding menyabet suara terbanyak pada Pemilu 2014 di Mandailing Natal (Madina).

Berdasar rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina, Senin dini hari (22/4) lalu, suara Jaganding di Dapil I sebanyak 5.244 suara. Perolehan suara Jaganding ini mengejutkan, karena sejak Februari lalu hingga kini, Jaganding berada di penjara Sipapaga, Panyabungan.

Ia menjalani hukuman 2 tahun penjara, pasca putusan kasasi Mahkamah Agung dalam kasus dana Pilkada Madina tahun lalu. Ini artinya, para pemilih di Panyabungan, Panyabungan Timur dan Panyabungan Barat sangat banyak memilih pria yang mendekam di LP Sipapaga ini.

Berdasarkan rekapitulasi model DB-1 KPU Madina, kata Ketua KPU Madina, Agus Salam Nadution, Kamis (24/4), Jaganding memperoleh suara 2.975 di Panyabungan, 412 di Panyabungan Timur dan 1.857 di Panyabungan Barat. Totalnya  sebanyak 5.244, meraih satu kursi.

Ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution sempat bingung, Rabu (23/4) kemarin sudah menyurati KPU Sumut meminta petunjuk terkait penanganan terhadap suara yang diperoleh Ali Makmur Nasution ini.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

PDIP Raih Dua Kursi DPR RI Dapil Sumut 1

Laporan : PARLAUNGAN LUBIS  | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - PDI Perjuangan meraih 2 kursi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1 yang meliputi Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebing Tinggi.

Berdasarka rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan oleh KPU Sumut, Rabu (23/4) PDI Perjuangan meraih suara tebanyak 363.024 suara. Setelah 2 kursi diborong PDI Perjuangan, delapan kursi lainnya masing-masing diperoleh Nasdem (1 kursi), PKS (1 kursi), Golkar (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PAN (1 kursi), PPP (1kursi) dan Hanura (1 kursi).

Secara keseluruhan total suara partai politik dari daerah tersebut mencapai 1.907.552 suara sah untuk alokasi 10 kursi. Dengan demikian Bilangan Pembagi Pemilih yakni sebanyak 190.755 suara. Sementara perolehan kursi partai secara berturut-turut, Nasdem (103.039 suara), PKB (73.293 suara), PKS (206.242 suara), PDI Perjuangan (363.024 suara), Golkar (265.125 suara), Gerindra (207.398 suara), Demokrat (201.404 suara), PAN (146.803 suara), PPP (113.662 suara), Hanura (140.224 suara), PBB (42.961 suara), PKPI (44.237 suara).

Berdasarkan peringkat caleg atas perolehan suara pada masing-masing partai politik, sepuluh caleg  diprediksi menduduki kursi DPR RI adalah, .Prananda Surya Paloh (Nasdem), Tifatul Sembiring (PKS), Sofyan Tan (PDIP), Irmadi Lubis (PDIP), Meutya Hafid (Golkar)  Muhammad Syafii (Gerindra)  Ruhut Sitompul (Demokrat), Mulfachri Harahap (PAN), Hasrul Azwar (PPP), Nurdin Tampubolon (Hanura).(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

KPU Sumut Siap Laksanakan Pemilu Ulang di Nias Selatan

Laporan: Parlaungan Lubis | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara siap melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu RI untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS yang ada di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Ketua KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea, Kamis (24/4) mengatakan, mereka akan terlebih dahulu menunggu petunjuk dari KPU RI sebelum melaksanakan pemungutan suara ulang.

"Kami akan melihat dulu seperti apa petunjuk dari KPU RI itu, baru kami rapatkan disini untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.

Banurea menyebutkan, untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut mereka perlu berkoordinasi dengan KPU Nias Selatan. Sebab, pelaksanaan pemungutan suara ulang ini akan membutuhkan berbagai persiapan seperti logistik dan sebagainya. "Kami harus menunggu dulu seperti apa rekomendasi dari pimpinan kami," ujarnya.

Diketahui Bawaslu RI merekomendasikan digelarnya pemilu ulang pada 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Nias Selatan. Rekomendasi ini dikeluarkan karena banyaknya pelanggaran yang ditemukan selama pelaksanaan pemungutan suara di Nias Selatan tersebut.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

Menkeu Kaji Penghibahan Aset Arun

JAKARTA - Gubernur Aceh Zaini Abdullah minta Pemerintah Pusat menghibahkn aset PT Arun dan saham Inhutani IV kepada Pemerintah Aceh. Menteri Keuangan Chatib Bisri menyambut baik usulan tersebut dan mengatakan akan mempertimbangkannya dan melakukan kajian.

Permintaan hibah tersbut diutarakan gubernur saat bertemu khusus seusai menghadiri pembukaan rapat koordinasi Badan Layanan Umum di Kementerian Keuangn (Kemenkeu) Jakarta, Rabu (23/4). "Kita harapkan proses hibah aset Arun itu bisa selesai sebelum pemerintahan berganti," kata Gubenur Zaini.

Gubernur mengatakan usulan penghibahan aset sudah pernah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut. "Karena itu kita ingatkan lagi, segera diproses," kata Gubernur.

Inhutani IV menguasai 40 persen dalam PT Tusanhutani Lestari. Kelak apabila hibah tersebut disetujui, PT Kertas Kraft Aceh atau KKA akan dihidupkan kembali dan akan mampu menyerap teng kerja 10 ribu orang.

Dalam pertemuan terbatas tersebut, Gubernur yang didampingi Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar, kembali mengingatkan tentang rencana pembangunan rumah sakit regional yang berasal dari pinjaman lunak dari Jerman. Rumah sakit tersebut dibangun di Pidie, Bireuen, Takengon, Langsa  dan Meulaboh.

Gubernur Zaini Abdullah juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat termasuk LSM agar sama-sama memberi perhatian bagi kesejahteraan. Gubernur menyatakan siap berdialog dengan kalangan LSM. "Silakan kita bicara. Saya siap untuk itu," kata Gubernur saat dimintai tanggapan terhadap berbagai kritik yang dialamatkan kepada pihaknya.

Gubernur mengatakan terbuka bagi kritikan dan koreksi. Karena itu ia mengharapkan pandangan dari kalangan LSM bisa disampaikan secara langsung.

"Kita ingin semangat persatuan itu muncul lagi untuk tujuan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh," sebut Gubernur.(fik)


16.24 | 0 komentar | Read More

Meureudu dan Bandarbaru Juara Lomba Cipta Menu

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tim Penggerak PKK Kecamatan Meureudu dan Bandarbaru, Pijay, keduanya keluar sebagai juara pertama lomba memasak antar kecamatan.

Meureudu meraih juara pertama lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), sementara Bandarbaru juga juara pertama untuk lomba cipta menu serba ikan. Kedua kecamatan tersebut berhak mengikuti lomba cipta menu tingkat provinsi yang akan digelar tanggal 21-21 Mei 2014 mendatang di Banda Aceh.

Ketua TP-PKK Pijay, Hj Darnawati H Aiyub Abbas, dalam laporannya antara lain menyebutkan, bahwa lomba cipta menu sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Menu yang dilombakan berasal dari bahan sederhana, murah dan mudah didapat dan yang terpenting lagi bersumber lokal bukan bahan import.

Diharapkan melalui ajang tersebut, para penggerak PKK Tingkat kecamatan dan desa hendaknya mau mengusahakan bahan yang mudah didapat terutama dengan memanfaatkan lahan pekerangan untuk menanam beragam tanaman yang menguntungkan.***


16.24 | 0 komentar | Read More

Sopir Ikut Aksi Protes, Penumpang L-300 Terlantar

Written By wartini cantika on Rabu, 23 April 2014 | 16.25

Laporan : Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Puluhan sopir mobil penumpang jenis L-300 jurusan Bireuen-Banda Aceh dan Bireuen-Lhokseumawe, Langsa dan Medan, mogok di terminal bus Bireuen. Akibatnya, puluhan penumpang yang hendak berpergian ke sejumlah daerah tersebut terlantar.

Menurut informasi yang dihimpun Serambinews, aksi mogok tersebut sebagai protes sopir L-300 kepada sopir mobil labi-labi jurusan Bireuen-Peudada atau sebaliknya, yang selama ini dinilai arogan terhadap sopir L-300 yang melarang mereka mengangkut sewa jarak dekat yaitu dari Peudada ke Kota Bireuen.

"Kami memprotes karena ada beberapa sopir L-300 yang dijegad oleh beberapa sopir Labi-Labi di lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya kawasan Simpang Kaye Jatho Bireuen," kata Bani, sopir L-300.

Amatan Serambinews.com, puluhan L-300 parkir di terminal bus Bireuen. Bahkan beberapa L-300 yang melintas di jalan nasional kawasan Bireuen yang mengangkut penumpang, dipaksa masuk ke terminal dan diminta untuk menurunkan penumpang agar mereka sama-sama mogok di terminal tersebut.

Akibatnya puluhan penumpang terlantar, namun beberapa diantaranya terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan bus berbadan sedang.


16.25 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger