Urusan Zakat, Singapura Ternyata Lebih Maju

Written By Unknown on Sabtu, 25 Januari 2014 | 16.24

NAZARUDDIN ALI BASYAH, Dosen FKIP Unsyiah dan mahasiswa Program Doktoral Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia, melaporkan dari Singapura

JUMAT kemarin saya berada Singapura untuk tujuan melancong dan "makan angin". Karena Jumat, saya sibuk mencari masjid. Tiba-tiba saya melihat papan penunjuk arah ke masjid. Saya ikuti dan akhirnya sampailah saya ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat. Masjid ini bernama Masjid Al-Mukminin Kampung Delta.

Letaknya di tengah-tengah kompleks perumahan penduduk. Khatib menyampaikan khutbah Jumat dalam bahasa Inggris, mengingat kebanyakan jamaah beretnis Melayu dan India.

Masjid ini sangat bersih dan teratur. Di kompleks masjid ada orang jualan nasi yang sudah dibungkus dan boleh disantap di belakang masjid. Pengurus masjid sudah menyediakan meja dan kursi untuk jamaah yang mau makan siang di sana.

Masjid Kampung Delta ini menjadi salah satu masjid yang dipilih oleh Islamic Religious Council of Singapore atau Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) sebagai Pusat Pungutan Zakat.

Islam di Singapura tidak jauh beda dengan wajah Islam di negara jirannya, Malaysia. Banyak kesamaan karena muslim di Singapura umumnya dari kalangan etnis Melayu, makanya dalam praktik ibadah maupun budaya kehidupan sehari-hari tidak ada perbedaan yang signifikan. Sedikit banyaknya mungkin dipengaruhi oleh sisa warisan Islam Malaysia, ketika negeri kecil itu pisah dari induknya, Malaysia, pada tahun 1965.

Walau bagaimanapun sebenarnya agama Islam di Singapura telah lama ada dan berkembang jauh sebelum Negeri Singa ini berdiri.

Perkembangan Islam di Singapura terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga kini pemeluk Islam mencapai 15 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 650.000 orang dari 3,5 juta penduduk Singapura secara keseluruhan. Jumlah tersebut menempatkan umat Islam di Singapura pada urutan kedua setelah etnis Cina 77 persen dan India 8 persen.

Di tengah sistem sekuler yang diterapkan Pemerintah Singapura, muslim di Singapura terus berpacu meningkatkan kualitas modal insani, agar mampu bersaing dengan cepatnya kemajuan di Singapura, termasuk dalam pengelolaan zakat secara profesional.

Di Singapura ada 69 masjid, akan tetapi yang ditunjuk MUIS sebagai Pusat Pungutan Zakat hanya 21 masjid, termasuk Masjid Al-Mukminin Kampung Delta, tempat saya shalat Jumat.

Di setiap Pusat Pungutan Zakat disediakan formulir dan brosur, termasuk di dalamnya bagaimana tata cara dan cara mengira jumlah zakat yang perlu dibayarkan. Jenis-jenis zakat yang dinyatakan oleh MUIS adalah zakat emas, zakat saham, zakat perniagaan, zakat uang simpanan, zakat CPF atau simpanan pekerja, zakat asuransi, dan tentu saja zakat fitrah.

Cara-cara lain untuk membayar zakat yang dinyatakan oleh MUIS ialah dengan cara online melalui MUIS Online Payment Service (Perkhidmatan Pembayaran Online) Debit eNets atau pembayaran angsuran bulanan melalui giro.

Pengelolaan zakat di Singapura, terutama penghimpunan dilakukan di bawah koordinasi Pemerintah melalui MUIS. Zakat memainkan peranan besar dalam bidang ekonomi masyarakat Islam di Singapura, terutama dalam membantu membasmi masalah kemiskinan. Namun di luar zakat, dihimpun juga sedekah untuk pendidikan madrasah dan pembangunan masjid. Dana zakat merupakan sumbangan warga muslim yang langsung membantu menangani kemiskinan dan kebodohan. Pemerintah Singapura merupakan pemerintahan sekuler dan mereka sadar bahwa suatu tatanan seperti zakat ini yang telah berjalan baik maka tidak perlu diutak-atik lagi.

Menurut MUIS, terjadi peningkatan jumlah zakat yang dipungut setiap tahun. Pada tahun 2012 saja jumlahnya mencapai 25,6 juta dolar Singapura. Meski umat Islam di Singapura hanya 15 persen, tapi tak menjadikan nilai zakat menurun. Malah sebaliknya, dengan pengurusan yang profesional, sosialisasi yang gencar, dan transparansi dalam pengelolaan, nilai zakat di Singapura terus meningkat setiap tahun.

Pengurus zakat juga menggunakan berbagai media untuk menyebarkan informasi mengenai zakat kepada masyarakat muslim melalui TV, radio, twitter, facebook, dan sosial media lainnya.

Selain itu, kejujuran pengurus zakat di Singapura juga menambah kepercayaan (trust) masyarakat karena dana zakat digunakan sesuai amanah. Zakat yang telah dibayarkan secara lengkap dipublikasi setiap tahun. Zakat di Singapura diperuntukkan bagi upaya pemerataan dan kesejahteraan umat Islam di Singapura. Pemberdayaan amanat agama ini mencapai target maksimal di Singapura karena dikelola secara profesional. Kapan zakat kita di Aceh dikelola seprofesional ini?  [email penulis: tarikuala@yahoo.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com


Anda sedang membaca artikel tentang

Urusan Zakat, Singapura Ternyata Lebih Maju

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2014/01/urusan-zakat-singapura-ternyata-lebih.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Urusan Zakat, Singapura Ternyata Lebih Maju

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Urusan Zakat, Singapura Ternyata Lebih Maju

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger