Perompak Berstatus Tahanan Polisi Tewas

Written By Unknown on Senin, 09 September 2013 | 16.25

IDI - M Yunus alias Matsyah (27) yang disebut-sebut sebagai otak perompak yang ditangkap di kawasan Desa Teupin Panah, Idi Tunong, Aceh Timur, Jumat 6 September 2013 sekitar pukul 05.30 WIB, tewas di RSUD Idi Rayeuk, Minggu (8/9) sekitar pukul 01.35 WIB dini hari. Belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya Matsyah.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), Kompol Warosidi melalui telepon selularnya kepada Serambi mengatakan, M Yunus alias Matsyah merupakan salah satu perompak yang sering beroperasi di wilayah perairan Selat Malaka di perairan Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. "Matsyah bersama tiga lainnya ditangkap Jumat (6/9) di kawasan Kecamatan Idi Tunong. Namun Matsyah akhirnya tewas di RSUD Idi Rayeuk. Kami tidak mengetahui penyebab tewasnya Matsyah, tetapi jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga di Kecamatan Sungai Raya. Kondisi jenazah biasa-biasa saja," kata Kompol Warosidi.

Menurut Warosidi, pada saat akan ditangkap, Matsyah sempat melawan sambil menodongkan pistol dan menembak petugas. Namun petugas berhasil menepis senjata dari tangan tersangka. "Saat itu kejadiannya kan spontan dan refleks, di mana petugas secara spontan merampas senjata laras pendek yang dipegangnya tersangka. Senjata tersebut dalam kondisi siap tembak. Petugas juga berusaha membela diri," pungkas Kompol Warosidi.

Seorang abang sepupu Matsyah kepada Serambi kemarin sore mengatakan, pihak keluarga mengetahui Matsyah meninggal sekitar pukul 05.00 WIB, Minggu (8/9). "Itu pun dari tetangga. Setelah kami ke rumah sakit, ternyata benar," katanya.

Ia menambahkan, kondisi jenazah Matsyah dipenuhi bengkak di muka, di dada, dan juga luka sayat di kepala sebelah kiri. "Tapi kami tidak tahu apa penyebab meninggal, kami juga tidak bisa menduga-duga, karena tidak ada visum, mungkin karena hari Minggu, jadi tidak ada dokter," tukasnya.

Ia juga mengatakan, ibu Matsyah sangat terpukul dengan kematian anaknya yang tidak disangka-sangka. "Ibunya masih sangat berduka sehingga tidak bisa diajak wawancara," kata abang sepupu Matsyah sambil menutup pembicaraan karena akan berangkat ke pemakaman.

Direktur RSUD Idi, dr Munawir SpB yang ditanyai seputar mekanisme visum mengatakan, permintaan visum harus melalui aparat yang berwenang dan dilakukan untuk kepentingan proses hukum. "Soal visum, hasilnya tidak harus keluar hari ini dan semua untuk kepentingan hukum, tidak boleh diberikan ke keluarga. Jika pun keluarga meminta, permintaannya harus melalui polisi. Jadi gitu, visum itu hanya dilakukan untuk kepentingan proses hukum dan diminta oleh polisi," kata Munawir.

Hingga kemarin Serambi belum mendapat informasi mendetail mengapa Matsyah sampai berada di rumah sakit dan kapan dia dibawa ke rumah sakit. Begitu pun kondisi ketiga tersangka lainnya, juga tidak diketahui.

Seperti diberitakan, Polres Aceh Timur bekerja sama dengan Polres Langsa dan Korps Brimob Aramiah menangkap empat anggota perompak internasional yang selama ini beroperasi di kawasan Selat Malaka. Seorang di antaranya adalah M Yunus alias Matsyah, warga Peureulak, Aceh Timur yang diduga sebagai aktor utama.

Tiga tersangka lain masing-masing Nurdin Usman (26), warga Idi Tunong, Jalaluddin (20), warga Idi Rayeuk, dan Ramadhani (20), warga Aceh Tamiang. Komplotan Matsyah ini dibekuk di kawasan Desa Teupin Panah, Idi Tunong, Aceh Timur, Jumat (6/9) sekitar pukul 05.30 WIB. Bersama tersangka, polisi mengamankan barang bukti seperti dua pucuk pistol jenis FN, dua magasin, dan bom.(na/yuh)


Anda sedang membaca artikel tentang

Perompak Berstatus Tahanan Polisi Tewas

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/09/perompak-berstatus-tahanan-polisi-tewas.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Perompak Berstatus Tahanan Polisi Tewas

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Perompak Berstatus Tahanan Polisi Tewas

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger