Diprotes, Musprov Kadin Tetap Lanjut

Written By Unknown on Sabtu, 21 September 2013 | 16.25

* Tujuh Kadin Daerah Inap di Tempat Terpisah

BANDA ACEH - Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh tetap dilaksanakan meski diwarnai aksi protes dari sejumlah Kadin daerah. Acara dimulai dengan rapat pleno Dewan Pertimbangan Kadin, Jumat tadi malam, dan akan dilanjutkan pada acara puncak Musprov, Sabtu (21/9) hari ini.

Namun sepertinya, suasana rapat hari ini bakal berlangsung panas. Perpecahan di tubuh Kadin Aceh makin jelas terlihat sejak kedatangan para peserta musprov. Meski pihak panitia telah menyediakan tempat penginapan di Hotel Sulthan, tetapi sebagian lainnya yang tidak setuju dengan pelaksanaan Musprov memilih menginap di tempat lain, yaitu di The Pade Hotel.

Ketua Kadin Aceh Besar, Ir Faisal Oesman, menyebutkan, ada tujuh Kadin daerah yang menginap di The Pade Hotel, yaitu dia sendiri, Kadin Langsa, Aceh Timur, Gayo Lues, Subulussalam, Lhokseumawe, dan Pidie Jaya.

Faisal tidak menjelaskan alasan dia dan enam Kadin daerah lainnya menginap di tempat terpisah. Namun, sumber Serambi mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi bahwa Musprov Kadin Aceh cacat hukum.

Di lain pihak, Ketua Penyelenggara Musprov, Teuku Sulaiman Badai, saat ditanyai Serambi tadi malam, mengklaim sudah 90 persen peserta yang melakukan chek-in di Hotel Sultan. "Sudah sekitar 90 persen peserta yang datang," sebutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Musprov V Kadin Aceh memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk soal pencalonan kembali ketua yang telah dua kali menjabat. Landasan hukum yang digunakan adalah Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kadin Indonesia dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Dua undang-undang ini sambungnya, merupakan hasil Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional), Rakornas (Rapat Koordinas Nasional), dan Munas (Musyawarah Nasional) yang kemudian menghasil Petunjuk Organisasi (PO) Tentang Kekhususan Kadin Aceh.

"Jadi di samping ada AD/ART, juga ada PO Kekhususan Kadin Aceh. Dengan demikian memungkinkan Pak Firman (Firmandez) naik lagi meski sudah dua kali dipilih," jelas Sulaiman Badai. Persoalan dasar hukum ini katanya akan dijelaskan dalam rapat hari ini oleh utusan Kadin Pusat.

Sulaiman yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Organisasi, ini, juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Musprov ini telah diberitahukan sejak awal, jadi tidak mendadak seperti disampaikan sejumlah Kadin daerah sebelumnya.

Rapat dewan pengurus dia katakan telah dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2013. Hasil keputusannya adalah pemberitahuan rencana musprov kepada Kadin Pusat dan kabupaten/kota. Pada tanggal itu juga dibentuk panitia Musprov dan ditempel pengumuman pendaftaran calon ketua Kadin di Kantor Kadin Aceh

"Pada tanggal 7 Juni 2013 kita sampaikan lagi pemberitahuan tertulis musprov ke Kadin Indonesia dan kabupaten/kota, dan pada tanggal 9 september kita baru memperoleh kepastian dari Kadin Indonesia. Jadi penyelengaraannya tidak mendadak," terang Sulaiman Badai.

Wagub sarankan tunda
Kemelut di tubuh Kadin Aceh rupanya juga mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Melalui sambungan telepon tadi malam, Wagub secara khusus menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di tubuh Kadin Aceh. Dia menyarankan, sebaiknya Musprov ditunda dulu.

"Semestinya ditunda. Duduk dulu dengan seluruh anggota, buat mufakat bersama sehingga bisa lebih fair. Kita berharap yang terbaik untuk Kadin Aceh, agar Kadin Aceh tetap terjaga," kata Wagub yang akrab disapa Mualem ini. (yos)


Anda sedang membaca artikel tentang

Diprotes, Musprov Kadin Tetap Lanjut

Dengan url

http://acehnewinfo.blogspot.com/2013/09/diprotes-musprov-kadin-tetap-lanjut.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Diprotes, Musprov Kadin Tetap Lanjut

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Diprotes, Musprov Kadin Tetap Lanjut

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger