BANDA ACEH - Lembaga pemantau pemilu Aceh Network for Election and Democracy (ANFED) menilai proses pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Subulussalam rawan terjadi kecurangan.
Koordinator ANFED Juanda Djamal mengatakan keterlambatan pembentukan Panitia Pengawas Pemilih (panwaslih) sebagai lembaga pengawas adalah salah satu alasan yang menyebabkan pengawasan di kedua daerah tersebut sangat lemah.
"Situasi pengawasan yang lemah tersebut membuka peluang terjadinya kecurangan, terutama upaya kandidat dan pendukungnya dalam meraih dukungan pemilih. Kendatipun harus melakukan upaya menjatuhkan kandidat lain secara tidak fair," katanya kepada Serambi, Kamis (3/10).
Hal itu ia sampaikan berdasarkan pengalaman yang terjadi pada pilkada 2012 lalu. "Tak hanya kecenderungan terjadinya kecurangan, tetapi juga terjadinya kekerasan sangat terbuka. Keadaan tersebut semestinya diantisipasi jauh-jauh hari sebelum pemungutan suara," ujarnya.
Untuk itu, sebutnya, ANFED mengimbau supaya masyarakat dan organisasi masyarakat dapat aktif memantau tahapan penyelenggaraan pilkada di Pidie Jaya dan Subulussalam. "Mengingat belum adanya lembaga pemantau proses tahapan pemilukada di dua daerah itu, maka peran serta masyarakat sangat penting demi terpilihnya pemimpin politik yang pro masyarakat," katanya.
ANFED sendiri, lanjutnya, sedang melakukan persiapan teknis untuk memantau penyelenggaraan pemilukada di Pidie Jaya dan Subulussalam. "Harapannya, inisiatif ini dapat memotivasi masyarakat sipil lainnya untuk terlibat secara aktif dalam memperkuat proses penyelenggaraan pemilukada di Pidie Jaya dan Subulussalam," pungkas Juanda.(sr)
Anda sedang membaca artikel tentang
ANFED Nilai Pilkada Pijay dan Subulussalam Rawan Kecurangan
Dengan url
http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/10/anfed-nilai-pilkada-pijay-dan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
ANFED Nilai Pilkada Pijay dan Subulussalam Rawan Kecurangan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
ANFED Nilai Pilkada Pijay dan Subulussalam Rawan Kecurangan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar