Doa dan Air Mata dari Malaysia untuk Aceh

Written By Unknown on Senin, 30 Desember 2013 | 16.24

Oleh DINA AMALIA SALAHUDDIN, mahasiswi Master of Psychology Universiti Pendidikan Sultan Idris, melaporkan dari Perak, Malaysia

SEMBILAN tahun sudah bencana tsunami yang melanda Aceh berlalu. Namun, cerita tentang ombak yang mahadahsyat itu masih saja membekas jelas di ingatan kita. Sangat banyak di antara kita yang kehilangan; anak yang kehilangan ayah bunda, orang tua yang kehilangan anak-anaknya, kehilangan harta benda, dan berbagai kisah pedih perih lainnya yang terjadi hanya dalam hitungan menit pada 26 Desember 2004 lalu itu. Untuk mereka para syuhada tsunami, selalu kita panjatkan doa agar mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.

Atas dasar kesadaran dan ingatan seperti itulah, Kamis, 26 Desember 2013 lalu saya dan teman-teman pelajar Aceh yang sedang meneruskan studi di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Perak, Malaysia, memperingati sembilan tahun tsunami. Kami gelar acara doa dan zikir bersama di surau (mushalla) asrama untuk mereka yang menjadi syuhada pada saat terjanya tsunami di Aceh.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pelajar Aceh di UPSI serta beberapa pelajar internasional seperti pelajar Nigeria, tak terkecuali tetam-teman sesama Indonesia, misalnya, dari Yogyakarta dan Banjarmasin. Hadir pula beberapa tamu undangan, misalnya, Penasihat Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di UPSI serta Dekan Fakulti Teknikal dan Vokasional UPSI.

Acara yang bertemakan "Semangat menuju Aceh yang damai dan sejahtera" ini dibuka dengan kata-kata sambutan oleh Penasihat Pelajar Aceh di UPSI, kemudian diteruskan dengan ceramah tentang refleksi tsunami oleh Ustaz Haji Husni yang juga merupakan dosen di salah satu universitas di Malaysia.

Saat ceramah berlangsung, ada beberapa teman saya yang menitikkan air mata. Ini menandakan bahwa kisah tragis sembilan tahun yang lalu itu masih saja membekas jelas di ingatan mereka dan saya. Tsunami yang merenggut harta, ayah, bunda, dan saudara dekat maupun saudara jauh merupakan cerita yang tak ada habisnya untuk diceritakan kembali dan sudah tercatat sebagai peristiwa yang menyedot perhatian  seluruh dunia.
Setelah ceramah, sang ustaz memimpin doa yang dikirimkan kepada para syuhada gempa dan tsunami Aceh. Kemudian kami semua berzikir untuk arwah mereka yang pergi bersama deraan tsunami.

Bencana tsunami yang hampir satu dasawarsa itu memang menorehkan luka yang dalam bagi saya dan keluarga. Namun, peristiwa itu juga membuat saya lebih mengerti tujuan hidup yang sesungguhnya. Tsunami mengajarkan saya bagaimana cara menyukuri nikmat. Selama ini terkadang kita lupa bersyukur atas kesehatan yang kita miliki, terkadang kita mengabaikan kesempatan yang diberikan Allah. Dengan adanya bencana ini, maka kita dilatih untuk terus berpikir positif terhadap Allah Swt. Hal ini akan menjadikan kita tangguh untuk mengahadapi cobaan dari-Nya.

Selain mengajarkan saya untuk bersyukur atas apa yang kini saya miliki, bencana tsunami juga mengajarkan saya akan pentingnya menjaga tali silaturahmi. Soalnya, masih terbayang, pada saat gelombang pasang datang, tidak sedikit di antara kita di Aceh yang terpisah dari sanak keluarga. Berhari-hari tak berjumpa, bahkan banyak yang tak lagi jumpa untuk selamanya.

Namun, dalam keadaan kalut dan berbekal kesukarelaan, mereka dari berbagai daerah, suku, bangsa, dan negara datang untuk membantu meringankan beban mental dan material rakyat Aceh, sehingga semua kita bangkit seperti sekarang ini. Alhamdulillah. [email penulis: dina_amalia_salahuddin@yahoo.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com


Anda sedang membaca artikel tentang

Doa dan Air Mata dari Malaysia untuk Aceh

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/12/doa-dan-air-mata-dari-malaysia-untuk.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Doa dan Air Mata dari Malaysia untuk Aceh

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Doa dan Air Mata dari Malaysia untuk Aceh

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger