Abdya Galakkan Kembali Tanam Padi Sigupai

Written By Unknown on Rabu, 12 Desember 2012 | 16.24

Rabu, 12 Desember 2012 15:09 WIB

BLANGPIDIE - Varietas padi Sigupai yang sangat terkenal dan menjadi ikon Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sampai-sampai daerah tersebut sering dijuluki "bumi breuh sigupai", kini penanamannya mulai digalakkan kembali oleh Pemkab Abdya.

Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Yusrizal Razali kepada Serambi, Selasa (11/12) menjelaskan, Pemkab setempat berupaya keras untuk mengembalikan kejayaan padi Sigupai, di mana saat ini hanya tinggal namanya saja.

"Selama 20 tahun terakhir, varietas lokal ini tidak lagi dikembangkan oleh petani, namun namanya masih harum hingga sekarang dan menjadi ikon Kabupaten Abdya," ungkap Wabup Yusrizal Razali.

Untuk mengembalikan marwah Sigupai di Abdya, Wabup Yusrizal Razali sudah menunjuk tiga petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) setempat untuk melakukan pemurnian varietas padi lokal tersebut. Mereka adalah Ir Hamdan (Kasi Padi dan Palawija), Ir Thamrin MP, dan Ir Mahadi.

Upaya pemurnian varietas Sigupai sudah dilaksanakan penanaman percontohan di lahan sawah petani seluas 0,33 hektare di Gampong/Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Tanaman padi Sugupai yang sudah berumur 62 hari tersebut sudah ditinjau Wabup Yusrizal Razali bersama Anggota DPRK Hermansyah SH pada Minggu (9/12) lalu, didampingi Ir Hamdan, Ir Thamrin MP dan Ir Mahadi.       

Padi lokal Sigupai tersebut  tumbuh baik di lokasi tersebut, dan mulai mekar bunga padi. "Walaupun masih berupa bunga padi, namun sudah menebar aroma harum," ungkap Wabup. Pihaknya, sudah mengarahkan petugas Distannak Abdya untuk memantau secara rutin areal tanaman padi Sugupai di Desa Adan,  terutama masalah serangan hama.

Dalam beberapa hari ke depan, menurut Yusrizal Razali, ujicoba pemurnian varietas Sigupai akan ditanam di lahan tadah hujan lokasi Balai Benih Utama (BBU) Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, dan di lahan kering, yaitu di kawasan Gunung Lhok Batee Intan, Kecamatan Manggeng. "Hasil pemurnian varietas atau benih di lokasi tersebut akan kita bagikan kepada petani untuk dikembangkan di lahan milik mereka," kata Wabup.

Wabup merasa sedih, Abdya yang dijuluki "bumi sigupai", tapi mendapatkan sedikit beras Sigupai saja sudah sangat sulit. "Pemerintah Abdya sekarang ini mengajak para petani untuk menggalakkan kembali menanam varietas lokal Sigupai," tambah Wabup Abdya itu.  

Sementara Kepala Distannak Abdya melalui Kasi Benih dan Palawija, Ir Hamdan mengakui benih padi Sigupai sulit diperoleh, karena para petani Abdya sudah lama tidak mengembangkannya. Salah satu sebabnya karena umurnya padi tersebut mencapai 5 bulan atau 150 hari, sejak penanaman sampai panen.

Dikatakan Hamdan, meskipun berumur relatif lama dibanding varietas unggul, tapi padi Sigupai punya nilai ekonomis tinggi. Nasi dari beras Sigupai sangat harum sehingga mempenguruhi tingkat harga di pasaran.

Hamdan menilai, upaya Wabup Yusrizal mengembalikan marwah Sigupai, sangat tepat. "Paling tidak untuk tahap awal, beras Sigupai menjadi 'buah tangan' bagi tamu yang berkunjung ke Abdya. Tidak seperti karang ini, untuk mencari satu atau dua bambu beras Sigupai saja sangat sulit," katanya.(nun)


Anda sedang membaca artikel tentang

Abdya Galakkan Kembali Tanam Padi Sigupai

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2012/12/abdya-galakkan-kembali-tanam-padi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Abdya Galakkan Kembali Tanam Padi Sigupai

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Abdya Galakkan Kembali Tanam Padi Sigupai

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger