DSI Kontrak 3.000 Guru Mengaji

Written By Unknown on Selasa, 02 Juli 2013 | 16.25

* Gubernur Canangkan Gema Magrib Mengaji  
 
SUKA MAKMUE - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Senin (1/7) kemarin mencanangkan Gerakan Masyarakat (Gema) Magrib Mengaji Se-Provinsi Aceh yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

Untuk mendukung gerakan tersebut, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, telah mengalokasikan dana untuk insentif guru pengajian sebesar Rp 1 juta/orang dan untuk pembantu (asisten) guru pengajian Rp 500 ribu/orang selama setahun.

Dalam laporannya di depan Gubernur Aceh, Prof Syahrizal Abbas mengatakan, para guru mengaji dan asisten guru mengaji itu akan dikontrak untuk masa setahun.

Tahun ini, dari 6.548 total jumlah gampong di Aceh, dana insentif guru pengajian baru dapat dialokasikan untuk 3.000 gampong saja. Artinya, masih 3.548 gampong lagi yang belum mendapatkan alokasi dana untuk insentif guru pengajian ini.

"Diharapkan untuk tahun berikutnya dapat dialokasikan anggaran untuk seluruh gampong yang ada di Aceh, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat," katanya.

Agar menjadi gerakan yang sifatnya massif, setelah pencanangan ini Gubernur Aceh akan segera menindaklanjutinya dengan mengeluarkan surat edaran supaya masyarakat mengaktifkan pengajian Quran ba'da magrib di seluruh Aceh.

Prosesi pencanangan Gema Magrib Mengaji itu kemarin ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan berita acara Gema Magrib Mengaji oleh Gubernur Zaini Abdullah didampingi Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, dan disaksikan unsur Muspida Aceh, perwakilan kabupaten/kota se-Aceh, serta ribuan masyarakat setempat.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini selain penting untuk penguatan iman, juga sejalan dengan harapan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang bersyariat, bermartabat, dan mandiri, serta taat mengamalkan nilai–nilai dinul Islam secara kafah.

"Kegiatan mengaji Alquran adalah suatu kewajiban dan sudah merupakan budaya masyarakat Aceh sejak ratusan tahun silam. Begitu melekatnya budaya ini, maka adalah sebuah aib bila ada seseorang yang mengaku orang Aceh, tapi ia tak bisa baca Quran," katanya.

Meski demikian, lanjut Gubernur Zaini, dalam kenyataan yang ada, saat ini tetap saja masih ada masyarakat Aceh yang belum memahami cara membaca Alquran. "Kalau membaca Alquran saja tidak bisa, apa lagi memahami isinya," tambah Zaini.

Padahal, seperti yang diketahui bersama Alquran dan hadis adalah sumber bagi pengetahuan dan moral. Bagi masyarakat Aceh, sejak turun-temurun, dua hal ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Namun, akibat pengaruh globalisasi yang begitu gencar, membuat masyarakat di Aceh mulai melupakan semangat mengaji dan belajar agama. Suasana gampong yang selama ini riuh dengan alunan suara orang-orang mengaji, kini mulai sepi. Para pemuda dan orang tua lebih banyak menghabiskan waktu di warung-warung kopi, sedangkan remaja dan anak-anak larut dengan acara di televisi atau internet, sehingga identitas masyarakat Aceh yang dikenal islami kini semakin tergerus.

"Kalau fenomena ini tidak diantisipasi, maka budaya mengaji makin tidak populer atau bahkan ditinggalkan masyarakat di Aceh," katanya.

Karena itu, tambah Zaini, pencanangan Gema Magrib Mengaji Se-Aceh yang dilakukan ini bertujuan untuk mengajak kembali mengajak masyarakat Aceh guna menggelorakan semangat mengaji yang selama ini telah mulai ditinggalkan oleh masyarakat di wilayah ini.

Ia mengaku dipilihnya kawasan gampong sebagai basis pengembangan kegiatan mengaji, karena gampong merupakan penopang paling kokoh budaya Aceh. Lagi pula, 70% penduduk Aceh tinggal di pedesaan.

Ia berharap, semangat mengaji yang digelorakan di setiap gampong ini akan menjalar ke kota, sehingga budaya mengaji kembali menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat Aceh menjadikan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1434 Hijriah sebagai momentum terbaik dalam menggelorakan semangat membaca Alquran, tentunya melalui kegiatan tadarus di setiap masjid atau rumah, sekaligus mempelajari makna dan kandungan kitab suci Alquran.

 Sambut baik
Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini dalam sambutannya mengatakan pencanangan Gema Magrib Mengaji yang dipusatkan di wilayahnya itu, diharapkan akan menjadi sebuah gerakan masyarakat untuk terus menggalakkan pengajian Alquran.

Bupati juga meminta kepada Gubernur Aceh agar dalam penyelenggaraan MTQ Ke-32 Tingkat Provinsi Aceh tahun 2015, Kabupaten Nagan Raya yang ditunjuk menjadi tuan rumah.

Usai mencanangkan Gema Magrib Mengaji, Gubernur Zaini, Ketua DPRA, Bupati Nagan Raya, dan Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi meninjau lokasi pembangunan Masjid Agung Baitul A'la di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. (edi)


Anda sedang membaca artikel tentang

DSI Kontrak 3.000 Guru Mengaji

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/07/dsi-kontrak-3000-guru-mengaji.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

DSI Kontrak 3.000 Guru Mengaji

namun jangan lupa untuk meletakkan link

DSI Kontrak 3.000 Guru Mengaji

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger