Arah Pembangunan Aceh belum Jelas

Written By Unknown on Jumat, 29 Maret 2013 | 16.24

Kamis, 28 Maret 2013 14:24 WIB

* Bappeda: Kendala pada Implementasi

BANDA ACEH - Akademisi Unsyiah, DR Mirza Tabrani MBA, menilai jika arah pembangunan Aceh tahun 2013 ini belum jelas. Rencana penggunaan anggaran pemerintah belum menyentuh kepentingan rakyat, tetapi habis kepada hal-hal yang tidak penting, seperti belanja pegawai.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Aktual Bulanan 2013 yang berlangsung di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (27/3). Tema diskusi yang diangkat kali ini adalah 'Arah Pembangunan Aceh 2013'. Pemateri lain yang diundang hadir adalah Kepala Bappeda Aceh, Prof DR Ir Abubakar Karim, yang hadir belakangan.

"Berbicara ekonomi Aceh, sebenarnya kita harus fokus pada apa yang kita punya. Contohnya pertanian. Kita lihat dari tahun ke tahun, berapa anggaran untuk pertanian?" kata Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah ini.

Mirza mengaku tidak tahu apa sebenarnya yang ingin dibuat oleh Pemerintah Aceh dengan anggaran 2013 sebesar Rp 11,7 triliun. Dana itu ia sebutkan, sebagian besarnya tersedot hanya untuk belanja pegawai.

Parahnya lagi, belum lagi dana itu digunakan, Aceh malah mengalami defisit anggaran sebesar Rp 2,1 triliun. "Saya bingung gimana mikirnya. Belum apa-apa, masih sebatas rekayasa, anggaran sudah defisit," ujar Mirza.

Ia menilai Pemerintah Aceh tidak fokus. Mestinya dengan anggaran itu Pemerintah Aceh membangun sektor pertanian dan perikanan. "Pemerintah juga harus membuat industri pengolahan. Ini banyak menyerap tenaga kerja," tambahnya.

Staf Ahli Bappeda Aceh, Khairul Basri MSc, yang hadir mewakili Kepala Bappeda, tidak setuju jika dikatakan Pemerintah Aceh tidak fokus. Dalam RPJP 2013-2017, ia sebutkan bahwa arah pembangunan Aceh adalah sektor pertanian dalam arti luas (termasuk perkebunan dan perikanan). Sedangkan dalam RPJP 2017-2021 akan difokuskan untuk nilai tambah (industri pengolahan).

"Kita sekarang sudah fokus ke pertanian, termasuk perikanan. Secara perencanaan kita sudah fokus, barangkali implementasinya yang tidak maksimal," ujarnya.

Di samping itu, seperti ditambahkan Kepala Bappeda, Abubakar Karim, yang tiba belakangan, banyak program-program pertanian sebelumnya yang salah sasaran. Misalnya dengan memberikan bantuan bibit sawit kepada nelayan. Kondisi inilah yang menurut dia membuat pertumbuhan sektor pertanian Aceh seperti jalan ditempat.

Karena itu, pihaknya akan mencoba membenahi masalah ini pelan-pelan dan mengharapkan dukungan semua pihak agar dapat memantau dan mengawal implementasi program yang telah disusun Pemerintah Aceh saat ini.(yos)


Anda sedang membaca artikel tentang

Arah Pembangunan Aceh belum Jelas

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/03/arah-pembangunan-aceh-belum-jelas_29.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Arah Pembangunan Aceh belum Jelas

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Arah Pembangunan Aceh belum Jelas

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger