Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ketua DPRK Simeulue Minta KIP Selesaikan Persoalan Pemilu

Written By Unknown on Rabu, 30 April 2014 | 16.24

SINABANG - Ketua DPRK Simeulue Helmi M Alim, meminta kepada penyelenggara pemilu di Simeulue (KIP dan Panwaslu beserta jajarannya) untuk segera merespon atau menyelesaikan berbagai kemelut yang tengah terjadi di wilayah kepulauan itu. Semua persoalan tersebut perlu segera dituntaskan agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat Simeulue.

Pernyataan Ketua DPRK Simeulue ini disampaikan kepada Serambi Selasa (29/4), menanggapi surat resmi dari sembilan koalisi partai politik yang dilayangkan ke dewan setempat. "Kita minta segera menanggapi tuntutan koalisi parpol ini oleh pihak penyelenggara pemilu, yang dianggap masih ada persoalan terkait pemilu belum lama ini," kata Helmi di Sinabang.

Helmi juga meminta kepada sejumlah parpol yang masih menggugat hasil pemilu di Simeulue, termasuk menempuh jalur Mahkamah Konstitusi (KM), agar tidak sampai mengedepankan emosi.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan partai politik peserta pemilu di Simeulue, secara resmi menolak hasil pemilu legislatif ada 9 April 2014 lalu, lantaran diduga banyak terjadi pelanggaran. Sebanyak sembilan parpol itu, saat ini dilaporkan tengah membawa persoalan pemilu di Simeulue hingga ke MK.(c48)


16.24 | 0 komentar | Read More

Gubernur dan Bupati Aceh Barat Raih Penghargaan

* Bidang Perencanaan Pembangunan

JAKARTA - Aceh mendapatkan dua penghargaan bidang perencanaan pembangunan 2014, yaitu penghargaan Pangripta Pratama yang diraih oleh Pemerintah Aceh dan Pangripta Utama  yang diraih Kabupaten Aceh Barat.

Penghargaan diserahkan Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Prof Armaida Ali Sjahbana  masing-masing kepada Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah,  Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah, Kepala Bappeda Aceh Prof Abubakar Karim dan Kepala Bappeda Aceh Barat TA Dadek, di Jakarta, Selasa (29/4).

Bagi Pemerintah Aceh, penghargan tersebut adalah yang kedua kali. Penghargaan pertama diraih pada 2013 silam. Sementara untuk Aceh Barat, itu adalah penghargaan pertama.

Tahun ini Pemerintah Aceh naik satu tingkat yakni juara 2 Pangripta Utama. Juara 1 diraih Propinsi Banten, dan juara 3 DKI Jakarta. Tahun 2013, Aceh juara 3 untuk kategori yang sama.

Penghargaan Pangripta Pratama adalah penghargaan perencanaan kategori "baik". Sedangkan Aceh Barat meraih juara 3 penghargaan Pangripta Utama, yaitu penghargaan perencanaan kategori "terbaik." Juara 1 Pangripta Utama ditempati Kabupaten Pasaman dan juara 2 Kabupaten Banyumas.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengatakan, penghargaan Pangripta Pratama dan Pangripta Utama diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada daerah yang memiki perencanaan pembangunan yang baik dan terbaik.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah  menyatakan bersyukur atas penghargaan yang diterima Pemerintah Aceh. "Ini membuktikan bahawa Aceh mengalami peningkatan dari segi perncanaan," kata gubenur yang didampingi Kepala Bappeda Aceh Prof Abubakar Karim.

Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah menyebut penghargaan yang diterima pihaknya merupakan wujud dari kebersamaan dan dukungan seluruh masyarakat Aceh Barat. "Ini adalah penghargaan kepada masyarakat Aceh Barat. Tentu  kami bersyukur atas prestasi ini," kata Bupati yang akrab disapa Bupati  Tito ini.(fik)


16.24 | 0 komentar | Read More

Wakil Ketua MPR Minta Pusat Perhatikan Sabang

SABANG - Daerah yang berbatasan dengan dunia internasional seperti Sabang, harus dirawat dan diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia. Jangan sampai Sabang dan daerah perbatasan lainnya bernasib seperti Krimea di Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia, akibat kurang perhatian.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid mengingatkan hal itu dalam pertemuan jamuan makan malam rombongan MPR RI  dengan Pemerintah Kota Sabang, di Pendopo Wali Kota Sabang, Senin (28/4) malam.

"Kita harus memperhatikan daerah dan kota yang berada di perbatasan. Kejadian Krimea bisa saja terjadi, termasuk di Indonesia, karena gagal merawat kota perbatasan," kata Farhan Hamid.

Kehadiran delegasi MPR RI ke Sabang didampingi oleh pejabat kementerian terkait, menurut Farhan Hamid dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. Program pembangunan kawasan perbatasan diawali sejak 2012 dan sudah dilangsung untuk daerah perbatasan di wilayah rimur dan tengah Indonesia. "Kali ini giliran Sabang," tambah Farhan Hamid.

Dalam pertemuan silaturrahmi dengan delegasi MPR esoknya, Selasa (29/4) di Kantor Bappeda Sabang, Wali Kota Sabang Zulkifli Haji Adam menceritakan kegetiran nasib Pulo Rondo, pulau terluar tanpa penduduk, tapi memiliki penjaga.

Wali Kota mengarapkan perhatian khusus untuk Pulo Rondo karena letaknya strategis, berbatasan langsung dengan negara asing dan menyimpan sumber daya alam minyak dan gas yang memiliki cadangan sangat besar. "Kalau tidak dijaga dengan baik, ada harapan Pulo Rondo dicaplok asing dan kita tidak bisa berbuat apa- apa," kata Wali Kota.

Sementara Kepala Badan Pengusahaan Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) Fauzi Husein mengutarakan rencana pembangunan kembali Tugu Nol Kilometer, sebagai bentuk dukungan BPKS terhadap kemajuan pariwisata Sabang.

"Tugu tersebut akan dibangun tahun ini, mudah-mudahan akan mampu memberi nilai tambah bagi Sabang," kata Fauzi seraya memperlihatkan disain tugu Nol Kilometer yang baru.

M Jailani, tokoh masyrakat Pulo Raya, Aceh Jaya, mengharapkan agar pemerintah membangun jembatan gantung yang menghubungkan Pulo Raya dengan Sampinet. "Kami sangat membutuhkaan jembatan itu," kata Jailani saat diminta menyampaikan aspirasi dan pertemuan tersebut.

Aspirasi lainnya diutarakan Basri Hasyim, Ketua Ekspor-Impor Aceh. Ia mempersoalkan peraturan tentang barang tentengan dari daerah pelabuhan bebas ke kawasan pabean. "Peraturan tentang hal itu belum jelas sampai sekarang, padahal sangat dibutuhkan. Sebab masyarakat memerlukan barang tentengan sebagai oleh- oleh dari Sabang," kata Basri.

Irwan SH, dari Yayasan Peduli Sabang minta perhatian pemerintah tentang tunjangan guru di perbatasan yang berbeda antara guru umum dengan guru dari kementerian agama. Ia minta pemerintah juga memperhatikan nasib guru perbatasan.(fik/az)


16.24 | 0 komentar | Read More

Tersangka Korupsi di PLN Dijebloskan ke Penjara

Laporan : Parlaungan Lubis | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Direktur Mapna Indonesia, M.Bahalwan, Rabu (30/4/2014) dijebloskan ke penjara. Rekanan PLN dalam pekerjaan life time extention (LTE) major overhouls pembangkit PLN di Belawan ini ditetapkan Kejaksaan Agung RI sebagai tersangka  terkait korupsi PLN tahun anggaran 2012.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Muhammad Yusuf, mengatakan, tersangka kini sudah ditahan ke Rumah Tahanan Negara Tanjung Gusta, Medan.

Selain Bahalwan, kata Yusuf, Kejagung juga melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) perkara korupsi yang disangkakan kepada rekanan PLN dalam proyek pengadaan flame tube ini, termasuk bukti-bukti.

Ini merupakan pelimpahan tahap dua yang diilakukan setelah penyidik Kejagung menyatakan BAP tersangka lengkap (P-21). Selanjutnya, pihak Kejari Medan meneliti berkas itu untuk dijadikan materi dalam dakwaan jaksa pada persidangan di Pengadilan Tipikor Medan nanti.


16.24 | 0 komentar | Read More

Formagalus Aceh Tengah Demo Gedung DPRK Gayo Lues

Laporan: Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Seratusan mahasiswa Gayo Lues  yang tergabung dalam organisasi Forum Mahasiswa Gayo Lues (Formagalus) Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (30/4/2014)  berunjukrasa ke gedung DPRK Gayo Lues.

Pendemo menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya agar 20 anggota DPRK Galus priode 2004-2009 mengembalikan dana TKI dan BPOP. Koordinator Aksi, Mahmudin juga meminta pelayanan kesehatan di Gayo Lues dan di RSUD Blangkejeren di tingkatkan serta memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat.

Sementara Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin, berjanji akan mengembalikan dana itu. Bahkan menurutnya, sebagian kecil anggota dewan yang masih duduk maupun mantan anggota dewan sudah mengembalikan dana tersebut, meski dengan cara cicil.


16.24 | 0 komentar | Read More

Panitia Pesta Buku Siap Terima Pesanan

BANDA ACEH - Pesta Buku Gramedia - Serambi Indonesia akan yang berlangsung sampai 8 Mei mendatang. Dengan demikian, masih tersedia waktu bagi yang ingin berburu buku. Apabila ternyata tidak tersedia, pihak panitia bahkan siap menerima pesanan buku yang diinginkan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Riza, kepada Serambi, Selasa (29/4) mengatakan, pemesanan buku dilakukan bila buku yang dicari tidak tersedia di Pesta Buku yang berlangsung di Gedung Sosial Jalan Tgk Chik Ditiro, Banda Aceh.

"Kami sudah membuka pemesanan buku sejak pembukaan pesta buku ini. Pemesanan buku ini kami buka sampai 6 Mei nanti," ujar Riza.

Cara memesan buku sangat mudah. Pemesan tinggal menyebutkan nama, judul buku yang dipesan dan meninggalkan nomor kontak yang bisa dihubungi. "Kalau barangnya sudah sampai kita akan hubungi pemesannya," imbuhnya.

Riza menambahkan, sangat banyak yang memanfaatkan jasa pemesanan buku ini. Rata-rata buku yang dipesan seperti kamus kedokteran, buku pendidikan, dan novel-novel best seller.

"Hari pertama saja sudah banyak yang pesan dan satu kardus sudah sampai untuk pemesan di hari pertama. Selama enam hari ini sekitar 70 orang sudah memesan, ada pesan tiga buku, dua buku dan satu juga banyak," katanya.

Selain itu Riza mengatakan, menerima pesanan buku ini dilakukan karena tidak semua buku bisa dipamerkan, hal ini disebabkan kapasitas rak dan area pameran yang terbatas.

Riza juga menambahkan, di setiap Sabtu dan Minggu juga digelar "Meraup Buku". Agenda kegiatan ini dilakukan bagi yang belanja di weekdays (Senin-Jumat) sampai Rp 300.000, berhak mendapatkan kupon untuk mengikuti kegiatan 'Meraup Buku'.

"Pemenang yang kami pilih adalah bagi yang paling banyak meraup buku. Keuntungan si pemenang, dia dapat membawa pulang sebanyak apapun buku-buku yang diraupnya," jelas Riza.

Menurutnya, antusias masyarakat Banda Aceh sangat tinggi untuk permainan itu, karena dalam sehari misalkan weekdays rata-rata di atas 1.500-an pengunjung. Ditambah lagi pada weekend pengunjung lebih besar lagi sampai 3.000-an.(ni)


16.24 | 0 komentar | Read More

Serambi Indonesia

Written By Unknown on Selasa, 29 April 2014 | 16.24

Serambi IndonesiaTribunnews.comKIP Aceh Serahkan Rekapitulasi Suara Aceh ke KPU RIPDA Laporkan KIP Subulussalam ke BawasluIni Peraih Penghargaan MarkPlus di AcehGerilya Capres Makin GencarLihat Efeknya bagi AcehTimses Capres Harus Kerja Keras di AcehPilih yang Komitmen pada Kekhususan AcehBKPG Tahun Ini Rp 517 MLanal Sabang Butuh Tambahan KapalBank Aceh Tolak Bayar Jasa Islamuddin CsPNA Bentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu di PidieMenang tak BermaknaBeda MisiTruk Angkut Kayu Terguling di Tugu PolantasDPRK Panggil Kadiskes dan Direktur RSUDMPU Nilai Pengawasan Maksiat Masih LemahLagi, Gajah Serang KetolGunung Lancong Longsor, Lintas Tutut LumpuhDua Rumah dan 1 Kios TerbakarIni Lokasi Terlihat Gerhana Matahari

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: date

Filename: models/rss_db.php

Line Number: 16

http://aceh.tribunnews.com/ Berita Terkini dari Serambi Indonesia id 2014 Serambi Indonesia Tue, 29 Apr 2014 16:30:47 +0700 hourly 1 http://aceh.tribunnews.com/ http://aceh.tribunnews.com/setting/logo.png 130 35 Tribunnews.com http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/kip-aceh-serahkan-rekapitulasi-suara-aceh-ke-kpu-ri Tue, 29 Apr 2014 15:09:27 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/kip-aceh-serahkan-rekapitulasi-suara-aceh-ke-kpu-ri http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pda-laporkan-kip-subulussalam-ke-bawaslu Tue, 29 Apr 2014 11:10:06 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pda-laporkan-kip-subulussalam-ke-bawaslu http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-peraih-penghargaan-markplus-di-aceh Tue, 29 Apr 2014 11:09:48 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-peraih-penghargaan-markplus-di-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gerilya-capres-makin-gencar Tue, 29 Apr 2014 10:21:26 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gerilya-capres-makin-gencar http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lihat-efeknya-bagi-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:39:38 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lihat-efeknya-bagi-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/timses-capres-harus-kerja-keras-di-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:34:48 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/timses-capres-harus-kerja-keras-di-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pilih-yang-komitmen-pada-kekhususan-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:34:04 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pilih-yang-komitmen-pada-kekhususan-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bkpg-tahun-ini-rp-517-m Tue, 29 Apr 2014 09:31:42 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bkpg-tahun-ini-rp-517-m http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lanal-sabang-butuh-tambahan-kapal Untuk mengamankan perairan Aceh dari aksi pencurian ikan oleh nelayan Thailand, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang]]> Tue, 29 Apr 2014 09:29:44 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lanal-sabang-butuh-tambahan-kapal http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bank-aceh-tolak-bayar-jasa-islamuddin-cs Tue, 29 Apr 2014 09:26:10 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bank-aceh-tolak-bayar-jasa-islamuddin-cs http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pna-bentuk-tim-pencari-fakta-kecurangan-pemilu-di-pidie Tue, 29 Apr 2014 09:24:14 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pna-bentuk-tim-pencari-fakta-kecurangan-pemilu-di-pidie http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/menang-tak-bermakna Tue, 29 Apr 2014 09:22:00 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/menang-tak-bermakna http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/beda-misi Tuan rumah PSBL Langsa kembali akan turun ke lapangan. Di sore nanti, pasukan M Yusuf Rani akan menjamu PSAP Sigli]]> Tue, 29 Apr 2014 09:20:21 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/beda-misi http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/truk-angkut-kayu-terguling-di-tugu-polantas Satu unit truk BK 8327 SG yang mengangkut 26 batang kayu balok, Senin (28/4) subuh terbalik di Jalan Nasional tepatnya di sekitar Tugu Polantas]]> Tue, 29 Apr 2014 09:15:35 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/truk-angkut-kayu-terguling-di-tugu-polantas http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dprk-panggil-kadiskes-dan-direktur-rsud Tue, 29 Apr 2014 09:13:05 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dprk-panggil-kadiskes-dan-direktur-rsud http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/mpu-nilai-pengawasan-maksiat-masih-lemah Tue, 29 Apr 2014 09:11:42 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/mpu-nilai-pengawasan-maksiat-masih-lemah http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lagi-gajah-serang-ketol Tue, 29 Apr 2014 09:10:27 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lagi-gajah-serang-ketol http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gunung-lancong-longsor-lintas-tutut-lumpuh Tue, 29 Apr 2014 09:08:38 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gunung-lancong-longsor-lintas-tutut-lumpuh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dua-rumah-dan-1-kios-terbakar Tue, 29 Apr 2014 09:07:14 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dua-rumah-dan-1-kios-terbakar http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-lokasi-terlihat-gerhana-matahari Tue, 29 Apr 2014 09:03:53 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-lokasi-terlihat-gerhana-matahari

Serambi IndonesiaTribunnews.comKIP Aceh Serahkan Rekapitulasi Suara Aceh ke KPU RIPDA Laporkan KIP Subulussalam ke BawasluIni Peraih Penghargaan MarkPlus di AcehGerilya Capres Makin GencarLihat Efeknya bagi AcehTimses Capres Harus Kerja Keras di AcehPilih yang Komitmen pada Kekhususan AcehBKPG Tahun Ini Rp 517 MLanal Sabang Butuh Tambahan KapalBank Aceh Tolak Bayar Jasa Islamuddin CsPNA Bentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu di PidieMenang tak BermaknaBeda MisiTruk Angkut Kayu Terguling di Tugu PolantasDPRK Panggil Kadiskes dan Direktur RSUDMPU Nilai Pengawasan Maksiat Masih LemahLagi, Gajah Serang KetolGunung Lancong Longsor, Lintas Tutut LumpuhDua Rumah dan 1 Kios TerbakarIni Lokasi Terlihat Gerhana Matahari

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: date

Filename: models/rss_db.php

Line Number: 16

http://aceh.tribunnews.com/ Berita Terkini dari Serambi Indonesia id 2014 Serambi Indonesia Tue, 29 Apr 2014 16:30:47 +0700 hourly 1 http://aceh.tribunnews.com/ http://aceh.tribunnews.com/setting/logo.png 130 35 Tribunnews.com http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/kip-aceh-serahkan-rekapitulasi-suara-aceh-ke-kpu-ri Tue, 29 Apr 2014 15:09:27 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/kip-aceh-serahkan-rekapitulasi-suara-aceh-ke-kpu-ri http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pda-laporkan-kip-subulussalam-ke-bawaslu Tue, 29 Apr 2014 11:10:06 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pda-laporkan-kip-subulussalam-ke-bawaslu http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-peraih-penghargaan-markplus-di-aceh Tue, 29 Apr 2014 11:09:48 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-peraih-penghargaan-markplus-di-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gerilya-capres-makin-gencar Tue, 29 Apr 2014 10:21:26 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gerilya-capres-makin-gencar http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lihat-efeknya-bagi-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:39:38 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lihat-efeknya-bagi-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/timses-capres-harus-kerja-keras-di-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:34:48 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/timses-capres-harus-kerja-keras-di-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pilih-yang-komitmen-pada-kekhususan-aceh Tue, 29 Apr 2014 09:34:04 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pilih-yang-komitmen-pada-kekhususan-aceh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bkpg-tahun-ini-rp-517-m Tue, 29 Apr 2014 09:31:42 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bkpg-tahun-ini-rp-517-m http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lanal-sabang-butuh-tambahan-kapal Untuk mengamankan perairan Aceh dari aksi pencurian ikan oleh nelayan Thailand, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang]]> Tue, 29 Apr 2014 09:29:44 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lanal-sabang-butuh-tambahan-kapal http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bank-aceh-tolak-bayar-jasa-islamuddin-cs Tue, 29 Apr 2014 09:26:10 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/bank-aceh-tolak-bayar-jasa-islamuddin-cs http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pna-bentuk-tim-pencari-fakta-kecurangan-pemilu-di-pidie Tue, 29 Apr 2014 09:24:14 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/pna-bentuk-tim-pencari-fakta-kecurangan-pemilu-di-pidie http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/menang-tak-bermakna Tue, 29 Apr 2014 09:22:00 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/menang-tak-bermakna http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/beda-misi Tuan rumah PSBL Langsa kembali akan turun ke lapangan. Di sore nanti, pasukan M Yusuf Rani akan menjamu PSAP Sigli]]> Tue, 29 Apr 2014 09:20:21 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/beda-misi http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/truk-angkut-kayu-terguling-di-tugu-polantas Satu unit truk BK 8327 SG yang mengangkut 26 batang kayu balok, Senin (28/4) subuh terbalik di Jalan Nasional tepatnya di sekitar Tugu Polantas]]> Tue, 29 Apr 2014 09:15:35 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/truk-angkut-kayu-terguling-di-tugu-polantas http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dprk-panggil-kadiskes-dan-direktur-rsud Tue, 29 Apr 2014 09:13:05 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dprk-panggil-kadiskes-dan-direktur-rsud http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/mpu-nilai-pengawasan-maksiat-masih-lemah Tue, 29 Apr 2014 09:11:42 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/mpu-nilai-pengawasan-maksiat-masih-lemah http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lagi-gajah-serang-ketol Tue, 29 Apr 2014 09:10:27 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/lagi-gajah-serang-ketol http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gunung-lancong-longsor-lintas-tutut-lumpuh Tue, 29 Apr 2014 09:08:38 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/gunung-lancong-longsor-lintas-tutut-lumpuh http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dua-rumah-dan-1-kios-terbakar Tue, 29 Apr 2014 09:07:14 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/dua-rumah-dan-1-kios-terbakar http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-lokasi-terlihat-gerhana-matahari Tue, 29 Apr 2014 09:03:53 +0700 http://aceh.tribunnews.com/2014/04/29/ini-lokasi-terlihat-gerhana-matahari


16.24 | 0 komentar | Read More

Sembilan Budayawan Terima Penghargaan

Written By Unknown on Senin, 28 April 2014 | 16.24

* Dalam Rangka HUT Ke-809 Banda Aceh

BANDA ACEH - Sembilan pelaku seni dan budayawan Aceh menerima penghargaan berupa plakat pada acara Banda Aceh Heritage Awards 2014 yang diprakarsai oleh Komunitas Pemuda dan Peduli Sejarah, Sabtu (26/4) malam. Acara itu dilaksanakan di Gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh.

Acara itu diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-809 Kota Banda Aceh. Ketua Panitia acara Juni Dasman didampingi Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banda Aceh Mahdi Andela, mengatakan pemberian penghargaan kepada para pelaku seni dan budayawan yang telah mengharumkan nama Aceh dan Banda Aceh ini, yang petama dilaksanakan di Aceh.

Kesembilan penghargaan tersebut diserahkan oleh Plh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal. Dalam kesempatan itu, Illiza berpesan agar para generasi muda harus bisa menghargai the founding father-nya Aceh dan Kota Banda Aceh, dengan menjaga identitas dan budaya Aceh agar tidak dirusak oleh budaya luar. "Dengan demikian Aceh akan bermartabat di mata dunia," ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh agar dapat menduplikasikan semua manuskrip sejarah Aceh yang saat ini tersimpan di museum yang berada di negara Belanda.

"Ini penting dilakukan agar masyarakat Aceh mengetahui dan mengenal benda-benda sejarah Aceh, seperti peta, manuskrip, koin, surat dan lain lain. Walaupun kita tidak bisa memilikinya, paling tidak kita bisa menduplikasikannya sehingga benda-benda tersebut dapat dipamerkan pada ajang tahunan," ujar Illiza.

Sementara itu, selain memberikan penghargaan kepada sembilan pelaku seni dan budayawan Aceh, Komunitas Pemuda dan Peduli Sejarah Aceh juga memberikan pengharganan kategori khusus kepada almarhum Ir Mawardy Nurdin MEngSc atas dedikasinya terhadap budaya selama menjabat wali kota Banda Aceh, dan kepada Plh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal.

Hadir pada acara tersebut, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah  (Forkopimda) Kota Banda Aceh, Sekdako Drs T Saifuddin TA MSi, Kadisbudpar Aceh Drs Reza Fahlevi, Ketua DPRK Banda Aceh Yudi Kurnia SE, para kepala SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh, Ketua KNPI Kota Banda Aceh, serta para pelaku seni dan budaya Aceh.(sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Illiza Pimpin Gerebek Hotel

* Sejumlah Wanita Diduga Terlibat Kasus Trafficking

BANDA ACEH - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal kembali memimpin penggerebekan ke salah satu hotel berbintang di Banda Aceh, Jumat (25/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam razia melibatkan anggota Satpol PP dan WH Banda Aceh serta polisi tersebut, tim Illiza mengamankan 17 wanita karena tak berpakaian sesuai syariat.

Informasi adanya penggerebekan tersebut diperoleh Serambi dari sejumlah sumber, Minggu (27/4). Informasi itu dibenarkan Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti.

Menurut Ritasari, pergerakan pada Jumat malam itu berawal seusai Plh Wali Kota Banda Aceh melantik Tim Amar Makruf Nahi Mungkar (Tamar) Banda Aceh di Kecamatan Meuraxa, Ulee Lheu. "Setelah acara itu, Bu Wali Kota memimpin razia penegakan syariat Islam ke kawasan Ulee Lheu namun tak ada pasangan yang diamankan. Selanjutnya tim  bergerak ke salah satu hotel berbintang karena menurut laporan warga sering terjadi pelanggaran syariat Islam di hotel itu," kata Ritasari didampingi penyidik, Evendi dan Zakwan. 

Menurutnya, tim ini langsung bergerak ke lantai lima hotel tersebut, tepatnya ke room karaoke. Sesampai di sana, pengunjung karaoke yang umumnya perempuan muda kucar-kacir melarikan diri dari sejumlah ruangan karaoke. Sebanyak 17 perempuan ditangkap, baik yang masih di sekitar ruangan karaoke maupun yang sudah di lobi hotel.

Sedangkan lelaki, empat orang, dua di antaranya adalah karyawan hotel bertugas di room karaoke menjual minuman keras (miras). "Perempuan umumnya tak memakai jilbab dan berpakaian kurang sopan atau tak sesuai syariat, seperti halnya wanita di Aceh. Ya, terlepas ada kepentingan lain mereka ke hotel itu, umumnya mengaku hanya sebatas ingin karaokean," kata Ritasari.

Selain mengamankan ke-17 wanita berumur 19-30 tahun ini, kata Ritasari, mereka juga mengamankan dua karyawan hotel yang bertugas menjual miras. Petugas juga menyita ratusan botol miras berbagai merek dan berharga mahal yang disimpan di salah satu ruangan.

"Awalnya dua karyawan itu tak mengizinkan petugas masuk karena alasan kamar karyawan, namun ketika didesak, akhirnya ia menyetujui dengan mengambil kunci dari karyawan lainnya. Di dalam ruangan ini petugas menyita ratusan botol miras berbagai merk," ujar Ritasari.

Ritasari menyebutkan, dalam pemeriksaan hingga kemarin, enam orang di antara wanita yang ditangkap diduga terlibat trafficking atau perdagangan anak, bahkan seorang di antaranya juga sudah pernah ditangkap di hotel yang sama saat petugas melakukan razia pada akhir 2013 atas perannya yang diduga sebagai germo.

"Tadi siang (kemarin-red) kami sudah menyerahkan keenam wanita itu ke Polda Aceh untuk diproses atas dugaan trafficking ini. Sedangkan wanita lainnya yang diduga tak terlibat trafficking sudah dijemput pihak keluarga masing-masing setelah kita memberi pembinaan ke mereka. Mereka umumnya anak-anak Aceh yang bekerja sebagai SPG produk rokok, mahasiswi, dan lain-lain," sebutnya. Amatan Serambi kemarin sore, sebagian mereka masih di Kantor Satpol PP dan WH Aceh menunggu dijemput pihak keluarga.

Seperti diketahui, razia penegakan syariat Islam dipimpin Illiza, termasuk ke hotel berbintang di Aceh sudah sering dilakukan, bahkan ketika dirinya masih menjabat Wakil Wali Kota Banda Aceh atau semasa Wali Kota masih dijabat Mawardy Nurdin sebelum Mawardy meninggal dunia pada 8 Februari 2014. (sal)


16.24 | 0 komentar | Read More

Hermawan Kartajaya Buka Kantor Cabang di Banda Aceh

Laporan : Masyitah Rivani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pakar marketing (pemasaran), Hermawan Kartajaya, Senin (28/4/2014) pagi mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Raya Banda Aceh-Medan, Tanjung Permai, Manyang PA, Aceh Besar-Banda Aceh.

Kunjungannya disambut oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, Manager Radio Serambi FM, Nani HS, dan Redaktur Pase, Jamaluddin.

Dalam kunjungan itu, Hermawan mengatakan, dia telah membuka kantor cabangnya ke-18 di Banda Aceh. "Kami sudah resmi membuka kantor di Banda Aceh. Kantor ini merupakan cabang ke-18, sebelumnya kantor cabang ke-17 kami buka di Jayapura," ujar Hermawan.

Adapun tujuan berkunjung ke Serambi Indonesia disebutnya untuk menjalin silaturrahmi. Dia berharap, Serambi memberikan dukungan atas dibukanya Kantor Cabang ke-18 tersebut.


16.24 | 0 komentar | Read More

Gubernur Perintahkan SKPA Percepat Tender

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, meminta kepada Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) agar mempercepat pelaksanaan tender, dengan melengkapi dokumen tender yang dibutuhkan.

"Menurut data P2K Setda Aceh, masih ada 604 paket proyek APBA 2014 yang belum bisa tender, karena dokumen pendukung proyeknya belum lengkap," kata Zaini Abdullah kepada Serambi, Jumat (25/4), usai melantik Kepala BPKP yang baru di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur.

Gubernur mengatakan, masih rendahnya daya serap keuangan APBA 2014 disebabkan banyak faktor. Antara lain, masih banyak kontraktor yang sudah melakukan penandatanganan kontrak proyek, tetapi belum menarik uang muka. Karena itu Gubernur mengimbau kepada SKPA agar membantu para kontraktor untuk menarik uang muka kerja dimaksud.

Selain itu, terhadap proyek-proyek yang pemenangnya telah diumumkan, diminta agar segera memproses penandatanganan kontrak. Sebab berdasarkan catatan Pokja ULP di Biro Pembangunan Kantor Gubernur Aceh, dari 359 paket yang telah diumumkan pemenangnya, baru 129 paket di antaranya yang telah melakukan penandatanganan kontrak.

Gubernur juga menginformasikan bahwa jabatan kepala beberapa SKPA yang sekarang ini masih kosong akan segera diisi. Di antaranya Kadis Bina Marga Aceh, Dispora, Kepala Satpol PP dan WH.

"Pengisian Kepala SKPA yang masih kosong harus segera kita lakukan, supaya ada yang bertanggungjawab terhadap penyelesaian berbagai masalah yang muncul, yang dapat menghambat percepatan pelaksanaan program dan kegiatan APBA," ujarnya.(her)


16.24 | 0 komentar | Read More

Koalisi Parpol di Simeulue MK-kan Pelanggaran Pemilu

SINABANG - Sembilan partai politik (parpol) di Kabupaten Simeulue yang sudah menyatakan sikap menolak hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di daerah itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Parpol yang menolak hasil Pileg 2014 di Simeulue adalah PKB, PDA, PNA, PPP, PA, Hanura, Golkar, PDIP, dan PBB. Dalam suratnya Nomor Ist/KPP-SML/IV/2014, pada poin dua disebutkan, koalisi parpol secara bersama-sama menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pileg 2014 pada 9 April 2014 penuh dengan pelanggaran dan kecurangan.

Selanjutnya pada poin tiga disebutkan, koalisi sembilan parpol di Simeulue menyatakan tidak menerima hasil pemilu dan menuntut diadakannya pemilu ulang. Kemudian segala bentuk temuan pelanggaran pemilu yang terjadi di Simeulue dirangkum dalam berita acara yang juga dikirimkan ke MK.

"Hari ini kami kirim (laporan pengaduan) ke Jakarta, kalau tidak ada halangan Senin sudah ada di MK," kata Ilhamuddin selaku Juru Bicara Koalisi didampingi Ikhsan Musri dan Tgk Riswan kepada Serambi, Minggu (27/4).

Adapun yang tertuang dalam berita acara koalisi parpol yang dilampirkan untuk dikirimkan ke MK, antara lain mengungkapkan hampir 80 persen TPS di Kabupaten Simeulue memulai tahapan pemungutan suara rata-rata pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB. Dengan waktu yang demikian banyak masyarakat yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Juga dibeberkan, rata-rata setelah dilaksanakannya pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS, kotak suara dibawa ke PPS untuk diserahkan ke PPK akan tetapi keberadaan kotak suara tersebut bisa 3-4 hari bahkan ada yang sampai lima hari.

Temuan lain yang disampaikan ke MK adalah, pada saat rekapitulasi penghitungan suara di PPS banyak saksi parpol tidak diundang oleh PPS. Hal itu hampir 80 persen terjadi di setiap PPS di Simeulue, sehingga para saksi atau parpol tidak menerima form C1 dan DA-1 dalam bentuk asli.

Pada poin lain laporan itu disebutkan, PPK Teupah Tengah mendapat tekanan dari KIP Kabupaten Simeulue agar mengikuti data yang telah ada di KIP bukan mengikuti data hasil rekapitulasi PPK yang telah dilaksanakan dan diikuti oleh saksi-saksi partai politik.

Sedangkan pada poin enam dan delapan disebutkan, terjadinya selisih penghitungan antara rekapitulasi PPK model DA-1 dengan hasil rekapitulasi KIP Simeulue dalam bentuk soft copy dan banyak temuan form model C1 yang telah dicoret dan di-tip-x di beberapa TPS di Kecamatan Alafan, sehingga parpol meragukan kebenaran form tersebut.(c48)


16.24 | 0 komentar | Read More

Tahanan Togel Tewas di Polsek Peukan Baro

Laporan : Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sulaiman Umar (64) warga Gampong Mee, Kecamatan Mutiara, Pidie, Senin (28/4/2014) sekitar pukul 11.00 WIB, ditemukan tewas di dalam sumur Mapolsek Peukan Baro.

Sulaiman tercatat sebagai tahanan dengan kasus togel. Ia diduga bunuh diri dalam sumur dengan cara melompat. Berdasarkan informasi didapat Serambinews, awalnya Sulaiman meminta izin untuk pergi berjemur di luar karena mengaku tidak Sehat.

Lalu, kapolsek mengizinkan Sulaiman keluar dari sel dan diketahui ia menuju kamar mandi. Kecurigaan kemudian muncul setelah Sulaiman terlalu lama nerada di kamar mandi.

Petugas yang kemudian memutuskan untuk masuk, menemukan Sulaiman dengan kondisi tak bernyawa di dalam sumur.


16.24 | 0 komentar | Read More

NU Pidie Jaya Gelar Konpercab Ke 2

Written By Unknown on Minggu, 27 April 2014 | 16.24

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Nahdhatul Ulama (NU) Pidie Jaya, Sabtu (26/4) melaksanakan komprensi cabang (Konpercab) ke 2. Tiga agenda utama yang dibahas  dalam Konpercab ke 2 yaitu, pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan kepengurusan PCNU priode mendatang, serta penyusunan program lima tahun mendatang.

Pada pertemuan  Konpercab ke 2 ini ikut dihadiri Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (Sekum-PWNU) Aceh, Tgk Asnawi M Amin SAg.Sekum PWNU Aceh berharap, agar NU Pijay harus kompak dan mampu menjalankan semua program yang telah ditetapkan.

Dalam Konpercab ke 2 ini Terpilih  sebagai Ketua Dewan Syuriah adalah, Drs Tgk H Muhammad Nurhasballah. Sementara sebagai Tamphiziah atau pengurus harian yaitu, Tgk H Marzuki HM Ali Meunasah. Sedangkan untuk pemilihan pengurus baru diberi waktu selama sepekan.***


16.24 | 0 komentar | Read More

Baksos Pegadaian Meureudu Obati Puluhan Pasien

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pegadaian Unit Meureudu, Pidie Jaya, Minggu (27/4) kemarin melaksanakan bakti sosial (Baksos) berupa pengobatan gratis dalam rangka hari jadinya yang ke 113. Umumnya yang ditangani pada baksos adalah penyakit Impeksi saluran pernafasan (Ispa). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang, tercatat sekitar 65 orang warga berhasil diobati.

Kepala Pengadaian Meureudu, Lufhi Zamri Lubis SE, kepada Serambinews.com mengatakan, baksos seperti itu sudah menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan kali ini bekerjasama dengan Pegadaian Cabang Bireuen. Diakui, baksos yang dilakukan pihaknya memang tidak seberapa apalagi yang ditangani adalah penyakit ringan.

"Untuk sementara hanya itu kemampuan kami. Insya Allah di tahun-tahun mendatang diupayakan lebih meluas lagi atau tak hanya sekadar pengobatan penyakit Ispa semata" ujarnya.***  


16.24 | 0 komentar | Read More

PDIP Sumut Sinyalir Ada Penggelembungan Suara

Laporan : Parlaungan Lubis | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM,MEDAN - PDI Perjuangan Sumatera Utara (PDIP Sumut) mensinyalir ada penggelembungan suara terutama untuk caleg DPR RI.

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Budiman Nadapdap, Minggu (27/4) kepada serambinews.com mengatakan, dugaan penggelembungan suara itu bisa terlihat dari jumlah partisipan. Pada saat pencoblosan dan berdasarkan lembar C-1 yang mereka kumpulkan, tingkat partisipasi masyarakat di angka 60 hingga 70 persen. Tetapi jika berdasarkan bilangan pembagi, tingkat partisipasi mencapai 90 persen.

Menurutnya, dengan penggelembungan suara ini, menjadi bukti, penyelanggaraan pemilu kali ini, masih diwarnai pelanggaran yang terstruktur dan masif.

PDI Perjuangan Sumatera Utara berharap, proses penyelenggaraan pemilu presiden nanti bisa berlangsung lebih baik dan berkualitas.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

Bawaslu Sumut Dalami Dugaan Kecurangan Pemilu 2014

Laporan  : Parlaungan Lubis  |  Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara memastikan jika mereka akan mendalami dugaan keterlibatan penyelenggara Pemilu 2014 dalam praktik kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan pemungutan suara berlangsung.

Hanya saja untuk saat ini, mereka terlebih dahulu mengawal pelaksanaan rekomendasi mereka baik untuk pemungutan suara ulang maupun penghitungan suara ulang yang mereka rekomendasikan di Sumatera Utara.

Pimpinan Bawaslu Sumut bidang hukum dan penindakan, Herdie Munthe  kepada serambinews.com Minggu (27/4) mengatakan, indikasi pelanggaran etik juga mereka temukan dalam berbagai kecurangan tersebut.

Seperti diketahui, Bawaslu Sumut merekomendasikan agar beberapa KPU kabupaten/kota menggelar perhitungan suara ulang  bahkan pemungutan suara ulang. Hal ini karena munculnya indikasi keurangan dan juga indikasi keterlibatan penyelenggara pemilu dalam pelaksanaan perhitungan suara.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

Jeumala Amal Juara Umum Porseni Pidie Jaya

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Madrasah Thanawiyah Swasta (MTsS) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Jeumala Amal-Luengputu Kecamatan Bandarbaru, keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke II Pidie Jaya tahun 2014. Sementara untuk tingkat dasar, juara umum diraih Madrasah Ibtidayah (MIN) Meureudu.

Para pemenang diumumkan panitia, di Panggung Mideuen Meurah Seutia halaman Kantor Bupati lama di Meureudu, Minggu (27/4) malam. Penutupan dilakukan H Iqbal MAg, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) setempat.

Juara pertama masing-masing cabang disiapkan untuk mengikuti Porseni ke XIV tingkat provinsi yang rencananya akan berlangsung di Bireuen akhir Agustus 2014 mendatang. Kakemenang berharap, agar Pijay mampu berada di tiga besar pada Porseni di Bireuen nanti.***


16.24 | 0 komentar | Read More

Terindikasi Korupsi, Kejati Stabat Perika Enam PNS BLH Langkat

Laporan :  Parlaungan Lubis  |  Sumatera Utara

 

SERAMBINEWS.COM, STABAT - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Stabat memeriksa intensif enam pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Lingkungan Hidup  (PNS) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat ukur udara dan laboratorium.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Stabat, Ricardo Marpaung di Minggu (27/4) membenarkan pemeriksaan itu. Katanya, enam PNS yang diperiksa itu adalah pejabat pembuat komitmen atas berbagai proyek  utamanya  adalah proyek pengadaan alat ukur udara dan laboratorium. Lainnya, loknum  pejabat pelaksana teknis kegiatan tahun 2012.

Sementara menyangkut dengan kerugian negara terhadap dugaan korupsi tersebut masih dilakukan perhitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Tersangka terhadap kasus dugaan korupsi ini sudah ada, namun belum bisa kami publikasikan, masih menunggu berbagai pemeriksaan terhadap seluruh saksi yang sudah diagendakan.

"Nanti, kalau sudah pemeriksaan terhadap saksi selesai seluruhnya, akan kami publikasikan siapa tersangkanya, agar masyarakat tahu apakah itu rekanan atau pejabat di instansi tersebut," katanya.***

 


16.24 | 0 komentar | Read More

Massa Rendam Tiga Pasang Anak Punk

Written By Unknown on Sabtu, 26 April 2014 | 16.24

BANDA ACEH - Keberadaan anak-anak punk lelaki dan perempuan di bantaran Krueng Aceh, belakang Hotel Medan, Peunayong, Banda Aceh, makin meresahkan warga sekitar. Klimaksnya, Jumat (25/4) sekitar pukul 00.30 WIB dinihari, massa merazia lokasi itu dan menemukan tiga pasang anak punk. Massa yang emosi lalu memangkas rambut mereka, kemudian keenamnya direndam di Krueng (Sungai) Aceh setengah jam.

Informasi ini awalnya diperoleh Serambi dari sumber-sumber di Banda Aceh.

Ketua Brigade Masjid Al-Muttaqin Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Saimun ketika dikonfirmasi membenarkan informasi itu. Ia bahkan mengakui termasuk satu di antara 30 massa yang melakukan penertiban anak-anak yang doyan hidup bebas tersebut.

Menurutnya, anak-anak punk sudah lama mangkal di kawasan itu, bahkan sudah berganti-ganti orang. Tiga pasangan yang ditangkap kemarin perempuannya diperkirakan berumur 13-15 tahun, sedangkan lelakinya berumur 15-19 tahun. Mereka sudah berbilang bulan mangkal di belakang hotel tersebut.   

"Sebelumnya kami juga telah berkali-kali mengingatkan mereka supaya bubar, tapi sepertinya imbauan kami diabaikan sehingga kami menertibkannya. Apalagi terkadang jumlah mereka mencapai 30-an orang," ungkap Saimun.

Ketua Brigade Masjid Al-Muttaqin Peunayong ini menambahkan, saat penertiban malam itu, awalnya mereka mendapati tiga anak punk pria. Ketiganya dilepaskan karena mereka tidak sedang bersama anak punk perempuan.

Namun, menjelang ketiga cowok itu dilepaskan, tiba-tiba ke luar tiga pasang anak punk lainnya, sehingga ketiga pasangan itu diinterogasi massa. Kemudian ada di antara massa yang langsung memangkas rambut ketiga pasangan itu karena rambut mereka terlihat tak lazim. Misalnya, selain awut-awutan, bercat warna-warni pula.

"Maka untuk memberi efek jera serta agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya, ketiga pasangan ini disuruh massa turun ke Krueng Aceh. Setelah hampir setengah jam direndam, akhirnya mereka dilepaskan setelah dinasihati agar jangan ada lagi yang mangkal di kawasan itu serta berkeliaran di Peunayong," ujar Saimun.

Menurut Saimun, aksi massa ini sempat menimbulkan perhatian warga yang memadati Jembatan Peunayong hingga ke bantaran Krueng Aceh yang berjarak sekitar 50 meter dari jembatan. Apalagi sesaat kemudian aparat Polresta Banda Aceh tiba ke lokasi kejadian.

Namun, ketiga pasangan yang semuanya mengaku anak Aceh itu sudah duluan dilepas massa.

Kembali berkeliaran
Menurut catatan Serambi, pada 10 Desember 2011, 65 anak punk terjaring razia di Banda Aceh. Kemudian, Pemko Banda Aceh bekerja sama Polda Aceh membina mereka di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar, sekitar sepuluh hari. Selanjutnya, anak-anak punk asal Aceh dikembalikan ke orang tuanya. Sedangkan anak punk asal daerah lain, umumnya dari Sumut dipulangkan ke provinsi masing-masing.

Namun, akhir-akhir ini anak punk sudah tampak banyak lagi berkeliaran di Banda Aceh, bahkan meresahkan warga. Pada 21 November 2013 puluhan anak punk nekat mengeroyok seorang pengunjung kafe di kawasan Rex Peunayong. Pasalnya, pengunjung itu sempat marah kepada seorang anak punk yang memaksa meminta uang padanya. Para anak-anak punk ini sempat diamankan polisi.   

Sebelumnya, pada 12 Januari 2013, anak punk asal Medan bernama Rosi (23) pura-pura tewas di bantaran Krueng Aceh belakang Hotel Medan. Aksinya itu heboh hingga datang polisi mengangkutnya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Namun, sesampai di RS itu ia terbangun dalam kondisi sehat usai melihat suntikan. (sal)


16.24 | 0 komentar | Read More

Masjid Raya tak Ada Air Wudhuk

* Seratusan Jamaah Jumat Kecewa

BANDA ACEH - Seratusan jamaah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (25/4) kemarin, panik akibat tak ada air untuk berwudhuk, sementara shalat sudah dimulai. Sebagian jamaah berlari mengambil kendarannya untuk mencari masjid lainnya, sebagian lagi membeli air mineral dalam botol, dan ada pula yang terpaksa pulang.

Berdasarkan pemantauan Serambi, para jamaah tampak kecewa karena tidak adanya air untuk berwudhuk di masjid tersebut. Hampir semua jamaah shalat Jumat saat itu menunjukkan raut wajah kecewa karena saat membuka kran, tak ada air yang mengucur.

Informasi yang dihimpun Serambi dari sejumlah jamaah, krisis air di masjid tersebut sudah terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, air masih mengucur dari kran-kran yang ada di halaman masjid itu, namun hanya sedikit. Kondisi ini mengakibatkan jamaah membutuhkan waktu yang lama untuk berwudhu.

Beberapa menit kemudian, air dari kran sama sekali tak mengucur lagi. Akibatnya, sebagian jamaah ada yang memilih bertayamum di pohon sekitar masjid. Ada juga yang mencari stok air mineral di mobil atau membelinya. Ada juga yang bergegas mencari masjid lainnya, bahkan ada sebagian yang memilih pulang ke rumah.

"Saya sudah cek tidak ada air, baik itu di dalam tempat wudhu pria maupun di luar gak ada air. Akhirnya ada yang masuk ke tempat wudhu perempuan, di situ ada air tapi tidak mencukupi juga," ujar Edi yang mengaku kecewa dengan kejadian itu.

Menurutnya, ada jamaah yang terlebih dahulu masuk ke kamar mandi untukbuang air kecil sebelum wudhu, dan ternyata di kamar mandi pun tak ada air. Ia menambahkan, hingga usai shalat Jumat, ada jamaah yang belum sempat shalat dan berdiri di halaman masjid, ada juga yang berencana wudhu di kolam depan masjid tapi tak jadi karena airnya kotor. "Saya sendiri wudhu pakai air mineral yang tinggal setengah botol lagi, ya dicukup-cukupkan saja," pungkas Edi.

Terjebak parkir
Masih dalam pantuan Serambi, ada juga sejumlah jamaah yang masih berada di masjid hingga selesainya shalat Jumat karena tidak sempat lagi pulang maupun mencari masjid lain untuk shalat Jumat. Sebab kendaraan para jamaah tak bisa keluar dari lokasi parkir karena terhalang kendaraan lain.

Selain itu, di depan masjid juga terparkir bis pariwisata dari Malaysia yang berwisata ke Aceh. "Ini memalukan, masa masjid tidak ada air, dan harus wudhu dengan air mineral, banyak yang telat shalat Jumatnya, bahkan ada juga yang terpaksa pulang," kesal wartawan Metro TV, Ali yang juga melaksanakan shalat Jumat di masjid tersebut.(hs)


16.24 | 0 komentar | Read More

Haji Uma ke Senayan

* Senator Aceh tanpa Muka Lama

BANDA ACEH - Sudirman atau yang lebih dikenal dengan nama peran Haji Uma di Serial Komedi Aceh Eumpang Breuh lolos ke Senayan sebagai satu dari empat calon anggota DPD asal Aceh. Tiga sosok lain adalah Fahcrul Razi MIP, Drs H Ghazali Abas Adan, dan Rafli.

Kepastian lolosnya calon anggota DPD asal Aceh tersebut setelah mereka meraih suara terbanyak 1-4 berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara calon DPD untuk tingkat provinsi yang dituntaskan KIP dan Bawaslu Aceh di Gedung Utama DPRA, Jumat (26/4) malam.

Berdasarkan hasil rekap tersebut, Fachrul Razi menduduki posisi teratas setelah mendulang 345.915 suara. Sedangkan posisi kedua, ketiga, dan keempat masing-masing diraih Drs H Ghazali Abas Adan (144.505 suara), Sudirman (136.964 suara), dan Rafli (134.509 suara).

Total suara yang masuk untuk kursi DPD mencapai 2.240.124 suara atau baru sebesar 67,57 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 2014 di Aceh sebanyak 3.315.094 orang.

Hasil akhir rekapitulasi penghitungan suara untuk calon DPD sangat mengejutkan. Terutama untuk calon DPD nomor urut 25 atas nama Rafli. Pada perekapan hari ketiga, Kamis (24/4), posisinya masih berada pada urutan lima dengan jumlah suara 86.914.

Tapi, setelah suara hasil pencoblosan caleg DPD dari empat daerah masuk ke KIP Aceh, Rafli naik ke posisi keempat dengan jumlah suara 134.506 sehingga menggeser calon nomor urut 24 atas nama Nazir Adam yang meraih 103.926 suara.  

Rafli bisa menggeser posisi Nazir Adam dari tempat keempat karena pada saat KIP Aceh merekap perolehan suara caleg DPD dari Kabupaten Aceh Selatan, ia mendapat tambahan 40.960 suara, sedangkan Nazir Adam dari daerah yang sama cuma mendapat tambahan 209 suara.

Sebelumnya, Nazir Adam bisa menempati posisi keempat karena mendapat tambahan dari Kabupaten Pidie sebanyak 89.707 suara. Namun posisi tempat keempat untuk Nazir hanya bertahan sekitar 24 jam. Nazir jatuh ke posisi enam setelah calon DPD nomor urut 2 atas nama Ahmad Farhan Hamid bertengger di posisi kelima dengan suara 114.010 suara.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi kepada Serambi mengatakan, untuk sementara calon DPD yang berada pada posisi lima dan enam belum mendapat tiket ke Senayan. Ini disebabkan karena kursi DPD yang tersedia untuk Aceh dalam Pileg 2014 hanya untuk empat orang.(her)


16.24 | 0 komentar | Read More

Ini 13 Wakil Aceh ke DPR

BANDA ACEH - Rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pileg 2014 oleh KIP Aceh untuk DPR RI hingga tadi malam dilaporkan tuntas 100 persen. Pemenang pertarungan antara Said Fuad Zakarya/M Salim Fachry di Dapil 1 maupun Firmandez/Marzuki Daud di Dapil 2 terjawab sudah. Kejutan juga terjadi di Dapil 2 ketika dua caleg Gerindra, Ismail Bardan dan Amiruddin yang sempat bersaing ketat namun pertarungan itu dimenangkan teman separtai mereka atas nama Khaidir.

Menurut catatan dan pantauan Serambi, munculnya pemenang pertarungan antara sesama caleg Partai Golkar, baik di Dapil 1 antara Said Fuad Zakarya dengan M Salim Fachry maupun di Dapil 2 antara Firmandez dengan Marzuki Daud setelah empat daerah yaitu Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan menyerahkan dokumen rekapitulasi perolehan suara pileg DPR, DPD, dan DPRA ke KIP Aceh untuk direkap.

Misalnya, caleg dari Dapil 1 Partai Golkar, Salim Fachry/Sayed Fuad Zakarya, setelah dilakukan rekap suara DPR RI dari empat kabupaten/kota tersebut, yang menjadi pemenangnya adalah Salim Fahcry setelah mendapat tambahan suara dari Aceh Tenggara sebanyak 32.873 sehingga total suara Salim melambung jadi 42.557 suara. Serdangkan Sayed Fuad Zakarya mentok pada 38.684 suara.

Sedangkan untuk Dapil II, persaingan dua caleg Partai Golkar yaitu Marzuki Daud dan Firmandez dimenangkan oleh Firmandez setelah Firmandez mendapat tambahan suara dari Aceh Tengah 1.704 suara sehingga total suara Firmandez 24.861 sedangkan Marzuki Daud hanya berjumlah 22.602.

Kejutan juga terjadi di Dapil 2 yang sempat bersaing caleg Partai Gerindra Ismail Bardan SH dengan Amiruddin. Namun pada akhirnya yang jadi pemenang justru teman separtai mereka atas nama Khaidir nomor urut 5. Khaidir menang karena mendapat tambahan suara cukup besar dari Aceh Utara yaitu 32.124 suara, sehingga total suaranya menjadi 42.124. Sedangkan Ismail Bardan SH hanya 35.507 suara dan Amiruddin 38.235 suara.       

 Wakil Aceh ke DPR
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pileg 2014 oleh KIP Aceh untuk DPR RI, wakil-wakil Aceh ke DPR RI untuk lima tahun ke depan tercatat masing-masing tujuh orang dari Dapil 1, yaitu Bachtiar Aly (Nasdem), Irmawan (PKB), M Nasir Djamil (PKS), M Salim Fachry (Golkar), Fadhullah (Gerindra), T Riefky Harsya (Demokrat), dan Muslim Aiyub (PAN).

Sedangkan dari Dapil 2, masing-masing Zulfan Lidan (Nasdem), Firmandez (Golkar), Khaidir (Gerindra), Muslim (Demokrat), Tagore Abubakar (PDIP), dan Anwar Idris (PPP).

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi usai memimpin rekapitulasi penghitungan perolehan suara untuk caleg DPR RI di Gedung DPRA tadi malam kepada Serambi mengatakan, untuk perolehan suara caleg DPR RI, baik untuk Dapil 1 Aceh yang meliputi 15 kabupaten/kota, maupun Dapil 2 sebanyak 8 kabupaten/kota sudah tuntas 100 persen.

Dari 23 kabupaten/kota yang perolehan suara caleg DPR RI telah direkap seluruhnya, jumlah suara sah mencapai 2.316.229. Kalau dikoversikan dengan jumlah data pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.315.094, ini artinya partisipasi masyarakat pada Pileg 9 April 2014 hanya 69.86 persen.

Partai yang meraih kursi di DPR RI, hanya 9 dari 12 partai yang ikut memperebutkan kursi. Untuk Dapil 1 cuma tersedia 7 kursi dengan 'harga' 1 kursi di Dapil 1 cukup besar, mencapai 179.193 suara, karena total suara sahnya mencapai 1.254.354 suara.

Dari tujuh partai yang memperoleh kursi DPR RI dari Dapil 1 Aceh, caleg yang lolos dengan perolehan suara terbanyak masing-masing dari Partai Demokrat atas nama H Teuku Riefky Harsya Bsc MT (65.861 suara), kedua caleg Partai Gerindra atas nama Fadhullah (Dek Fad) 63.872 suara, ketiga caleg PKS atas nama M Nasir Djamil SAg 62.400 suara, keempat caleg dari PAN atas nama Muslim Ayub 47.035 suara, kelima caleg dari Partai Golkar atas nama HM Salim Fachry SE MM 42.557 suara (mengalahkan teman separtainya, H Sayed Fuad Zakarya SE yang emmperoleh 38.684 suara), keenam caleg dari PKB atas nama Irmawan SSos 40.191 suara, dan ketujuh caleg Partai Nasdem atas nama Prof Dr Bachtyar Aly MA sebanyak 38.820 suara.

Untuk Dapil II Aceh, jumlah suara yang masuk 1.061.873 suara dengan jumlah kursi yang tersedia 6 sehingga harga untuk 1 kursi mencapai 176.978 suara. Yang lolos memperebutkan 6 kursi itu masing-masing Partai Gerindra sebanyak 181.847 suara, kedua Partai Demokrat 142.411, ketiga PPP 123.946 suara, keempat Partai Nasdem sebanyak 120.453 suara, kelima PDI P 110.281 suara dan keenam Partai Golkar 91.546 suara.

Di Dapil 2 Aceh, caleg yang paling banyak meraih suara adalah, pertama dari PDIP atas nama Ir Tagore Abubakar mencapai 64.159 suara, kedua caleg dari Partai Gerindra atas nama Khaidir 42.124 suara (mengalahkan suara terbanyak teman separtainya Ismail Bardan 35.507 dan Amiruddin 38.235 suara), ketiga caleg dari PPP atas nama Anwar Idris 52.459 suara, keempat caleg dari Partai Demokrat atas nama Muslim 41.219 suara, kelima caleg dari Partai Golkar atas nama Firmandez 24.861 suara (mengalahkan teman separtainya, Marzuki Daud yang memperoleh 22.602 suara) dan keenam caleg dari Partai Nasdem atas nama Zulfan Lidan 47.594 suara.(her)

suara penentu untuk
salim dan firmandez
* Suara dari Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan masuk ke KIP Aceh, Jumat (25/4)
* Suara dari empat daerah itu mengalir cukup besar untuk caleg DPR RI dari Partai Golkar, Salim Fachry (Dapil 1) sehingga menutup peluang rekan separtainya, Sayed Fuad Zakarya
* Di Dapil II, caleg dari Partai Golkar lainnya, Firmandez dipastikan lolos ke Senayan setelah mendapat tambahan suara dari Aceh Tengah sebanyak 1.704 suara sehingga rekan separtainya, Marzuki Daud harus terjegal


16.24 | 0 komentar | Read More

Masyarakat Sipil Aceh Dukung Parpol Gugat Hasil Pemilu

BANDA ACEH - Berbagai komponen masyarakat sipil yang tergabung dalam Konsorsium Pemilu Bersih Aceh (KPBA) mendukung tindakan partai politik (parpol) untuk menggugat hasil Pemilu 9 April 2014 di Aceh. Dukungan tersebut mereka maksudkan sebagai upaya penegakan demokrasi secara massive dengan berlandaskan pada legitimasi hukum di Aceh.

Alasan lainnya mengapa KPBA mendukung parpol menggugat hasil pemilu, karena pascapesta demokrasi 9 April lalu di Aceh banyak kekisruhan yang timbul mulai dari tingkat desa hingga provinsi.

Pernyataan sikap KPBA itu mereka sampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Bersama (Sekber) KPBA di Banda Aceh, Jumat (25/4).

Anggota KPBA, Askhalani mengatakan, untuk menguji legitimasi demokrasi di Aceh dapat dilihat dengan menempuh upaya hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK). "Upaya gugatan adalah langkah yang tepat dilakukan partai yang merasa dikebiri hak konstitusionalnya oleh penyelenggara pemilu di Aceh," kata Koordinator Gerak Antikorupsi (GeRAK) Aceh ini.

Pelaksanaan pemilu di Aceh, kata Askhalani, masih bermasalah dan berpotensi melanggar Undang-Undang Pemilu itu sendiri.

KPBA mengaku dapat data dari hasil pengawasan dan pelaporan yang disampaikan parpol kepada mereka bahwa ada 17 kasus penolakan hasil pleno penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif 2014.

Kasus-kasus tersebut terjadi di sejumlah daerah di Aceh. Di antaranya di Sabang, Aceh Besar, Banda Aceh, Simeulue, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Pidie, Lhokseumawe, Langsa, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Gayo Lues.

Anggota KPBA lainnya, Agusta, menyebutkan bahwa partai yang paling banyak menolak hasil pemilu di Aceh adalah Partai Nasional Aceh (PNA). Sedangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Aceh (PA), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan partai yang paling sedikit melakukan upaya penolakan.

Menurutnya, upaya penolakan yang dilakukan parpol peserta pemilu di Aceh tersebut karena banyaknya masalah seperti masalah teknis, etik, kecurangan pada pencoblosan, hingga hasil penghitungan suara yang bermasalah di setiap tingkatan.

Bahkan, lanjut dia, pada saat pemantauan pihaknya mendapatkan rekaman pembicaraan antara Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf dengan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur tentang permintaan memenangkan PA dalam pertemuan internal PA di Aceh Timur.

Dalam rekaman itu, kata Agusta, Muzakkir Manaf meminta Ketua KIP Aceh Timur, Ismail SAg untuk memenangkan PA.

Hal yang sama dikatakan Zulfikar Muhammad. Direktur Koalisi NGO HAM Aceh ini menyatakan, KPBA sudah melaporkan banyak pelanggaran pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar masalah itu dapat ditindaklanjuti.

"Karenanya, KPBA mendesak DKPP untuk mengusut parpol tertentu dan penyelenggara pemilu serta mendukung parpol untuk menggugat hasil Pemilu 2014. KPBA juga mendesak Gubernur Aceh menjaga netralitas sebagai penyelenggara negara dan tidak berupaya merugikan peserta pemilu legislatif," katanya.

Gubernur ikut disorot KPBA karena beberapa hari sebelumnya Gubernur Zaini Abdullah meminta semua parpol untuk menerima hasil pemilu dan tidak lagi mempersoalkannya.

Selain itu, lanjut Zulfikar, pihaknya juga mendesak Bawaslu RI dan DKPP untuk melakukan supervisi agar semua permasalahan yang sedang terjadi pascapemilu di Aceh dapat secepatnya diselesaikan. "Salah satu hal yang sangat prinsipil adalah berupa tindakan mengevaluasi Bawaslu dan KIP Aceh terhadap kedudukan berbagai rekomendasi yang diterbitkan Bawaslu Aceh yang menurut pantauan kami masih belum jelas tindak lanjutnya," demikian Zulfikar. (sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Karena Iri, Pedagang Bangun Masjid Sendiri

AZWIR NAZAR, mantan pengurus Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, melaporkan dari Turki

ADA sebuah masjid yang memiliki kisah menarik di Istanbul. Tak banyak orang yang tahu atau pernah berkunjung ke masjid ini. Rumah Allah yang satu ini sangat istimewa, baik dilihat dari sisi sejarah maupun penamaannya. Namanya "Sanki Yedim", nama yang bahkan terbilang asing di telinga sebagian orang Turki.

Masjid ini tidak sepopuler Masjid Biru (Blue Mosque), Hagia Sofia, Bosphorus, atau aneka peninggalan Dinasti Ustmani lainnya.

Masjid ini memang tak ramai dikunjungi karena bukanlah masjid besar di Istanbul. Ia terletak di Distrik Fatih, Zeyrek Mahallesi. Pada masa Ottoman wilayah ini termasuk basis sejarah dan tempat ibadah.

Menurut legenda di kota dua benua ini, masjid tersebut dibangun oleh seorang pedagang kecil bernama Kececizade Hayreddin. Awalnya dia iri melihat sebuah masjid megah yang dibangun salah satu pangeran Turki Ustmani saat itu. Lalu sang pedagang tersebut bertekad ingin membangun sebuah masjid sendiri, seperti yang dilakukan sang pangeran. Padahal dia hanya memiliki sebuah warung kecil.

Hayreddin pun kemudian mengumpulkan penghasilannya hari demi hari sampai 20 tahun lamanya pada abad ke-18. Baru setelah sejumlah dana terkumpul Hayreddin atau dikenal juga dengan nama Adanali Sakir Effendi, membangun masjid. Jadi, keiriannya diarahkan untuk tujuan yang baik, membangun rumah Allah.

Dari sisi namanya sendiri masjid ini juga sangatlah unik. Ia masyhur dengan sebutan "Sanki Yedim". Dalam bahasa Turki gabungan kata itu berarti "seolah-olah sudah makan". Hal yang benar-benar luar biasa dilakukan Hayreddin adalaah dia rela tidak makan, atau berpura-pura telah kenyang, dan terkadang seolah-olah sudah makan demi menabung uang untuk cita-cita besarnya, membangun sebuah masjid semasa hidupnya.

Sederhananya, saat makan tiba, dia memilih tidak makan, sampai sebegitunya pengorbanan hayreddin. Atau makan sekadarnya saja, mengurangi porsi makan, bahkan ada hari yang dia lewati tanpa makan supaya uang hasil dagangannya bisa ditabung.

Cara dia menyisihkan uang makannya ini menjadi motivasi dan spirit bagi siapa pun yang berniat baik membangun rumah Allah. Sekali lagi masjid ini memang tidak semegah dan seindah masjid-masjid lainnya di Istanbul maupun Turki. Tapi sebuah perjuangan tulus dan cara membangunnya telah mendatangkan ketakjuban yang luar biasa, sehingga Masjid Sanki Yedim masih menjadi buah bibir antargenerasi di Turki.

Kesungguhan dan pengorbanan sang pedagang yang tak kaya ini tidak dapat terganti oleh nilai materi apa pun. Semua itu dia lakukan karena landasan iman dan tekad yang kuat di dalam dirinya untuk membangun sebuah rumah Allah.  

Sekadar tambahan, di Turki kini urusan agama dikelola oleh satu departemen bernama Diyanet. Termasuk ke dalamnya urusan kemakmuran masjid. Jadi, para imam dan khatib--seperti halnya pegawai negeri--mendapat gaji setiap bulan dari pemerintah.

Dalam praktiknya, mulai dari judul sampai materi khutbah disiapkan oleh lembaga ini. Mereka mengelola urusan masjid secara profesional dan terintegrasi dengan masjid-masjid yang ada di Turki. Misalnya, kalau ada yang ingin menyumbang ke masjid atau berinfak Jumatan, sumbangannya dikelola satu pintu oleh Turkiye Diyanet.

Lembaga inilah selanjutnya yang akan mendistribusikan sumbangan atau infak tadi, termasuk mengatur pembangunan masjid. Maka tak mengherankan bila hanya dalam berbilang bulan banyak masjid baru muncul di Turki. Pembangunannya bisa rampung dalam dalam waktu cepat, karena infak jamaah/donatur hanya masuk melalui satu pintu. Kemudian didistribusikan ke sasaran yang tepat. Misalnya untuk bulan ini hasil infak dari masjid-masjid di Ankara diplotkan untuk menyelesaikan masjid A, lalu bulan depan ke masjid lain, dan seterusnya. Dengan cara inilah jumlah masjid baru di Turki cepat bertambah dan masjid yang sudah duluan ada tetap bagus manajemennya.

Begitulah, musim boleh berganti, penguasa boleh berbeda, tapi kebijakan untuk memakmurkan masjid tetap terjaga dari waktu ke waktu. Sehingga, cuaca di Turki boleh saja dingin atau panas, tapi ketika masuk ke dalam masjid kita hanya akan merasakan keteduhan dan kekhusyukan beribadah. Tak terkecuali di Masjid Sanki Yedim yang saya ceritakan di awal laporan ini.

Maka bila Anda punya kesempatan berkunjung ke Istanbul, tak ada salahnya untuk menambahkan satu lagi destinasi baru dalam daftar kunjungan Anda, yakni mendatangi dan shalat dua rakaat di Masjid Sanki Yedim ini. Rasakan sendiri gairah spiritualnya. [email penulis: azwir.nazar@yahoo.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com


16.24 | 0 komentar | Read More

Warga Buket Mulia Krisis Air Bersih

Written By Unknown on Jumat, 25 April 2014 | 16.24

Laporan : Ferizal Hasan | Bireuen  

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ratusan warga Desa Buket Mulia, Kecamatan Juli, Bireuen, sejak beberapa tahun lalu hingga kini mengalami krisis air bersih dan kesulitan memperoleh air bersih.

Selain akibat musim kemarau, mayoritas warga di desa tersebut belum memiliki sumur, karena sulit untuk menggali sumur, lantaran letak geogarfis desa tersebut perbukitan dan tanah karang.

"Selama ini warga desa kami harus mengangkut air dari meunasah yang sudah memiliki sumur, berjarak sekitar 300 meter dari rumah penduduk, ada juga warga yang membeli air dari mobil pengangkutan dan dari rumah warga di kawasan rendah yang ada sumur dengan membayar kepada pemilik sumur antara Rp 30.000-Rp 50.000 per bulan," kata Mukhtar warga Buket Mulia kepada Serambinews.com, Jumat (25/4/2014).

Tapi sejak beberapa bulan terakhir ini, air di sumur meunasah dan dari beberapa sumur rumah penduduk mulai kekeringan akibat musim kemarau. Kondisi itu kian menyulitkan warga Buket Mulia semakin sulit untuk memperoleh air bersih.


16.24 | 0 komentar | Read More

BEM Unsyiah Mulai Tuntut Janji Caleg

BANDA ACEH - Tahapan Pemilu 2014 kini mulai memasuki tahap akhir. Nama-nama caleg terpilih juga sudah mulai bisa diprediksi. Seiring dengan itu, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah memperingatkan para caleg terpilih untuk bersiap-siap menunaikan janji yang disampaikan selama masa kampanye. Mahasiswa juga menuntut para caleg mewujudkan komitmennya untuk membangun Aceh, sehingga pesta demokrasi ini dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk Aceh.

"Komitmen serta janji selama masa kampanye harus direalisasikan, kami menuntut itu," kata Muhammad Chaldun, Presiden Mahasiswa Unsyiah kepada Serambi Kamis (24/4).

BEM Usyiah, kata dia, juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga perdamaian di Aceh, khususnya bagi anggota legislatif yang terpilih. "Jangan sampai pemilu malah membuat Aceh semakin karut marut," ujar Chaldun.

Sementara itu, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan BEM Unsyiah, Ikhwan Reza menilai pelaksanaan pemilu di Aceh masih belum berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi selama proses pelaksanaan pemilu berlangsung.

"Masih banyak ditemukan berbagai praktik kecurangan dalam pemilu seperti penggelembungan suara, intimidasi,  money politic, penyalahgunaan A5, bahkan kecurangan yang dilakukan oleh KPPS  sendiri. Ini adalah segelintir masalah yang terekspos ke permukaan publik, belum lagi pelanggaran-pelanggaran lainnya," sebutnya.

Oleh karena itu, lanjut Ikhwan, kasus-kasus pelanggaran serta pelakunya harus segera ditindak. "Bahkan jika memang terbukti para peserta pemilu melakukan pelanggaran, maka Bawaslu ataupun panwaslu kabupaten/kota jangan takut atau ragu untuk mendiskualifikasi partai tersebut. Karena belum terpilih saja sudah berani menipu rakyat, apalagi ketika sudah terpilih, bisa lebih dari sekedar menipu," kata Ikhwan.(sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Warga Singkil Terserang Diare

Laporan : Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL  - Banyak warga Aceh Singkil mengeluhkan demam, batuk dan diare. Hal itu disebabkan perubahan cuaca dari kemarau ke musim penghujan yang terjadi secara ekstrim. Kemudian warga juga masih banyak yang tidak menerapkan pola hidup sehat.

Demam dan diare menyerang balita hingga dewasa. Bahkan dalam satu keluarga ada yang terserang dua penyakit tersebut, secara bersamaan.

"Pertama anak paling besar demam, setelah itu adiknya lalu merembet jadilah sekeluarga sakit, ada yang batuk dan diare," kata Herman, Singkil Utara, Jumat (25/4/2014).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo mengakui, memasuki musim penghujan kesehatan warga terganggu. Ia menghimbau masyarakat meningkatkan pola hidup sehat lebih baik lagi, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami menghimbau warga agar benar-benar menjaga kebersihan lingkungan dan tingkatkan pola hidup sehat lebih baik lagi," kata Edy.

Edy juga meminta, warga yang sakit segera berobat ke Puskesmas atau pusat kesehatan terpadu (Pustu) terdekat. Jangan sampai setelah sakit bertambah parah baru berobat.

"Selama musim penghujan ini, kami sudah intruksikan petugas kesehatan supaya bersiaga penuh. Silakan warga yang sakit berobat segera ke Puskesmas," ujarnya.


16.24 | 0 komentar | Read More

Besok, Pemilu Ulang di Nias Selatan

Laporan : Parlaungan Lubis | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Akhirnya Pemilu ulang di Kabupaten Nias Selatan (341 km Barat dari Medan ke Sinolga/92 mil laut dari Sibolga ke Nias Selatan) dilaksanakan, Sabtu (26/4/2014). Komisioner Bawaslu, Herdi Munthe mengatakan, pelaksanaan pemilu diambil alih Bawaslu Pusat. 

"Berdasarkan rekomendasi Bawaslu Pusat, seluruh Kecamatan dilaksanakan Pemilu ulang di Nisel (Nias Selatan)," kata Herdi kepada wartawan di Medan, Jum'at (25/4).

Namun menurut Komsioner KPU Evie Novida Ginting, hanya 30 TPS dari 5 Kecamatan yang dilakukan pencoblosan ulang. "Kami belum mendapat surat pemberitahuan kalau dilakukan di seluruh TPS. Sementara kami hanys menyiapkan  logistik untuk 30 TPS," kata Evi.

Dengan dilaksanakan  pemilu ulang di Nisel maka pleno hasil rekapitulasi untuk Caleg DPR RI Dapil Sumut 2 dan Caleg DPRD Sumut dapil Kepulauan Nias ditunda sampai selesai pemilu ulang.


16.24 | 0 komentar | Read More

Puluhan Kerbau Mati Mendadak

Laporan : Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM. SINGKIL - Kerbau milik warga Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, mati mendadak. Hingga kini, penyebab kematian kerbau yang dibiarkan lepas tanpa kandang tersebut, masih misterius.

Namun menurut warga, peristiwa itu mirip seperti yang terjadi tahun 2005 silam. Kala itu hampir seluruh kerbau di sana mati mendadak.

Zirin Capah, warga Cingkam, Jumat (25/4/2014) mengatakan, dua ekor kerbau milik orang tuannya mati mendadak. Anehnya, sebelumnya tidak ada tanda-tanda gejala sakit apapun.

"Punya orang tua saya dua mati mendadak. Punya saudara dan tetangga ada juga, kalau ditotal dalam sebulan ini mungkin ada 30 ekor yang mati," kata Zirin.

Menurut Zirin, kematian kerbau secara mendadak paling banyak terjadi dalam pekan ini. Bangkai kerbau yang mati dihanyutkan ke sungai (lae) Soraya yang mengalir di dekat Desa Cingkam.

"Tahun 2005 kerbau banyak mati mirip seperti sekarang. Sejak 2006 orang tua kami kembali memelihara, ternyata diserang penyakit hampir sama mati mendadak," ujarnya.


16.24 | 0 komentar | Read More

SMPN 1 Meureudu Gelar Qatam Al QurĂ¢€™an

Laporan : Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya, berikut dewan guru, Jumat (25/5/2014) pagi melaksanakan qatam Al Qur'an.

Pembacaan Kalam Ilahi secara bersama-sama berlangsung di halaman tengan sekolah dipimpin Tgk Nazaruddin, guru agama pada sekolah tersebut. Mereka berharap, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) awal Bulan Mei 2014, berlangsung dengan lancar dan mendoakan supaya lulus seratus persen.

Kepala SMPN 1 Meureudu, Cut Rosnizar menyebutkan, qatam Al Qur'an yang dilakukan itu sudah menjadi agenda tetap di sekolah yang dipimpinnya. Tujuannya tidak lain adalah mengharapkan Ridha Allah SWT.

Kegiatan ini sekaligus mendoakan agar ke 173 orang anak didik yang akan mengikuti UN, berhasil atau lulus seratus persen.
 


16.24 | 0 komentar | Read More

Polisi Pencabul Murid SD Diduga Kelainan Jiwa

Written By Unknown on Kamis, 24 April 2014 | 16.25

BANDA ACEH - Psikolog Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh, Dra Endang Setianingsih MPd Psi menduga oknum Polda Aceh, Brigadir Mu yang dikabarkan mencabuli dua anak sekolah dasar (SD) di Banda Aceh, diduga mengalami kelainan jiwa (psikis) yang berpengaruh terhadap perilaku seks menyimpang, sehingga ia tega mencabuli dua murid SD baru-baru ini.

Kemarin, tersangka yang ditahan di Mapolresta Banda Aceh itu juga diperiksa psikolog dari Mapolda Aceh, namun belum diketahui hasilnya. Sedangkan Endang adalah psikolog BP3A yang sejak awal kasus ini terungkap intens mendampingi dua bocah itu.

Menurut Endang, mulanya ia menduga tersangka hanya mengalami kelainan seks berupa pedofilia atau kecenderungan suka beraktivitas seks dengan anak di bawah umur. Namun, berdasarkan keterangan saksi dari gampong tempat tersangka tinggal, Mu pun doyan memperlihatkan alat vitalnya kepada perempuan.

"Perilaku seperti ini diistilahkan ekshibisionisme. Penderita seks menyimpang seperti itu suka dan terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, dan lain sebagainya atas ulahnya yang memperlihatkan alat kelamin. Kelainan ini suatu gangguan kejiwaan," kata Endang menjawab Serambi, Rabu (23/4).

Namun, menurut Endang, dirinya belum tahu apakah tersangka mengalami kelainan ini karena dulu pernah menjadi korban seks menyimpang atau melihat adegan hubugan seks ketika masih kecil sehingga terangsang untuk berbuat hal-hal demikian.

"Karena itu, psikolog kepolisian harus bisa mengetahui penyebab kelainan kejiwaan yang berpengaruh terhadap perilaku seks menyimpang tersangka," ujar Endang seraya menambahkan bahwa hal itu perlu ditelusuri agar tersangka bisa dikembalikan ke kondisi normal, apalagi dia sudah beristri dan punya seorang anak.

Psikolog ini menambahkan, pihaknya kini juga sedang fokus mengembalikan kondisi psikis kedua korban agar normal atau tak lagi trauma. Menurutnya, sejak kemarin keduanya sudah mulai ceria dan bersekolah. Mereka diantar oleh Endang sebagai psikolognya.

Endang berharap pihak keluarga, maupun pihak sekolah harus terus memantau atau memberi perhatian lebih kepada keduanya.

"Jangan ditanya-ditanya lagi soal itu, termasuk media massa, jangan terlalu memberitakan kasus ini dengan vulgar," pinta Endang.  

Dihubungi sore, Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Sugeng Hadi Sutrisno mengatakan, tersangka Mu kemarin sudah resmi ditahan setelah sehari sebelumnya diringkus tak jauh dari Mapolresta Banda Aceh. "Sedangkan pemeriksaan lanjutan terhadap kejiwaan (psikis) tersangka, tadi sudah selesai dilakukan oleh psikolog dari Polda Aceh, tapi hasilnya belum diberitahukan ke kami. Hasil pemeriksaan itu nanti diberitahukan ke kami, apakah secara kejiwaan yang bersangkutan layak dipertahankan sebagai polisi, tapi harus disembuhkan atau tak layak dipertahankan," jawab Wakapolresta.

Menurutnya, di luar pertimbangan kejiwaan, apabila tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka nantinya terbukti, maka ia terancam dipecat dari dinas kepolisian.

Secara pidana, perbuatan tersangka melanggar Pasal 81 juncto 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman maksimalnya 15 tahun penjara. Kita tetap memproses yang bersangkutan layaknya memproses masyarakat sipil lainnya. Ya, sejauh ini baru dua korban melapor, jika ada korban lainnya kita persilakan melapor ke polisi," imbau Wakapolresta.

Sebagaimana diberitakan kemarin, meski saat diperiksa tersangka tak mengakui perbuatannya, tapi dari bukti dan unsur lainnya polisi menilai sudah cukup bukti.

Selain korban yang sudah dimintai keterangan dengan didampingi psikolog, sejumlah anak lain yang menjadi saksi serta orang tua korban pun telah diperiksa. Hasil visum, seorang korban didapati ada memar di bagian alat vitalnya. Sedangkan korban lainnya mengaku "diperintahkan" tersangka melakukan perbuatan yang tak wajar untuk anak seusianya. (sal)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kendati di Penjara, Caleg Hanura Raih Suara Terbanyak

Laporan: Parlaungan Lubis  | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, PANYABUNGAN – Kendati mendekam dalam penjara, seorang caleg dari Partai Hanura di Panyabungan (500 km Selatan Medan), Ir.Ali Makmur Nasutiona alias Jaganding menyabet suara terbanyak pada Pemilu 2014 di Mandailing Natal (Madina).

Berdasar rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina, Senin dini hari (22/4) lalu, suara Jaganding di Dapil I sebanyak 5.244 suara. Perolehan suara Jaganding ini mengejutkan, karena sejak Februari lalu hingga kini, Jaganding berada di penjara Sipapaga, Panyabungan.

Ia menjalani hukuman 2 tahun penjara, pasca putusan kasasi Mahkamah Agung dalam kasus dana Pilkada Madina tahun lalu. Ini artinya, para pemilih di Panyabungan, Panyabungan Timur dan Panyabungan Barat sangat banyak memilih pria yang mendekam di LP Sipapaga ini.

Berdasarkan rekapitulasi model DB-1 KPU Madina, kata Ketua KPU Madina, Agus Salam Nadution, Kamis (24/4), Jaganding memperoleh suara 2.975 di Panyabungan, 412 di Panyabungan Timur dan 1.857 di Panyabungan Barat. Totalnya  sebanyak 5.244, meraih satu kursi.

Ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution sempat bingung, Rabu (23/4) kemarin sudah menyurati KPU Sumut meminta petunjuk terkait penanganan terhadap suara yang diperoleh Ali Makmur Nasution ini.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

PDIP Raih Dua Kursi DPR RI Dapil Sumut 1

Laporan : PARLAUNGAN LUBIS  | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - PDI Perjuangan meraih 2 kursi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1 yang meliputi Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebing Tinggi.

Berdasarka rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan oleh KPU Sumut, Rabu (23/4) PDI Perjuangan meraih suara tebanyak 363.024 suara. Setelah 2 kursi diborong PDI Perjuangan, delapan kursi lainnya masing-masing diperoleh Nasdem (1 kursi), PKS (1 kursi), Golkar (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PAN (1 kursi), PPP (1kursi) dan Hanura (1 kursi).

Secara keseluruhan total suara partai politik dari daerah tersebut mencapai 1.907.552 suara sah untuk alokasi 10 kursi. Dengan demikian Bilangan Pembagi Pemilih yakni sebanyak 190.755 suara. Sementara perolehan kursi partai secara berturut-turut, Nasdem (103.039 suara), PKB (73.293 suara), PKS (206.242 suara), PDI Perjuangan (363.024 suara), Golkar (265.125 suara), Gerindra (207.398 suara), Demokrat (201.404 suara), PAN (146.803 suara), PPP (113.662 suara), Hanura (140.224 suara), PBB (42.961 suara), PKPI (44.237 suara).

Berdasarkan peringkat caleg atas perolehan suara pada masing-masing partai politik, sepuluh caleg  diprediksi menduduki kursi DPR RI adalah, .Prananda Surya Paloh (Nasdem), Tifatul Sembiring (PKS), Sofyan Tan (PDIP), Irmadi Lubis (PDIP), Meutya Hafid (Golkar)  Muhammad Syafii (Gerindra)  Ruhut Sitompul (Demokrat), Mulfachri Harahap (PAN), Hasrul Azwar (PPP), Nurdin Tampubolon (Hanura).(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

KPU Sumut Siap Laksanakan Pemilu Ulang di Nias Selatan

Laporan: Parlaungan Lubis | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara siap melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu RI untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS yang ada di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Ketua KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea, Kamis (24/4) mengatakan, mereka akan terlebih dahulu menunggu petunjuk dari KPU RI sebelum melaksanakan pemungutan suara ulang.

"Kami akan melihat dulu seperti apa petunjuk dari KPU RI itu, baru kami rapatkan disini untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.

Banurea menyebutkan, untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut mereka perlu berkoordinasi dengan KPU Nias Selatan. Sebab, pelaksanaan pemungutan suara ulang ini akan membutuhkan berbagai persiapan seperti logistik dan sebagainya. "Kami harus menunggu dulu seperti apa rekomendasi dari pimpinan kami," ujarnya.

Diketahui Bawaslu RI merekomendasikan digelarnya pemilu ulang pada 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Nias Selatan. Rekomendasi ini dikeluarkan karena banyaknya pelanggaran yang ditemukan selama pelaksanaan pemungutan suara di Nias Selatan tersebut.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

Menkeu Kaji Penghibahan Aset Arun

JAKARTA - Gubernur Aceh Zaini Abdullah minta Pemerintah Pusat menghibahkn aset PT Arun dan saham Inhutani IV kepada Pemerintah Aceh. Menteri Keuangan Chatib Bisri menyambut baik usulan tersebut dan mengatakan akan mempertimbangkannya dan melakukan kajian.

Permintaan hibah tersbut diutarakan gubernur saat bertemu khusus seusai menghadiri pembukaan rapat koordinasi Badan Layanan Umum di Kementerian Keuangn (Kemenkeu) Jakarta, Rabu (23/4). "Kita harapkan proses hibah aset Arun itu bisa selesai sebelum pemerintahan berganti," kata Gubenur Zaini.

Gubernur mengatakan usulan penghibahan aset sudah pernah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut. "Karena itu kita ingatkan lagi, segera diproses," kata Gubernur.

Inhutani IV menguasai 40 persen dalam PT Tusanhutani Lestari. Kelak apabila hibah tersebut disetujui, PT Kertas Kraft Aceh atau KKA akan dihidupkan kembali dan akan mampu menyerap teng kerja 10 ribu orang.

Dalam pertemuan terbatas tersebut, Gubernur yang didampingi Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar, kembali mengingatkan tentang rencana pembangunan rumah sakit regional yang berasal dari pinjaman lunak dari Jerman. Rumah sakit tersebut dibangun di Pidie, Bireuen, Takengon, Langsa  dan Meulaboh.

Gubernur Zaini Abdullah juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat termasuk LSM agar sama-sama memberi perhatian bagi kesejahteraan. Gubernur menyatakan siap berdialog dengan kalangan LSM. "Silakan kita bicara. Saya siap untuk itu," kata Gubernur saat dimintai tanggapan terhadap berbagai kritik yang dialamatkan kepada pihaknya.

Gubernur mengatakan terbuka bagi kritikan dan koreksi. Karena itu ia mengharapkan pandangan dari kalangan LSM bisa disampaikan secara langsung.

"Kita ingin semangat persatuan itu muncul lagi untuk tujuan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh," sebut Gubernur.(fik)


16.24 | 0 komentar | Read More

Meureudu dan Bandarbaru Juara Lomba Cipta Menu

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tim Penggerak PKK Kecamatan Meureudu dan Bandarbaru, Pijay, keduanya keluar sebagai juara pertama lomba memasak antar kecamatan.

Meureudu meraih juara pertama lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), sementara Bandarbaru juga juara pertama untuk lomba cipta menu serba ikan. Kedua kecamatan tersebut berhak mengikuti lomba cipta menu tingkat provinsi yang akan digelar tanggal 21-21 Mei 2014 mendatang di Banda Aceh.

Ketua TP-PKK Pijay, Hj Darnawati H Aiyub Abbas, dalam laporannya antara lain menyebutkan, bahwa lomba cipta menu sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Menu yang dilombakan berasal dari bahan sederhana, murah dan mudah didapat dan yang terpenting lagi bersumber lokal bukan bahan import.

Diharapkan melalui ajang tersebut, para penggerak PKK Tingkat kecamatan dan desa hendaknya mau mengusahakan bahan yang mudah didapat terutama dengan memanfaatkan lahan pekerangan untuk menanam beragam tanaman yang menguntungkan.***


16.24 | 0 komentar | Read More

Sopir Ikut Aksi Protes, Penumpang L-300 Terlantar

Written By Unknown on Rabu, 23 April 2014 | 16.25

Laporan : Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Puluhan sopir mobil penumpang jenis L-300 jurusan Bireuen-Banda Aceh dan Bireuen-Lhokseumawe, Langsa dan Medan, mogok di terminal bus Bireuen. Akibatnya, puluhan penumpang yang hendak berpergian ke sejumlah daerah tersebut terlantar.

Menurut informasi yang dihimpun Serambinews, aksi mogok tersebut sebagai protes sopir L-300 kepada sopir mobil labi-labi jurusan Bireuen-Peudada atau sebaliknya, yang selama ini dinilai arogan terhadap sopir L-300 yang melarang mereka mengangkut sewa jarak dekat yaitu dari Peudada ke Kota Bireuen.

"Kami memprotes karena ada beberapa sopir L-300 yang dijegad oleh beberapa sopir Labi-Labi di lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya kawasan Simpang Kaye Jatho Bireuen," kata Bani, sopir L-300.

Amatan Serambinews.com, puluhan L-300 parkir di terminal bus Bireuen. Bahkan beberapa L-300 yang melintas di jalan nasional kawasan Bireuen yang mengangkut penumpang, dipaksa masuk ke terminal dan diminta untuk menurunkan penumpang agar mereka sama-sama mogok di terminal tersebut.

Akibatnya puluhan penumpang terlantar, namun beberapa diantaranya terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan bus berbadan sedang.


16.25 | 0 komentar | Read More

Caleg Golkar Keluhkan Utak-atik Suara di Internal Partai

SINGKIL - Calon legislatif (caleg) Partai Golkar untuk DPRA dari daerah pemilihan (dapil) 9, Suprijal Yusuf menduga adanya tindakan utak-atik perolehan suara caleg di Kabupaten Aceh Singkil. Meski jumlah total perolehan partai berlambang pohon beringin itu tidak berubah atau tetap 8.779, namun suara caleg di dalamnya ada yang berkurang dan bertambah.

Suprijal kepada Serambi Selasa (22/4) mengatakan, suaranya hilang sebanyak 500, setelah direkap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil. "Terjadi penzaliman, 500 suara saya di Singkil hilang 500 setelah direkap di KIP," kata dia.

Suprijal menegaskan akan melakukan perlawanan hukum terhadap dugaan kecurangan tersebut. Menurutnya menjadi wakil rakyat tidak boleh dilakukan dengan cara-cara tidak benar. "Saya akan melakukan pembicaraan dengan pengurus partai. Setelah itu, saya melakukan perlawanan hukum termasuk lapor ke Bawaslu," ujarnya.

Data dihimpun Serambi dan amatan pada sidang pleno rekapitulasi hasil pemilu di KIP Singkil, Sabtu-Minggu (19-20/4), terjadi perbedaan angka perolehan suara pada beberapa caleg Golkar. Ada yang berkurang, sebaliknya ada juga yang bertambah.

Terkait hal ini, Komisioner KIP Aceh Singkil Rahmi Syukur yang dikonfirmasi melalui hp mengaku tidak tahu menahu tentang berubahnya perolehan suara caleg Golkar. "Saya tidak tahu kok bisa begitu. Jadi suara total tidak berubah, artinya tidak mengganggu suara partai lain. Yang berubah suara caleg dan partai saja, betul begitu. Sekali lagi saya tidak mengetahui hal itu," kata Rahmi.

Hal senada disampaikan Syahrial Raf Komisioner KIP lainnya yang mengaku sedang di Banda Aceh, untuk mengikuti pleno di KIP Provinsi. Syahrial bahkan, sampai bersumpah jika dirinya tidak mengetahui terjadinya otak atik suara caleg Golkar.

Terpisah Ketua Panwaslu Aceh Singkil Baihaqi, mengatakan pihaknya akan mengecek perbedaan perolehan suara antara rekapitulasi KIP dengan data yang ada pada pihaknya dalam pleno di KIP Provinsi Aceh. "Informasi itu nanti saya cek dalam pleno di KIP Aceh," kata Baihaqi.(c39)


16.25 | 0 komentar | Read More

Caleg PAN Laporkan Panwaslu Subulussalam ke Polisi

SUBULUSSALAM - Berbagai kasus dugaan pelanggaran dan kecurangan pemilu terus mencuat pasca-Pemilu Legislatif 9 April 2014. Tidak hanya antarparpol, dugaan pelanggaran juga diadukan melibatkan penyelenggara dan pengawas pemilu.

Seperti di Subulussalam, seorang caleg Partai Amanat Nasional (PAN) melaporkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Subulussalam ke polisi. "Saya laporkan Panwaslu Subulussalam ke polisi karena mengabaikan kewajibannya selaku pengawas pemilu," kata Syahril Tinambunan, caleg dari PAN kepada Serambi, Selasa (22/4).

Syahril yang juga ketua DPD PAN Kota Subulussalam melaporkan panwaslu setempat ke Polres Aceh Singkil karena dinilai tidak berupaya menghadirkan terlapor untuk diklarifikasi. Panwaslu menurut Syahril justru mengklaim laporan PAN tersebut kurang bukti sehingga tidak menindaklanjuti.

"Kami melaporkan dugaan kecurangan dan pelanggaran pemilu dengan sejumlah bukti, bahkan sesuai dengan permintaan, tapi mengapa masih dikatakan tidak lengkap," ujarnya.

Terhadap hal itu, Syahril pun mengadukan Panwaslu Subulussalam ke Mapolres Aceh Singkil karena kecewa pada lembaga tersebut dalam menangani pengaduan kecurangan dan pelanggaran pemilu. Dikatakan Syahril, Panwaslu mestinya proaktif ke lapangan untuk memastikan benar atau tidaknya laporan terkait.

Karenanya, Syahril dalam suratnya meminta Polres Aceh Singkil memanggil anggota Panwaslu Kota Subulussalam. Bahkan, Syahril mendesak polisi menindak tegas pelaku yang mengabaikan tugasnya demi keadilan.

Surat pengaduan Syahril ke polisi tertanggal 20 tersebut juga ditembuskan kepada Bawaslu Provinsi Aceh dan Panwaslu Subulussalam, Kajari Singkil serta Pengadilan Negeri (PN) Singkil. Syahril yang menjadi anggota DPRK Pengganti Antar Waktu (PAW) hanya mampu meraih 533 suara. Sementara teman separtainya Heppy Sinaga mendulang 557 suara atau selisih 24 suara sehingga Syahril harus merelakan caleg No. Urut 2 ini duduk di DPRK Subulussalam periode 2014-2019.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah parpol di Subulussalam melaporkan berbagai kecurangan pemilu. Salah satunya, PAN yang melaporkan pemilih dari luar daerah namun mencoblos di Kota Subulussalam.

Ketua Divisi Hukum Penanganan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Subulussalam, Edi Suhendri membantah pihaknya mengabaikan laporan politisi PAN. Masalahnya, kata Edi, saksi yang diajukan oleh Syahril Tinambunan tersebut tidak memenuhi syarat dan keterangan sang saksi juga kurang valid.

Seharusnya menurut Edi, saksi dalam kasus ini paling sedikit dua orang sesuai PKPU No 26 Tahun 2013 yang berisi "lebih dari seorang pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS berbeda". Jadi, kata Edi, seharusnya paling tidak dari sembilan kasus yang dilaporkan mampu menghadirkan dua orang sebagai saksi.

Menurut Edi, Panwaslu sudah menyarankan agar bukti yang diajukan kuat namun nyatanya lemah. Salah satu bukti yang diberikan Syahril kata Edi adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pakpak Bharat dan Aceh Singkil. Namun kedua DPT tersebut tidak ditandatangani oleh ketua KPU/KIP terkait.

Selanjutnya, dari sembilan terlapor yang diajukan Syahril hanya satu yang hadir saat diklarifikai. Itu pun, lanjut Edi, sang terlapor tidak bersedia menandatangani berita acara pemeriksaan. Pun demikian potongan C6 (undangan mencoblos).

Intinya, menurut Edi dari hasil proses Panwaslu Subulussalam menilai laporan Syahril mengenai pemilih luar daerah tidak memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti. Ditanyai soal dilaporkannya Panwaslu Subulussalam ke polisi, Edi mengatakan hal tersebut merupakan hak seseorang sebagai warga negara dan tidak bisa dihalang-halangi. Yang pasti Panwaslu Subulussalam telah melaksanakan tugas dan kewajibannya. "Soal tidak puas dengan rekomendasi panwaslu yang menyatakan tidak memenuhi syarat dan melaporkan panwaslu ke polisi itu hak dia, silakan saja, yang pasti kami sudah memeroses dan hasilnya bukti, saksi dan terlapor tidak kuat dan valid," pungkas Edi.(kh)


16.25 | 0 komentar | Read More

Suara PPP dan PBB Draw di Abdya

* Pemilik Kursi DPRK Dapil 1 Masih Mengambang

BLANGPIDIE - Pemilik kursi terakhir DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Dapil 1 (Babahrot dan Kuala Batee) masih mengambang. Pasalnya, setelah Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat menuntaskan rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara Pileg 2014, Senin (21/4) sore, diperoleh data bahwa jumlah suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk DPRK Abdya dari Dapil 1 terjadi draw atau imbang sebanyak 1.197 suara.

Peristiwa unik tersebut mengakibatkan pemilik kursi terakhir atau kursi ke-7 DPRK Abdya di Dapil 1, masih mengambang. Sedangkan pemilik enam kursi DPRK di dapil yang sama sudah dapat diprediksi berdasarkan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang digelar KIP Abdya di aula KIP Abdya selama dua hari (Minggu dan Senin), berlangsung alot.

Berdasarkan hasil rapat pleno KIP tersebut, dapat diprediksi bahwa 25 kursi DPRK Abdya periode 2014-2019, dikuasai 11 partai politik (parpol).

Daerah Pemilihan (Dapil 1/Babahrot dan Kuala Batee), suara sah berjumlah 18.659 suara, didominasi enam parpol, memperebutkan jatah 7 kursi DPRK Abdya. Partai Aceh (PA) mengumpul 5.280 suara, maka diperkirakan mendapat 2 kursi, Partai Nasdem 1.819 suara, Partai Demokrat (PD) 1.743 suara, PAN 1.594 suara, Partai Hanura 1.273 suara, masing-masing mendapat 1 kursi.

Sedangkan kursi ke-7 atau kursi terakhir dapil 1, masih  mengambang, karena jumlah suara PPP dan PBB terjadi draw atau imbang sebanyak 1.197 suara. Angka BPP (bilangan pembagi pemilih) di Dapil 1 sebanyak 2.666 suara untuk satu kursi.

Dapil 2 (Jeumpa, Blangpidie dan Susoh), suara sah berjumlah 28.171 suara,  dikuasai delapan parpol untuk memperebutkan jatah 10 kursi DPRK Abdya. PA mengumpulkan 7.295 suara, diprediksi mendapat 3 kursi,  PD 3.369 suara, Partai Gerindra 2.246 suara, PAN 2.228 suara,  PKB 1932 suara, Partai Nasdem 1.828 suara, PNA 1.676 suara dan Partai Hanura 1.401 suara, masing-masing diprediksi mendapat 1 kursi, dengan BPP sebanyak 2.817 suara untuk satu kursi.

Sementara di Dapil 3 (Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil), suara sah berjumlah 23.455 suara, didominasi 7 parpol memperebutkan 8 kursi DPRK Abdya. PA mengumpulkan 4.258 suara diprediski 2 kursi, PD 2.116 suara, PKB 2.115 suara, Partai Nasdem 2.031 suara, PAN 1.950 suara, PKPI 1.859 suara, dan Partai Golkar 1.708 suara, dengan angka BPP (bilangan pembagi pemilih) 2.932 suara untuk satu kursi .

Akan tetapi Ketua KIP Abdya, Muhammad Jakfar yang dikonfirmasi Serambi usai menutup rapat pleno, Senin (21/4) sore menjelaskan, rapat pleno tersebut untuk menghitung hasil perolehan suara parpol dan suara calon atau caleg untuk DPR, DPD, DPA dan DPRA Abdya. Khusus perhitungan suara DPRK Abdya, perolehan suara parpol dan suara calon atau caleg, dihitung per dapil (daerah pemilihan).

Sedangkan penetapan atau pemilik 25 kursi DPRK Abdya, menurut Ketua KIP Abdya, Muhamamd Jakfar, akan ditetapkan kemudian.(nun)


16.25 | 0 komentar | Read More

Untuk DPRK Pidie, PA Borong 23 Kursi

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Partai Aceh (PA) diprediksikan memborong 23 kursi untuk caleg DPRK pada semua daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Pidie. Jumlah itu terungkap di dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu DPRK, DPRA, DPR dan DPD RI, yang dilakukan KIP Pidie di kantor DPRK setempat, Selasa (22/4/2014) malam.

Rincian kursi untuk dapil 1 PA meraup 14.237 suara dengan prediksi 3 kursi. Lalu, dapil dua PA meraih suara 29.551 dengan perolehan 5 kursi, dapil tiga meraup 27.960 suara 5 kursi‎, dapil empat mengumpulkan 32.298 suara dengan 6 kursi dan dapil 5 mendapatkan 17.893 suara dengan raihan 4 kursi.

Total kursi diprediksikan diperoleh PA mencapai 23 kursi untuk mengisi anggota DPRK Pidie untuk periode 2014-2019.


16.25 | 0 komentar | Read More

Rapat Pleno, KIP Belum Bisa Serahkan Data ke Wartawan

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Rapat Pleno rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan, di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, sejak Sabtu (19/4/2014) lalu, akhirnya berakhir pada Rabu (23/4/2014) sekira pukul 15.55 WIB.

Namun, KIP Aceh Selatan saat diminta hasil rekapitulasi itu oleh para wartawan mengaku belum bisa memberikannya karena belum ditandatangani oleh para saksi partai.

"Nanti malam saja siap shalat Isya, karena belum ditandatangani oleh para saksi," kata Ketua KIP Aceh Selatan, Syamsuhardi saat dimintai data hasil rekapitulasi usai penutupan rapat pleno tersebut.

Sementara itu, Sekretaris KIP Aceh Selatan, Tahta Amrullah mengatakan, pada malam nanti akan diselsaikan pengisi hasil pleno ke rekap untuk dibawa ke Banda Aceh.
"Penentuan kursi akan dilaksanakan pada tanggal 11 - 13 Mei 2014 di kantor KIP Aceh Selatan. Penentuan itu setelah ke Banda Aceh dan pleno ditingkat pusat, setelah tahapan itu selesai baru tahap penentuan kursi," pungkasnya.


16.25 | 0 komentar | Read More

Korban Pencabulan Bertambah

Written By Unknown on Selasa, 22 April 2014 | 16.25

BANDA ACEH - Pencabulan yang diduga dilakukan seorang oknum polisi terhadap dua murid sekolah dasar (SD) di salah satu gampong di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, beberapa waktu lalu, ternyata bukan hanya dialami Bunga (6) dan Mawar (9) bukan nama sebenarnya. Diduga ada tiga bocah lainnya dari desa yang sama ikut menjadi korban.

Dugaan adanya korban lain dalam kasus pencabulan itu terungkap berdasarkan informasi dan penelusuran Tim Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Banda Aceh. "Bukan dua anak itu saja, melainkan ada tiga anak SD lainnya yang ikut menjadi korban. Tapi, yang baru resmi melapor ke Unit PPA Polresta Banda Aceh baru dua orang," kata Plh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal kepada wartawan, Senin (21/4) siang. Bahkan, lanjut Illiza, tidak tertutup kemungkinan ada korban lainnya yang mengalami nasib sama.

Menurut Illiza, bisa saja perbuatan tersebut ditutupi, baik itu datang dari si anak yang enggan mengadukan hal itu ke keluarganya atau pihak keluarganya sendiri yang malu mengungkapkan karena dianggap sebagai aib keluarga. "Kalau memang ada di antara anak-anak kita yang mengalami perbuatan serupa sebaiknya dilaporkan, jangan pernah menutup-nutupinya, agar pelaku juga bisa menerima hukuman seberat-beratnya," kata Illiza.

Modus operandi pelaku dalam menjalankan aksinya, menurut Illiza para korban awalnya diminta untuk membeli rokok. Lalu, sekembalinya, anak-anak SD yang rata-rata masih berumur 6 sampai 10 tahun itu langsung ditarik ke dalam kamar pelaku. Kemudian pelaku mengiming-imingkan sesuatu dengan tujuan agar korban tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun. "Fakta yang miris bagi kita selama ini adalah hukuman yang dijatuhkan kepada para pelaku asusila terhadap anak-anak ini sangat ringan, mulai tiga, empat, sampai lima tahun dan 15 tahun paling tinggi. Bila hal ini terus terjadi, kebiasaannya para pelaku ini akan kembali melakukan perbuatannya, karena hukuman dianggap terlalu ringan. Harapannya para pelaku kejahatan terhadap anak-anak harus dihukum seumur hidup, apalagi oknum polisi dan mengerti lebih banyak tentang hukum," kata Illiza.

Illiza menjelaskan, dengan kebiasaan pelaku yang diduga memiliki kelainan tersebut cenderung banyak korban. "Apa mungkin dia pernah tinggal di daerah lainnya, mungkin di luar Banda Aceh, bisa saja dia pernah melakukan hal yang sama. Ini tentunya menjadi domain pihak kepolisian untuk mengungkap," ujar Illiza.

Illiza didampingi Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh, Ir Badrunnisa MSi menegaskan, pihak Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Banda Aceh akan terus mendampingi dan mengawasi kasus ini.(mir)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kembali dari Menghilang, Eks Caleg PA Hilang Lagi

SINGKIL - Setelah sempat bikin heboh karena menghilang menjelang pernikahannya pada awal Maret 2014, tiba-tiba pada Minggu sore 20 April 2014, pukul 17.00 WIB laki-laki bernama Subkiyadi alias Buki, caleg Partai Aceh (PA) dari Dapil Aceh Singkil 1 kembali ke rumah orang tuanya di RT 3 Kilangan, Kecamatan Singkil. Ternyata cerita belum berakhir, sebab beberapa jam kemudian, tepatnya pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB, Subki kembali lenyap.

Buki yang merupakan calon suami dari Sastri Yunita, warga Desa Ujung, Kecamatan Singkil itu dilaporkan pulang hampir bertepatan dengan sidang pleno penetapan perolehan suara hasil Pileg 2014 oleh KIP Aceh Singkil. Selama menghilang sejak awal Maret lalu, Buki disebut-sebut pergi ke Kalimantan.

Kabar kepulangan Buki langsung tercium oleh aparat kepolisian dari Polres Singkil. Menurut Kapolres Aceh Singkil, AKBP Anang Triarsono melalui Kasat Reskrim AKP Haryono, pihaknya sudah menemui orang tua Buki, akan tetapi ketika polisi datang ke rumahnya ternyata yang bersangkutan sudah menghilang lagi.

Menurut Kapolres Singkil, polisi langsung menggelar razia untuk menemukan Subkiyadi. Sekitar pukul 24.00 WIB malam itu, polisi menghentikan sebuah mobil yang melintas di depan Mapolres dari arah Rimo menuju Singkil. Ternyata orang yang dicari tak ditemukan. Di dalam mobil itu hanya ada Mufkirul, adik kandung Buki.

Kepada polisi, Mufkirul dan orang tuanya menyebutkan, Buki telah pergi ke Medan. Tak terlalu jelas motif kepergiannya, namun menurut beberapa sumber, lelaki itu menghilang karena tidak mau menikahi calon istrinya. "Kami terus melakukan pencarian sampai ketemu. Informasi saat ini kan baru katanya dan katanya. Sedangkan kami (polisi) tidak melihat langsung Buki. Memang ada informasi yang berkembang bahwa Buki tidak ingin menikah sebab sebelumnya ada masalah dengan calon mertuanya," jelas AKP Haryono kepada Serambi, Senin (21/4).

Pada Senin sore kemarin Serambi menemui Abdussalam AK, ayahanda Subkiyadi serta kakaknya, Safrida. Sang ayah membenarkan anaknya sudah pulang namun baru sebentar di rumah sudah pergi lagi dengan alasan tidak enak perasaan.

Safrida menambahkan, Buki pulang dijemput keluarga dari Mendan setelah mendapat kabar langsung dari Buki beberapa hari lalu. Buki sempat menolak pulang dengan alasan belum waktunya. "Namun setelah dibujuk, akhirnya dia bersedia kembali," ujar sang kakak. "Dia mengaku selama menghilang sempat pergi ke Kalimantan. Kami belum sempat cerita banyak karena pada malam itu Buki pergi lagi," lanjut Safrida.

Safrida juga sempat ditanya polisi apakah Buki datang dengan istrinya. "Saya menjawab tidak karena adik saya belum menikah," tandas Safrida.

Seperti diberitakan, Subkiyadi mendadak hilang menjelang akad nikah dengan Sastri Yunita, Rabu 5 Maret 2014. Hilangnya Caleg PA Dapil Aceh Singkil 1 tersebut memunculkan berbagai sepekulsi politik dan kecuriagaan lainnya. Apalagi sebelumnya sempat terlibat kontak fisik dengan Ketua PA Aceh Singkil, Adnan Beuransyah. Setelah sempat pulang dan menghilang kembali, sejumlah misteri mulai terkuak. Di antaranya, motif menghilangnya Buki bukan karena diculik atau dihabisi--seperti sempat diisukan--tetapi terkait urusan pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, Serambi belum mendapat konfirmasi dari calon istri maupun calon mertua Buki mengenai informasi yang menyebutkan bahwa Buki ada masalah dengan calon mertuanya.(c39)


16.25 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger