BANDA ACEH - Jamaah calon haji (JCH) asal Aceh dilaporkan banyak yang mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) saat berada di Tanah Suci. Meski demikian, hingga kemarin belum ada JCH Aceh yang harus dirawat.
Seorang JCH Aceh yang tergabung dalam kloter 4 asal Kota Lhokseumawe, Yuswardi Mustafa melaporkan, JCH yang mengalami dehidrasi umumnya yang sudah lanjut usia.
Berdasarkan prakiraan cuaca dunia pada 5-6 Oktober di Jeddah bercuaca cerah dengan suhu 35 derajat Celsius, Makkah mencapai 40 derajat Celsius, dan Madinah 38 derajat Celsius. "Dengan kondisi cuaca seperti itu mudah mengalami dehidrasi," lapor Yuswardi melalui fasilitas blackberry massenger (BBM).
Kepala Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan dan Kesehatan Lintas Wilayah pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh, Amir Hasan mengimbau JCH dewasa untuk mengonsumsi air mineral 2-3 liter per hari dan anak-anak 1,5 liter per hari. "Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya dehidrasi termasuk bagi mereka yang sedang berada di Tanah Suci," kata Amir.
Humas Haji Aceh, Akhyar MAg menyebutkan, dengan keberangkatan JCH kloter 6 dari Aceh Utara, Bener meriah, dan Aceh Besar, Sabtu (5/10), jumlah JCH Aceh di Tanah Suci sudah mencapai 2.187 orang terdiri 884 laki-laki dan 1.303 perempuan.
Akhyar mengatakan, dalam kloter 6 ada yang open seat satu orang atas nama Nurkisah binti Hasyem asal Aceh Utara karena sakit dan Mursyidah binti Abdullah Abu Bakar karena dalam keadaan hamil.(hs)
Anda sedang membaca artikel tentang
JCH Aceh Dehidrasi di Tanah Suci
Dengan url
http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/10/jch-aceh-dehidrasi-di-tanah-suci.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
JCH Aceh Dehidrasi di Tanah Suci
namun jangan lupa untuk meletakkan link
JCH Aceh Dehidrasi di Tanah Suci
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar