Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Wartawan Harian Orbit Dianiaya di Kediaman Sekretaris Disdik Kota Medan

Written By Unknown on Kamis, 14 November 2013 | 16.25

Laporan : Parlaungan Lubis  |   Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Kebebasan pers ternoda kembali. Kali ini, seorang jurnalis yang bekerja di sebuah suratkabarharian (Skh) terbitan Medan, Sumatera Utara  dianiaya hingga babakbelur. Pasalnya, pelaku penganiayaan itu tak terima dirinya diberitakan suratkabar tersebut. Penganiayaan terhadap Suwandi Anwar itu diduga dilakukan orang suruhan Murgap Harahap,  seorang abdi negara di Dinas Pendidikan (disdik) Kota Medan.

Muhammad Maratua Lubis, wartawan Skh. Orbit yang sedang piket pada Rabu (13/11) malam di kantornya Jalan Asrama Medan mengatakan, Murgap Harahap merupakan Sekretaris Disdik Medan yang diduga sebagai otak pelaku penganiayaan tersebut. Korban dipukuli diteras rumah Murgap Harahap di Jalan Bromo Ujung/Jalan Perjuangan Gang Tuba IV, Kecamatan Medan Denai, Selasa (12/11) malam.

"Di teras rumah Murgap, pria yang mengaku bernama Taqwa, diduga keponakan dan suruhan pejabat Pemko Medan itu, memukul bagian kening, pipi dan kelopak mata korban hingga bengkak dan babakbelur. Murgap, istri dan anaknya yang menyaksikan itu sepertinya membiarkan pria tersebut sangat beringas," tutur Maratua Lubis.

Awalnya, kata Maratua, korban usai pulang dari kantor, singgah di sebuah warung di kawasan Jalan Arief Rahman Hakim (d/h Jalan Bakti) Medan untuk minum kopi. Tak berapa lama di warung tersebut, tiba-tiba seorang pengendara sebuah sepedamotor memanggil korban.

Korban pun langsung diajak naik ke atas boncengan sepedamotor itu. Korban sempat bertanya, mau kemana. Pria yang diduga suruhan Murgap pun menjawab mau ketemu Murgap Harahap.  Korban pun menuruti permintaan pengendera sepedamotor tersebut, karena korban merasa tak terkait dengan pemberitaan yang melibatkan nama dan diri Murgap Harahap.

Korban pun bertemu Murgap di kediamannya. Setibanya di kediaman Murgap, tanpa basa-basi, korban  langsung dianiaya dihadapan keluarga Murgap, hingga warga yang mengetahui kejadian itu tak simpati melihat keluarga Murgap yang main hakim sendiri. Warga justru malah pergi berhamburan dan tak berani memberi pertolongan.

Belum puas Taqwa memukuli Suwandi, pria berbadan tegap dan berkulit sawo matang itu pun menyuruh Suwandi naik ke atas sepedamotor dan membawanya ke ujung jalan kediaman Murgap, dan menyuruh agar korban lari.

"Awalnya korban tak mau lari, karena khawatir akan diteriaki maling dan takut dihamok massa. Namun penolakan itu, dibalas Taqwa dengan pukulan ke wajah korban," kata Maratua menambahkan.

Di hadapan warga, Taqwa kembali memukuli korban, hingga korban menuruti apa yang dimaui pelaku yang akhirnya lari sekuat tenaganya sembari menoleh ke arah belakang untuk melihat pria tersebut. Begitu pelaku tak melihat korban lagi, dengan spontan korban melompat ke dalam parit dalam keadaan gelap.

Suwandi Anwar harus berjuang menyelamatkan diri dan harus merangkak, dan bersembunyi di dalam parit untuk menjauhkan diri dari lokasi kejadian, agar terhindar dari kejaran pelaku yang bernama Taqwa itu. "Di parit sepanjang 500 meter itulah korban merangkak menyelamatkan diri. Situasi malam hari sedikit membantu korban sembunyi," kata Maratua Lubis.

Lutut dan tangan korban mengalami luka-luka, dan terpaksa ke luar dari dalam parit dan berlari menuju rumah kawan korban disekitar daerah itu. Sesampai di rumah temannya, korban langsung mengirim pesan singkat (SMS) ke nomor adiknya meminta agar adiknya membuka handphone korban yang tertinggal  rumah untuk melihat nomor kontak wartawan Harian Orbit lainnya yang sedang bertugas di kantor. Selanjutnya, adik korban langsung menghubungi Muhammad Asril, Redaktur Pelaksana Harian Orbit. Adiknya itu memberitahu tentang kondisi korban.

Tak lama Muhammad Asril beserta Edison Tamba dan seorang rekan jurnalis lainnya bernama Afrio Landra langsung menuju rumah persembunyian korban di Jalan Perjuangan Gang Tuba IV Medan Denai.

Sementara, Muhammad Maratua Lubis yang sedang piket malam itu, ditugaskan Pemimpin Redaksi Hr. Orbit, Asli Atmadi, untuk mengkonfirmasi tentang kejadian ini kepada Murgap Harahap melalui jalur seluler. Namun, konfirmasi gagal, karena handphone Murgap sudah tidak aktif.

Bersama tokoh pemuda bernama Charles, Muhammad Asril cs langsung menjemput korban. Mereka pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Area, Kamis (14/11) sekitar pukul 01.00 dinihari, dan laporan pengaduan pun  diterima Bripka Irwansyah. Kasus penganiayaan ini sedang diselidiki Polsek Medan Area, untuk segera menangkap pelaku dan otak pelakunya.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Ratusan Massa GIB Demo DPRA Tolak WN dan Qanun Bendera

Laporan : Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tidak kurang 200 demonstran yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Baru (GIB) menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Wali Nanggroe (WN) dan Qanun Bendera Bintang Bulan di Aceh, dalam unjuk rasa ke Gedung DPRA, Kamis (14/11/2013) siang.

Pantauan Serambinews.com, massa yang didominasi tukang becak bersama puluhan kaum ibu yang membawa serta anak-anaknya memulai aksi sekitar pukul 11.40 WIB. Para massa yang juga ikut menaiki sejumlah angkutan umum L-300 dan mobil pribadi tersebut turut mengusung sejumlah spanduk. Di antara spanduk itu bertuliskan 'Hana dasar si Malek nyan seubagoe Wali Nanggroe Aceh', dan 'Gadoh pikee keu qanun bendera & WN, rakyat binasa laju'.

Koordinator aksi, Alfian mengatakan maksud aksi mereka ke DPRA untuk mempertanyakan kapasitas wakil rakyat Aceh yang selama ini duduk di bangku parlemen. "Katanya mereka wakil rakyat, tapi kok mementingkan kelompok tertentu. Sementara rakyat terus terabaikan," kata Alfian.

Ia mengatakan mereka cukup mendukung Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir). Namun, ada hal lain yang lebih penting dipikirkan Pemerintah Aceh kata Alfian, yakni kesejahteraan rakyat terlebih dahulu. "Jangan bahas dulu masalah WN atau Qanun Bendera. Tapi, pikirkan dulu rakyat Aceh," pungkas Alfian.

Pengunjuk rasa yang diizinkan masuk ke halaman DPRA, Akhirnya sekitar pukul 12.25 WIB membubarkan diri, tanpa seorang pun anggota DPRA yang menemui mereka. "Kami harapkan bertemu langsung dengan Ketua DPRA, pak Hasbi Abdullah bukan dengan anggota DPRA yang lain," demikian Alfian.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Panwaslu Lantik Panwascam Dua Daerah

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Kamis (14/11) hari ini melantik Panitia Pengawas Kecamatan (panwascam) setempat. Panwascam yang akan dilantik untuk Kota Banda Aceh berjumlah 27 orang, sementara Aceh Besar 69 orang. Informasi dihimpun Serambi, panwascam yang telah direkut di beberapa kabupaten/kota lain di Aceh juga kan dilantik hari ini.

Ketua Panwaslu Banda Aceh, Wanti Maulidar mengatakan pelantikan panwascam akan dilaksanakan di Hotel Kuala Radja mulai pukul 08.30 WIB. "Usai pelantikan, seluruh panwascam akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) selama sehari yang pemateri dari Bawaslu Aceh yaitu Zuraida Alwi dan Panwaslu Banda Aceh," jelas Wanti.

Secara terpisah, Ketua Panwaslu Aceh Besar, M Zubir Yunus mengatakan pelantikan 69 panwascam kabupaten itu akan digelar di Hotel Permata Hati, Aceh Besar. "Sementara bimtek untuk panwascam kita jadwalkan di lain waktu," katanya. Dikatakan, pihaknya turut mengundang bupati dan unsur Muspida, pejabat, dan camat se-Aceh Besar.(sr)


16.25 | 0 komentar | Read More

Anak Punk dan Waria Ikut Cang Panah

BANDA ACEH - Sejumlah anak punk dan waria mengikuti sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat pada Pemilu 2014 bertema "Cang Panah" (Bincang Pemilu Aman dan Amanah) di Haba Cafe, Lampriet, Banda Aceh, Rabu (13/11). Diskusi yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh itu juga mengundang berbagai kalangan antara lain komunitas kampus, ormas, OKP, remaja masjid, LSM, dan komunitas perempuan.

Diskusi itu menghadirkan empat pembicara yang merupakan ketua KIP dari empat periode berbeda. Keempat pembicara tersebut adalah Hasbullah Tjoetgam, M Jafar SH MHum, Drs H Abd Salam Poroh, dan Ridwan Hadi SH.

Pokja Sosialisasi KIP Aceh, Hendra Fauzi mengatakan pihaknya mengundang waria dan anak punk untuk mengetahui keikutsertaan dan kepedulian mereka terhadap pemilu. "Ternyata mereka memenuhi undangan kita dan hadir hari ini (kemarin-red). Selain ingin memastikan keikutsertaan mereka pada Pemilu 2014, kita harapkan juga mereka bisa lebih mehamami dan berperan aktif pada pemilu 2014 nanti," katanya kepada Serambi.

Disela-sela diskusi itu juga dilakukan juga uji petik yang bertujuan untuk melihat keikutsertaan undangan pada pemilu 2014. Dari 15 orang yang diuji petik, dua di antaranya ternyata belum terdaftar sebagai pemilih. Salah seorang warga yang belum terdaftar adalah Khairil Akbar.

Khairil yang diwawancarai Serambi mengaku sebelumnya terdaftar sebagai pemilih pada saat pemilihan Gubernur Aceh. "Dulu saya tinggal di Punge dan sekarang pindah ke Tibang. Jadi, mengapa kali ini tak terdaftar, saya tidak tahu," katanya.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi mengatakan kegiatan itu digelar dengan tujuan bisa saling berbagi pengalaman serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif dalam Pemilu 2014 mendatang. "Ini bukan hanya kewajiban penyelenggara pemilu, tapi juga masyarakat. Seluruh masyarakat berhak berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu," katanya.(sr)


16.25 | 0 komentar | Read More

Raman Puteh Dilantik Jadi Asisten Sekdakab Pidie Jaya

Laporan : Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Drs Abd Rahman SE,MM yang sebelumnya menduduki jabatan staf pada Sekretariat Daerah kabupaten (Sekdakab) Pidie Jaya,  Hari ini dilantik menduduki jabatan baru sebagai Asisten Pemerintahan Sekdakab setempat.

Pelantikan dilakukan Wabup Pijay, HM Yusuf Ibrahim, berlangsung dalam sebuah upacara sederhana di Oproom Kantor Bupati di Cot Trieng Meureudu, dihadari para pimpinan satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) pada Kamis (14/11) pagi.

Wabup dalam sambutannya seusai melantik Rahman Puteh antara lain menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan itu adalah hal biasa atau lumrah bagi para abdi negara. Jabatan merupakan amanah yang diberikan pemerintah dan tidak akan abadi selamanya.

Oleh sebab itu, selagi pemerintah memberi kepercayaan kepada seseorang, hendaknya dapat bekerja dengan baik, jujur serta penuh tanggung jawab baik kepada masyarakat apalagi terhadap Yang Maha Esa. "Ketika jabatan itu diambil kembali juga kita harus rela," kata Wabup Pijay.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

KPU Minta Konfirmasi Anggota KIP Bener Meriah Terpilih

* Mundur dari PNS atau tidak

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta dua calon anggota KIP Bener Meriah yang berstatus PNS mundur dari PNS untuk menjadi anggota KIP atau sebaliknya mundur dari anggota KIP untuk tetap sebagai PNS.

Ketua KPU, M Husni Kamil Malik dalam suratnya No 749/XI/2013, tanggal 6 November 2013 meminta kepada Ketua DPRK Bener Meriah untuk mengkonfirmasikan kepada dua orang calon anggota KIP Bener Meriah yang berstatus PNS tersebut, untuk menentukan pilihan menjadi anggota KIP atau tetap menjadi PNS.

"Untuk memilih menjadi anggota KIP harus mengundurkan diri sebagai PNS yang dibuktikan dengan pengajuan surat pengunduran diri sebagai PNS, atau tetap sebagai PNS dan mundur dari anggota KIP terpilih," demikian antara lain bunyi butir Ke-4 surat Ketua KPU yang salinannya diperoeh Serambi, di Jakarta.

KPU belum mengeuarkan surat keputusan penetapan anggota KIP Bener Meriah karena ada dua calon anggota KIP yang berstatus PNS dan tidak mendapat izin dari bupati. Keduanya adalah Sufianto M Si (staf Sekretariat DPRK) dan Sunaryadi SE (staf Sekretariat KIP Bener Meriah).

DPRK Bener Meriah dalam surat No 174/200/DPRK tangga 16 Juli 2013 mengusulkan lima calo anggota KIP kepada KPU. Tapi, KPU tak bisa mengeluarkan SK karena ada dua anggota KIP yang berstatus PNS dan belum mendapat izin bupati.(fik)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kakanwil Kemenkumham Lantik 40 Pejabat PPNS

Written By Unknown on Rabu, 13 November 2013 | 16.25

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Aceh, Fathlurachman SH MM, Selasa (12/11) melantik 40 pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pemerintah Aceh dan sejumlah pemerintah kabupate/kota. Dari 40 pejabat yang dilantik, 15 di antaranya penyidik Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH).

Fathlurachman menyebutkan, pengangkatan sejumlah penyidik di jajaran Satpol PP/WH ini akan memperkuat tugas dan fungsi instansi tersebut dalam menerapkan syariat Islam di Aceh. Karena selama ini, Pol PP/WH harus berbagi tugas dengan Polri dalam penindakan pelanggar syariat di Aceh. Sehingga perannya menjadi kurang optimal.

"Dengan adanya pejabat penyidik di Satpol PP/WH diharapkan dapat mendorong penegakan hukum syariat yang lebih baik ke depan," ujarnya usai melantik para pejabat PPNS tersebut, di Aula Kanwil Kemenkumham Aceh, kemarin.

Menurutnya, penyidik sebagai salah satu bagian dari sub sistem hukum, mempunyai peranan penting dan merupakan ujung tombak dalam proses penegakan hukum. Namun selama ini, kapasitas SDM penyidik cenderung lemah dalam hal pemberkasan perkara. Sehingga sering terjadi pengembalian berkas akibat berkas perkaranya belum lengkap (P-19).

"Untuk itu, para penyidik yang dilantik diharapkan terus meningkatkan kapasitasnya, dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang bertanggung jawab sebagai koordinator pengawas di masing-masing daerah," pesannya.(yat)


16.25 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger