Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Luapkan Kekesalannya di Twitter, Dhani Sebut Pilot Garuda 'Kampret'

Written By wartini cantika on Jumat, 19 Desember 2014 | 16.24

SERAMBINEWS.COM - Ahmad Dhani meluapkan emosinya di akun Twitter lantaran tertinggal pesawat pada Rabu (17/12/2014). Dikarenakan kemacetan jalan tol akibat kecelakaan membuat dirinya ditinggal oleh sang pilot maskapai Garuda menuju kota Malang. Apalagi, jadwal keberangkatan Jakarta-Malang hanya sekali dalam sehari.

"Hari ini Pilot Garuda ke Malang kampret. Padahal ga ada penerbangan lagi, ga mau pengertian klo ada kecelakaan di TOL macet," kicau Dhani di akun twitter pribadinya, @AHMADDHANIPRAST, Rabu (17/12).

Seakan kicauannya ingin di dengar, suami dari Mulan Jameela ini mengulang kalimat yang sama dengan me-mention akun resmi Garuda Indonesia. "Hari ini Pilot @IndonesiaGaruda ke Malang kampret. Padahal ga ada penerbangan lagi. Ga mau pengertian klo ada kecelakaan di TOL macet…ADP," kesalnya.

Belum mendapatkan tanggapan, Dhani pun terus menyudutkan maskapai tersebut. Ia tak terima jika dirinya gagal manggung di Malang lantaran tertinggal pesawat. "Kalo @DE19WA gagal maen di Malang Malam ini. Berarti yang salah pilot @IndonesiaGaruda kampret," tulisnya lagi.

Menurut pengakuan Dhani, ia salah satu penumpang yang loyal dengan maskapai tersebut. Mantan istri Maia Estianty ini terus meluapkan uneg-unegnya.

"Udah tau penerbangan terakhir, udah tau ada truk guling, Masih jg g ada pengertian pilot @IndonesiaGaruda kampret utk penumpang setia bisnis," ungkapnya.

Berkat usaha gigihnya, upaya Dhani pun tak sia-sia. Maskapai tersebut langsung merespon dengan menggantikan penerbangan Dhani menuju Surabaya dan turun di bandara Juanda. "@AHMADDHANIPRAST (1/2) Kami mhn maaf ats ketidaknyamanannya. Saat ini penerbangan Mas Dhani sudah dialihkan ke Surabaya," kata akun ‏@IndonesiaGaruda.


16.24 | 0 komentar | Read More

Rampok Bank untuk Beli Tanah

Motif yang melatarbelakangi mengapa Barmawi cs nekat merampok Bank Rakyat Indonesia (BRI) Meukek, Aceh Selatan, pada 10 Mei 2014 lalu diungkap oleh jaksa dalam dakwaan kemarin.

Menurut Zainul Arifin SH, jaksa pada Kejari Tapaktuan, motif perampokan itu didasari pada keinginan Barmawi hendak membeli sebidang tanah untuk perluasan pesantren yang dikelolanya.

Keinginannya untuk memiliki tanah tersebut menggebu, tapi uangnya tak cukup. Lalu mereka merancang skenario untuk merampok bank.

Mereka sengaja mengincar bank pemerintah dengan pertimbangan tidak akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, sebab seluruh uang yang hilang otomatis segera diganti oleh pemerintah.

Tapi belakangan baru ketahuan bahwa kantungan (plastik kresek) warna cokelat yang berhasil mereka rampas dari laci bank tersebut hanya berisi slip bukti setoran.

Barmawi sendiri menilai dakwaan hingga tuntutan delapan tahun penjara itu terlalu mengada-ada, apalagi tak ada kerugian negara dalam perbuatan mereka. Tak ada uang negara yang berhasil dirampok, kecuali slip bukti setoran.

Barmawi juga menegaskan tak pernah tahu tentang rencana perampokan itu dan menyatakan dirinya tidak terlibat. "Saya tidak tahu apa-apa," ujar Barmawi menjawab Serambi ketika ia digiring dari ruang sidang menuju sel titipan PN Medan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Firman, Jaksa Zainul Arifin juga membeberkan bahwa kejahatan yang dilakukan para terdakwa berdampak sangat luas.

Secara khusus, beber jaksa, terdakwa sudah menciptakan trauma bagi individu korban dan masyarakat luas. Sikap mereka juga dinilai mengganggu kelancaran proses persidangan karena kerap tidak mengakui perbuatan dan memberikan keterangan berbelit-belit.

Terlebih lagi, kata Zainul, dua terdakwa merupakan anggota Polri. "Tindakan keduanya mencoreng citra aparat penegak hukum," ucap Zainul Arifin. (mad)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |


16.24 | 0 komentar | Read More

Barmawi Cs Dituntut 8 Tahun

* Dalam Kasus Perampokan BRI Meukek

MEDAN - Lima terdakwa perampokan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Meukek, Aceh Selatan, dituntut delapan tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Kamis (18/12). Salah satu terdakwanya adalah Barmawi alias Teuku Bar bin TM Saleh (44), pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujahadah yang juga didakwa terlibat pembunuhan Faisal, kader Partai Nasional Aceh (PNA) pada 2 Maret 2014.

Tuntutan yang dibacakan Jaksa Kejari Tapaktuan, Zainul Arifin SH terhadap para terdakwa kemarin di-split dalam dua berkas perkara, yakni perampokan BRI Meukek dan kepemilikan senjata api secara ilegal.

Untuk kasus perampokan BRI, jaksa menghadirkan lima terdakwa, masing-masing Barmawi (44), Husaini bin Ali Yusuf (32), Alhadi Juriawan (27), Ali Kasri bin Arsyad (34), dan Nasrullah bin Rahimuddin (35). Dua terdakwa terakhir juga dijerat dengan Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak secara ilegal.

"Atas segala dampak yang terjadi, para terdakwa dituntut delapan tahun penjara," kata Zainul Arifin. Zainul menambahkan, tuntutan yang mereka ajukan ini sudah sesuai dengan fakta persidangan dan barang bukti yang disita. Di antaranya senjata api laras panjang AK 101, amunisi, selongsong peluru, helm, ponsel hingga slip rekening yang mereka rampas dari BRI.

Perampokan ini terjadi pada 10 Mei 2014 dengan menggunakan senjata api AK 101. Nasrullah dinyatakan beberapa kali melepaskan tembakan ke udara.

Barmawi sendiri menilai dakwaan hingga tuntutan delapan tahun penjara itu terlalu mengada-ada. Ia menegaskan tak pernah tahu tentang rencana perampokan bank itu dan menyatakan dirinya tidak terlibat. "Saya tidak tahu apa-apa," ujar Barmawi ketika digiring dari ruang sidang menuju sel titipan PN Medan.

Meski begitu, tim penuntut tetap menilai dirinya memiliki peran penting dalam perkara ini. Bahkan JPU Kejari Tapaktuan juga mendakwanya terlibat pembunuhan kader PNA, Faisal (40), pada 2 Maret 2014. Pembacaan tuntutan untuk kasus ini dijadwalkan pada bulan depan.

Majelis hakim kemudian mempersilakan para terdakwa berkonsultasi dengan kuasa hukumnya untuk menyusun pembelaan (pleidoi). Disepakati, agenda pembelaan akan disampaikan pada 8 Januari 2015. (mad)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |


16.24 | 0 komentar | Read More

Pengamat Anggap Rencana Jokowi Bangun 10 juta Rumah Cuma Mimpi

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wacana pemerintahan Jokowi membangun 10 juta unit rumah sampai 2019 mendatang mendapat tanggapan miring. Bukan tanpa sebab, rencana besar itu dinilai harus mempunyai pondasi kuat sehingga tidak dianggap 'bermimpi'. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, Jumat (19/12/12014).

Menurut Ali, seharusnya konsep perumahan rakyat saat ini lebih maju dari sebelumnya dengan telah dipikirkannya pilar-pilar perumahan rakyat dan road map yang jelas.

"Saat ini tidak jelas road map perumahan nasional, karena kebijakan yang diambil tambal sulam. BTN yang ditunjuk sebagai bank yang fokus perumahan dan dibentuknya Perumnas dulu merupakan dasar yang kuat bagi perumahan. Lucunya, sekarang visi Perumnas malah tidak berjalan semestinya karena dituntut profit sebagai bagian dari BUMN. BTN juga selalu diganggu dengan isu akuisisi," kata Ali, dilansir Kompas.com.

Seperti diketahui, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merancang target membangun dua juta unit hunian per tahun. Totalnya akan mencapai 10 juta unit hingga 2019 mendatang.

Hal itu seperti dikatakan Sekretaris Menteri bidang Perumahan Rakyat Kementerian PU Perumahan Rakyat (PU-Pera), Rildo Ananda Anwar, di kantornya, Kamis (18/12/2014). Rildo mengatakan, Kemen PU-Pera tengah mengkaji sejumlah strategi yang disiapkan pemerintah. Dia menyebutkan, dari dua juta unit yang dicanangkan setiap tahunnya, pemerintah akan bertanggung jawab membiayai satu juta unit saja.

"Sisa satu juta unitnya diserahkan ke swasta yang membangun. Yang swasta itu bentuknya rumah komersial. Jadi, swasta bangun satu juta unit rumah komersial, pemerintah satu juta unit rumah subsidi," kata Rildo.

Menanggapi hal itu, Ali mengatakan bahwa konsep lingkungan siap bangun dan kavling siap bangun sudah harus dipikirkan pemerintah sebagai model perumahan nasional. Ironisnya, menurut dia, konsep perumahan nasional saat ini malah berjalan mundur.

"Target pemerintah membangun 10 juta unit perlu dipertanyakan, karena saat ini selain tidak ada bank tanah dan tata ruang di masing-masing pemda yang belum jelas untuk perumahan, berdasarkan historikalnya di Indonesia setiap tahun itu hanya bisa memasok 100 -150 ribu unit rumah, dan itu pun bukan pemerintah yang bangun, tapi swasta," kata Ali.

"Kalau melihat Singapura dengan Housing Development Board yang mereka bentuk, itu telah membangun satu jutaan unit flat sejak 1960-an dan sejak tahun 2000 pemerintah Singapura telah berhasil membuat 85 persen rakyatnya memiliki hunian. Jadi, bagaimana pemerintah dapat merealisasikan rencana itu. Pemerintah dapat bergerak cepat kalau dengan program kerja yang nyata," ujarnya.


16.24 | 0 komentar | Read More

Pasca Lengser, Harta Fauzi Bowo Meningkat Drastis

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke disebut-sebut menjadi salah satu mantan kepala daerah yang memiliki rekening gendut. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad pun membenarkan bahwa Foke termasuk dalam salah satu laporan hasil analisis (LHA) yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kepada KPK, seperti dilansir Kompas.com.

Berdasarkan data laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) di situs acch.kpk.go.id, Foke terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 14 Maret 2012. Foke menyerahkan LHKPN ke KPK setelah masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 berakhir.

Saat itu, total harta yang dilaporkannya ialah sebesar Rp 59.389.281.068 dan 325.000 dollar AS. Jika dibandingkan dengan harta kekayaannya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta yang dilaporkannya pada 26 Juli 2010, terlihat peningkatan total harta kekayaan pada giro dan setara kas lainnya.

Saat masih menjadi gubernur, nilai giro yang dilaporkan Foke sebesar Rp 1.578.255.591. Setelah Foke lengser dari jabatannya, nilai tersebut bertambah menjadi Rp 4.818.365.076. Begitu pun dengan nilai barang bergerak berupa barang antik, yang naik dari semula nilainya Rp 9.383.550.000 menjadi Rp 19.275.050.000.

Pertama kali menyerahkan LHKPN pada 19 Juli 2001, total harta yang dilaporkan Foke sebesar Rp 15.133.176.828 dan 167.000 dollar AS. Saat itu, Foke menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, ia kembali memperbarui laporan harta kekayaannya pada 31 Juli 2006. Saat itu, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2002-2007. Harta yang dilaporkannya meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya, yakni sebesar Rp 32.605.168.988 dan 130.000 dollar AS. Berdasarkan laporan tersebut, peningkatan harta Foke terlihat dari nilai harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan.

Saat menjadi Sekda, nilai tanah dan bangunan yang dilaporkan Foke sebesar Rp 11,24 miliar. Setelah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, nilai tanah bangunannya meningkat menjadi Rp 20.322.278.000. Peningkatan yang signifikan pun terlihat dari nilai barang seni dan antik, dari sejumlah Rp 2,33 miliar menjadi Rp 9,3 miliar.

Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Foke kembali menyerahkan laporan harta kekayaannya pada 31 Mei 2007. Total harta kekayaannya saat itu sebesar Rp 33.057.699.587 dan 150.000 dollar AS, meningkat dari total harta yang dilaporkan sebelumnya. Peningkatan harta kekayaan terlihat dari naiknya nilai giro dan setara kas lainnya.

Saat masih menjadi wagub, nilai giro Foke sebesar Rp 1.324.655.988, kemudian meningkat menjadi Rp 2.301.942.587. Sekitar tiga tahun kemudian, masih menjabat sebagai gubernur, Foke kembali memperbarui LHKPN pada 26 Juli 2010. Saat itu, harta kekayaannya meningkat menjadi Rp 46.935.609.591 dan 200.000 dollar AS.

Berdasarkan data tersebut, peningkatan harta kekayaan terlihat pada nilai harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Nilainya yang semula Rp 19.324.407.000 meningkat menjadi Rp 33.554.054.000. Kenaikan harta kekayaan juga terlihat dari nilai surat berharga yang semula sejumlah Rp 754.250.000 meningkat menjadi Rp 1.224.750.000.


16.24 | 0 komentar | Read More

Pencuri Bagasi Lion Air Dibekuk Polisi, Semuanya Karyawan Tetap

SERAMBINEWS.COM, BATAM- Jaringan spesialis pembobol bagasi yang kerap beraksi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam khususnya di maskapai Lion Air, akhirnya berhasil dibekuk.

Ternyata para tersangka adalah delapan pelaku yang rata-rata karyawan tetap di Maskapai Lion Air.

Para pelaku tertangkap di Bandara Hang Nadim. "Dari laporan itu Polsek Bandara langsung melakukan koordinasi dengan pihak maskapai Lion Air dan melakukan investigasi di bagian bagasi Lion Air," kata seorang sumber Tribun Batam yang minta identitasnya dirahasiakan, Jumat (19/12/2014).

Dan hanya dalam waktu dua hari, akhirnya para pelaku berhasil dibekuk tepatnya, Selasa (16/12/2014). "Pelaku ada delapan orang," terang Sumber ini.

Kapolsek Bandara Iptu Tommy Palayukan‎ membenarkan kejadian ini dan mengaku dari delapan pelaku yang masing-masing bernama Erik Saputra,Imron Sadam,Yelde Malbon,Ali Sodikin, M Husni Mubarat,Rudi,Andika Matu dan Arif Rahman. Satu pelaku berhasil kabur.

"Hanya tujuh pelaku yang berhasil kami tangkap, dan satu pelaku lagi berhasil kabur setelah mengetahui salah satu temannya berhasil diamankan," ungkap Pria yang akrab disapa Tommy ini.

Station Manager Lion Air Hang Nadim Batam, M Zaini Bire membenarkan adanya penangkapan delapan karyawan Lion Air yang tergabung dalam komplotan pembobol bagasi penumpang di Bandara Hang Nadim Batam.

Dikonfirmasi, Jumat (19/12/2014), Bere menegaskan kedelapan pelaku itu langsung dipecat dengan tidak hormat.

"Benar dan yang bersangkutan langsung kami pecat karena sudah mencoreng nama baik maskapai Lion Air," kata Bire.

Bere menceritakan, sebelum di serahkankan ke Polsek Bandara, pihaknya  terlebih dahulu melakukan pemeriksaan ke dalam dari petugas yang masuk saat itu, namun semuanya tidak ada yang mengaku.

"Dan setelah diserahkan ke Polsek, dari sana baru ketahuan siapa saja yang melakukan pembongkaran itu," ungkap Bire.


16.24 | 0 komentar | Read More

Polisi Sumut Intai Pejabat di Aceh

Written By wartini cantika on Kamis, 18 Desember 2014 | 16.24

* Diduga Pelanggan Sabu Ketua KIP Aceh Timur

MEDAN - Kasus peredaran narkoba yang melibatkan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur, Ismail SAg, disinyalir juga melibatkan beberapa oknum pejabat di Aceh. Polresta Medan yang menangani kasus ini bahkan mulai meningkatkan pengintaian untuk meringkus target terbarunya, baik di Aceh maupun di Sumatera Utara (Sumut).

Keseriusan polisi mengusut kasus peredaran sabu-sabu 1 kilogram ini terindikasi dari dibentuknya tim khusus. Tim yang terdiri atas gabungan personel Polresta Medan dan Polda Sumut ini bahkan sudah berada di Aceh. Mereka diinstruksikan mengawasi oknum-oknum pejabat, termasuk politisi di Aceh yang diduga menjadi pelanggan tetap Ismail dalam bisnis sabu-sabu.

Hal itu diungkapkan seorang perwira berpangkat Kombes di Polda Sumut. Ia memastikan bahwa kasus ini dimonitor secara intensif oleh Kapolda Sumut, Irjen Eko Hadi Sutedjo.

"Nggak bisa dilepas kasus ini. Sudah Pak Kapolda langsung yang memerintahkan sikat habis!" ujar perwira tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan saat dihubungi Serambi di Medan, Rabu (17/12) malam.

Berdasarkan laporan penyidikan yang diterimanya, ternyata Ismail sudah cukup dikenal oleh para pecandu narkoba dari kalangan papan atas, baik di Aceh maupun di Medan. Itu sebab, kini tim khusus bentukan Polda Sumut mencurigai beberapa pejabat, baik di Aceh maupun di Sumut, sebagai pelanggan tetap Ismail. "Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat ada lagi yang ditangkap," ujarnya.

Perwira yang menduduki jabatan strategis di Polda Sumut ini menilai bantahan yang sempat dilontarkan Ismail beberapa waktu lalu mengenai identitasnya maupun ia seolah dijebak, secara perlahan sudah ditepis oleh mekanisme penyidikan. Sabu-sabu yang disita dari tangannya dipastikan dia bawa dari Aceh. Namun, polisi masih mengusut sumber barang terlarang itu, karena tidak tertutup kemungkinan didatangkan dari luar negeri ataupun diproduksi di Aceh.

Pemeriksaan Ismail bersama dua temannya yang dilakukan di Polresta Medan memang sangat tertutup. Kapolresta Medan maupun Kasat Resnarkoba yang ditemui beberapa kali enggan memberikan pernyataan terkait kasus ini.

Mereka meminta semua pihak sabar menunggu karena pengusutannya sedang dalam proses pengembangan. "Sabar dulu Mas, sedang kita kembangkan," kata Kompol Dony Alexander, Kasat Resnarkoba Polresta Medan.

Sebagaimana diberitakan dua pekan lalu, Ismail SAg ditangkap bersama dua temannya saat bertransaksi sabu-sabu 1 kilogram dengan aparat kepolisian Medan yang menyamar sebagai pembeli di Sunggal, Deliserdang, Sumut, Senin (7/12).

Awalnya, ia hanya mengaku sebagai PNS Kemenag di Aceh dan membantah sebagai Ketua KIP Aceh Timur. Namun, setelah polisi memiliki bukti kuat tentang jabatannya itu, ia pun tak bisa lagi berkelit. Namun, Ismail sempat menyatakan bahwa ia dijebak, sehingga terseret ke dalam kasus narkoba tersebut. Pihak keluarga Ismail pun saat menghubungi Serambi tadi malam masih menyatakan bahwa Ketua KIP Aceh Timur itu dijebak. (mad)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |


16.24 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger