Tak Ditanggapi Menteri, Gubernur Surati Presiden

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 16.25

* Terkait Pengelolaan Blok Pase

BANDA ACEH - Kontrak pengelolaan wilayah kerja migas Blok Pase oleh Triangle Pase Inc telah resmi berakhir pada 23 Februari 2012 lalu. Tetapi sampai sekarang Pemerintah belum juga menunjuk operator definitif untuk melanjutkan pengelolaan blok migas tersebut.

Terkait hal itu, Gubernur Zaini Abdullah mengaku telah beberapa kali menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk mengusulkan Aceh Pase Global Energy (APGE) sebagai pengelola untuk melanjutkan tugas Triangle Pase. Tetapi karena tak kunjung ditanggapi, Gubernur akhirnya mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tertanggal 13 Januari 2014.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Rabu (29/1), di Pendopo Gubernur Aceh.

"Kita sudah beberapa kali menyurati Kementerian ESDM dan juga sudah usulkan APGE sebagai pihak yang akan melanjutkan pengelolaan Blok Pase. Tetapi karena sampai sekarang belum juga ada yang ditunjuk, hingga membuat kami harus menyurati Presiden. Tujuannya untuk kepastian siapa yang ditunjuk untuk melanjutkan pengelolaan sumber migas Blok Pase tersebut," ucap Gubernur.

Karena itu pihaknya sangat berharap SKK Migas Sumbagut bisa membantu Pemerintah Aceh untuk mempercepat penunjukan pengelola wilayah kerja migas Blok Pase, yakni dengan melaporkan permasalahan tersebut ke SKK Migas Pusat.

"Pemerintah Aceh sangat menginginkan sumber migas Blok Pase itu cepat dieksploitasi, supaya memberikan keuntungan kepada negera dan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh," kata Gubernur Zaini.

Gubernur juga menjelaskan bahwa pengusulan APGE untuk melanjutkan pengelolaan sumber migas Blok Pase karena APGE adalah penggabungan antara Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dengan Triangle Pase Inc. "Kita mau bekerja sama dengan Triangle Pase karena perusahaan tersebut mengaku telah menyiapkan dana yang besar untuk investasi lanjutan," ungkap Gubernur.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Said Ikhsan, Kementerian ESDM sangat lambat menunjuk perusahaan yang akan melanjutkan pengelolaan sumber migas Blok Pase. "Tim Migas Pemerintah Aceh sudah berulang kali menanyakannya, tapi jawabannya sabar dan kita disuruh terus menunggu sampai sekarang," cerita Said Ikhsan.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh, Kepala SKK Migas Sumbagut, Bahari Abbas, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ke Aceh selain dalam rangka silaturrahmi adalah untuk menyampikan program kerja SKK Migas 2014.

Dikatakannya, dari 21 blok migas yang ada di wilayah Aceh, ada tujuh perusahaan yang akan melakukan kegiatan penelitian dan pengelolaan migas. Baik untuk pengelolaan sumur migas yang baru maupun terhada sumur yang telah ada.

Tujuh perusahaan itu adalah Eni Krueng Mane, Kris Energi, Seuruway Offshore Expl, Renco Elang Energi, Medco, Pertamina Rantau dan TAC Pertamina - Blue Sky.

"SKK Migas sangat berharap Pemerintah Aceh, DPRA, Bupati, DPRK, dan masyarakat Aceh mendukung kegiatan perusahaan Migas yang akan melakukan operasionalnya di Aceh," harapnya.

Terkait hal itu, Ketua DPRA, Hasbi Abdullah mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung setiap investor yang masuk ke Aceh. Tapi dia mengharapkan pihak investor juga harus memahami dan peka dengan masalah lingkungan, sosial  dan ekonomi masyarakat Aceh.

"Sumber daya alam Aceh silahkan diolah dan dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan pembangunan. Tetapi kelestarian lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Aceh perlu menjadi perhatian serius agar masyarakat bisa hidup makmur dan sejahtera," ujarnya.(her)


Anda sedang membaca artikel tentang

Tak Ditanggapi Menteri, Gubernur Surati Presiden

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2014/01/tak-ditanggapi-menteri-gubernur-surati.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Tak Ditanggapi Menteri, Gubernur Surati Presiden

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Tak Ditanggapi Menteri, Gubernur Surati Presiden

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger