Kontingen Singkil “Pecah”

Written By Unknown on Sabtu, 28 September 2013 | 16.25

BANDA ACEH - Kontingen Aceh Singkil yang selalu tampil maksimal di PKA 6 ternyata menghadapi persoalan internal sehingga salah satu pendukung dalam kontingen itu lebib memilih pulang kampung sebelum 'pesta' berakhir. Menurut Ketua Umum Kontingen PKA Aceh Singkil, Dulmusrid, tidak ada persoalan apa-apa di kontingen daerahnya, kecuali miskomunikasi di tengah ramainya personel yang harus diurus.

Anggota kontingen yang memilih pulang kampung sebelum waktunya itu adalah Sanggar Tari Melati Lae Gentuyung, Gampong Kilangan, binaan Anharuddin.

Menurut Anharuddin, banyak perlakuan diskriminatif yang dialami pihaknya sehingga mereka memutuskan lebih baik menarik diri. "Kami tinggal di sebuah ruko di kawasan Lambaro Skep yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kegiatan dan sering berjalan kaki pulang pergi pada saat tampil. Padahal dijanjikan setiap koordinator disiagakan satu angkutan," kata Anharuddin.

Mengenai kosumsi, menurut Anharuddin juga bermasalah karena sering tidak tepat waktu. Sedangkan tim medis yang didatangkan dari Aceh Singkil cuma disiagakan di asrama putri. "Pernah anggota sanggar sakit, terpaksa dibawa sendiri ke dokter dengan menumpangi sepeda motor milik mahasiswa Aceh Singkil yang ada di Banda Aceh. Kami menilai panitia daerah betul-betul tidak bertanggung jawab. Kondisi ini cukup berbeda dengan anggota kontingen lainnya dari Singkil. Mereka mendapatkan tempat layak, bahkan semuanya diurus dengan baik oleh panitia," tandas Anharuddin.

Seyogyanya, lanjut Anharuddin, Sanggar Tari Melati Lae Gentuyung Gampong Kilangan pulang setelah seluruh rangkaian PKA 6 selesai. "Namun karena tidak tahan dengan kondisi yang terjadi, kami putuskan pulang saja dengan menggunakan minibus L-300," timpal Ahmad, mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh yang ikut bergabung dengan sanggar seni tersebut.

 Tak ada persoalan
Ketua Umum Kontingen PKA Aceh Singkil, Dulmusrid yang dihubungi Serambi tadi malam terkait kepulangan anggota kontingen dari Aceh Singkil, mengaku tidak ada persoalan apa-apa, kecuali miskomunikasi saja.

"Tidak ada yang dianaktirikan. Kami pikir keadaan seperti ini dengan anggota kontingen sebanyak 214 orang yang kita bawa dari Singkil, harus dimaklumi. Mungkin ada satu atau dua hal yang kurang, mohon dimaklumi," kata Dulmusrid yang juga Wakil Bupati Aceh Singkil.

Menurutnya, masalah kepulangan anggota kontingen itu wajar, karena jatah mereka tampil sudah selesai. Terkait keluar celoteh-celoteh miring, menurut Dulmusrid hal itu wajar ketika banyak orang yang ingin berbicara. "Begitu ada keluhan-keluhan dari anggota kontingen biasanya langsung kita benahi. Makanya berani saya katakan tidak ada persoalan seperti yang disebutkan itu. Kalau ada kekurangan lagi, iya kami minta mereka bisa bersabar. Kan bukan 1 atau 2 orang yang diurus, tapi 214 orang dengan keinginan yang berbeda-beda," demikian Dulmusrid.(mir)


Anda sedang membaca artikel tentang

Kontingen Singkil “Pecah”

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/09/kontingen-singkil-apecaha.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kontingen Singkil “Pecah”

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kontingen Singkil “Pecah”

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger