BANDA ACEH - Seratusan lebih jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pidie yang masuk kloter 7, tertahan selama dua jam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (5/10). Keadaan ini terjadi karena jadwal masuk kloter 7 berbenturan dengan jadwal keluar kloter 6 yang akan menuju ke Bandara SIM Blangbintang.
Pantauan Serambi di Sigli, para JCH kloter terakhir dari Pidie ini, sudah hadir di Masjid Alfalah Sigli pukul 06.00 WIB atau seusai shalat subuh. Tepat pukul 07.15 WIB rombongan bergerak ke Banda Aceh dengan menggunakan enam bus, kendaraan panitia, serta puluhan mobil pribadi. Mereka akan bergabung dengan JCH dari Banda Aceh, Sabang, dan Abdya.
Berdasarkan jadwal, JCH Pidie masuk Asrama Haji pukul 10.00 WIB. Namun, dalam perjalanan, tiba-tiba mereka mendapatkan pemberitahuan untuk singgah di Masjid Raya Baiturrahman, karena JCH kloter 6 masih di asrama.
Pantauan Serambi di Banda Aceh, JCH ini tiba di Masjid Raya Baiturrahman bersamaan dengan turunnya hujan. Setelah melaksanakan shalat sunat, sebagian dari mereka memilih berteduh di bawah pintu gerbang, pepohonan, dan teras masjid, sambil menunggu kedatangan keluarga dan pengumuman lanjutan dari panitia.
Beberapa dari mereka terlihat mondar-mandir mencari kepastian dan merasa seperti ditelantarkan. "Kita tunggu di mobil saja Pak," ujar seorang wanita 40-an tahun, sambil menarik tangan pria yang sedang mencari informasi keberangkatan.
Beberapa JCH juga menyampaikan keluhan senada. "Seharusnya panitia di Pidie dan Banda Aceh ada koordinasi sehingga kita dari Pidie juga tidak buru-buru seperti ini," ujar seorang JCH asal Sigli.
Kepastian masuk asrama baru diperoleh menjelang pukul 12.00 WIB. "Kok bisa seperti ini. Jamaah haji ini kan perlu waktu istirahat yang cukup, bukan malah dibiarkan dalam hujan. Harusnya semakin lama pengelolaan haji harus semakin profesional," ujar Tarmizi (46), seorangan keluarga JCH asal Pidie.
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Pidie, Fadhli SAg yang menghubungi Serambi pukul 14.00 WIB, Sabtu (5/10) mengaku, ada koordinasi antara panitia kabupaten dan provinsi.
"Cuma berita keterlambatan keberangkatan JCH sebelumnya (kloter 6) baru kami peroleh di tengah perjalanan, saat kami sampai Saree. Karena tidak mungkin berhenti di Saree, kami putuskan melanjutkan perjalanan dan menunggu di Masjid Raya Banda Aceh," kata Fadhli.
Ia memohon kesabaran dari semua JCH Pidie. "Inilah salah satu kesabaran perlu dikuasai dalam melakukan ibadah sebelum sampai ke Tanah Suci," pintanya.
Menurut Fadhli, JCH Pidie yang tergabung dalam kloter 7 berjumlah 187 orang. Sedangkan total pada pemberangkatan sebelumnya, yaitu kloter V JCH Pidie berjumlah 107 orang.
Kepala Humas Haji Aceh, Akhyar MAg yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, tertahannya JCH kloter 7 masuk asrama karena pada waktu yang bersamaan para JCH kloter 6 masih berada di asrama menjalani pemeriksaan barang dan menaiki bus untuk menuju Bandara SIM.
Menurutnya, berdasarkan peraturan pelayan ibadah haji, apabila dalam waktu bersamaan ada JCH yang masuk dan keluar menuju bandara, maka diutamakan yang akan keluar terlebih dahulu. Selain itu juga, kata Akhyar, panitia penerimaan dan pemberangkatan sama sehingga panitia harus mengutamakan persiapan keberangkatan JCH kloter 6.
Akhyar juga berdalih, jika pun para JCH kloter 7 langsung ke asrama, maka mereka juga tidak bisa turun dari bus, karena dikhawatirkan nantinya JCH kloter 6 dan 7 akan bercampur disebabkan baju dan atribut yang digunakan sama. "Kita sudah koordinasi dengan pihak kabupaten/kota masing-masing terkait hal ini," kata Akhyar.(nal/aya/hs)
Anda sedang membaca artikel tentang
Berbenturan Jadwal, JCH Pidie Tertahan Dua Jam
Dengan url
http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/10/berbenturan-jadwal-jch-pidie-tertahan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Berbenturan Jadwal, JCH Pidie Tertahan Dua Jam
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Berbenturan Jadwal, JCH Pidie Tertahan Dua Jam
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar