Dahsyatnya Pencemaran Merkuri di Minamata

Written By Unknown on Kamis, 26 Februari 2015 | 16.24

OLEH ANGGARA DWIANA SYANANTA, mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah, peserta Shortcourse Human Security and Global Health di Jepang, melaporkan dari Nagasaki

LULUS seleksi oleh Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk shortcourse Human Security and Global Health melalui Program Peace and Human Security in Asia (PAHSA) di University of Nagasaki, Jepang, bersama kawan saya Revalyani Yusuf, sungguh sebuah kegembiraan luar biasa bagi saya.

Kami berangkat 9 Februari lalu dari Banda Aceh. Sesampai di Bandara Fukuoka, Jepang, kami disambut Prof Haruko Satoh, Koordinator Program PAHSA dan Beasiswa Jasso. Cuaca dingin sekitar 2 derajat Celcius langsung menyergap, termasuk saat kami naik bus menuju Nagasaki selama 2,5 jam. Dari stasiun bus Matsuyama-Machi kami jalan 15 menit dan tiba di New Urakami Hotel pukul 9 malam.

Esoknya, saat briefing, kami berkenalan dengan peserta dari Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Kemudian kami menuju Nagasaki University. Dalam perjalanan ke kampus dengan suhu di -1 derajat Celcius, kami lihat suasana Nagasaki yang merupakan daerah rural di Jepang, tapi infrastrukturnya sudah sangat maju.

Kemudian kami ikuti kegiatan orientasi dan keliling kampus. Kuliah umum disampaikan Prof Brendan Howe dari Graduate School International of Studies Ewha Womens University, Korea Selatan tentang human security. Dia tegaskan betapa pentingnya konsep human security bagi masyarakat global saat ini. Menurut UNDP, konsep ini dilandaskan atas freedom from fear, freedom from wants, and freedom to live in dignity. Kuliah Prof Howe itu hanyalah salah satu kuliah umum dari serangkaian kuliah lainnya. Semua ini terasa mimpi bagi saya: ikut kuliah dalam bahasa Inggris.

Di Nagasaki, juga ada field trip. Bersama Hiroshima, Nagasaki adalah daerah yang luluh lantak karena bom atom. Maka kami pun mengunjungi Atomic Bomb Museum, Hypocenter of Atomic Bomb, dan Nagasaki National Peace Memorial Hall for the Atomic Bomb Victims. Saya bergidik saat melihat berbagai benda dan video tentang ledakan bom atom dan akibat dahsyat yang menyusul di Nagasaki.

Awalnya saya pikir ledakan dahsyatlah yang menewaskan banyak orang. Tapi petugas museum menyebutkan bahwa yang menyebabkan banyak makhluk hidup tewas adalah karena kepulan asap bom atom. Ketika bom dijatuhkan dan meledak, segera kepulan asap berbentuk jamur (nuclear mushroom cloud) mengepul dan terbawa oleh angin yang menyebabkan banyak jatuh korban.


Anda sedang membaca artikel tentang

Dahsyatnya Pencemaran Merkuri di Minamata

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2015/02/dahsyatnya-pencemaran-merkuri-di.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dahsyatnya Pencemaran Merkuri di Minamata

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dahsyatnya Pencemaran Merkuri di Minamata

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger