Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Resedivis Maling Kuras Kamar Toke Sawit

Written By Unknown on Rabu, 01 April 2015 | 16.24

* Aksi Terekam CCTV

SUBULUSSALAM - Ulah pria AS (46), warga Desa Air Sialang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, terhitung nekat. Melalui aksi secara tunggal, lelaki itu sukses menguras kamar tidur Faisal Sitakar (36) seorang toke sawit di Penanggalan. Dalam aksi yang berlangsung ba'da magrib itu, AS sukses menggondol uang Rp 10 juta serta dompet Faisal.

Nahas bagi AS, aksi tunggalnya terekam CCTV di rumah Faisal, hingga kasus itu dilapor ke polisi. Hamba hukum yang bergerak cepat akhirnya terlibat kejar kejaran dengan AS di lintas Subulusalam-Tapaktuan. Akhirnya petualangan AS dihentikan, setelah polisi menyerempet sepmor pria tersebut.

Belakangan terungkap jika, AS adalah seorang residivis maling antarkabupaten. Bahkan di rumah Faisal ini adalah yang kedua kalinya ia kuras. Tahun lalu, kepada polisi ia mengaku menggondol Rp 150 juta, setelah membobol rumah Faisal sang toke sawit. Namun kala itu polisi gagal menciduk AS, karena kurangnya info seputar pencurian tersebut. Pria AS kini telah dijebloskan ke sel Mapolsek Penanggalan, Kota Subulussalam.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Anang Triarsono SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Penanggalan AKP Muhammad Ismail didampingi wakilnya Ipda Sudirman, Selasa (31/3) mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi di rumah Faisal yang malam itu bersama istri sedang menghadiri kenduri di rumah tetangga. Di rumah hanya ada anak korban yang sedang bermain Playstation (PS).

Tersangka AS datang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX135 BL 2021 OI dan masuk ke rumah korban menggunakan helm warna merah. Awalnya, tersangka AS menanyakan keberadaan pemilik rumah kepada anaknya yang sedang bermain PS. Sang anak yang masih lugu mengaku sang ayah dan ibunya sedang menghadiri kenduri ke rumah tetangga. Tersangka lalu berpura-pura minta air mineral yang kemudian diberikan oleh anak korban. Ketika sang anak lalai, pelaku lantas masuk dalam kamar dan menggondol uang tunai senilai Rp 10 juta. Tak hanya itu, pelaku juga membawa dompet warna putih berisi uang Rp 200.000 plus kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Usai beraksi, pelaku langsung tancap gas menuju Aceh Selatan.

Korban yang baru pulang dari rumah tetangga kaget kamarnya telah diacak-acak oleh maling bahkan uang tunai miliknya juga raib. Korban pun mengecek closed-circuit television (CCTV) untuk mengenali pelaku yang membobol kamar mereka. Berdasarkan gambar CCTV, pelaku melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Penanggalan.


16.24 | 0 komentar | Read More

Tiga Tahun Alat Medis Tinggal dalam Tubuh Pasien

BANDA ACEH - Sulaiman (45), warga Lambitra, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, sangat terkejut ketika mengetahui ada alat medis berupa seutas selang di dalam tubuhnya, yang belakangan diketahui selan itu merupakan bekas operasi atau tembak laser batu karang yang dijalaninya tahun 2013.

"Pada tahun 2012 saya menjalani operasi batu karang dengan cara tembak laser di RS Fakinah bersama dr Jufri (spesialis urologi). Setelah tiga tahun diketahui ada selang yang tertinggal di dalam tubuh saya," kata Sulaiman saat dikunjungi Serambi bersama Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin dan dua anggotanya, Yudhistira Mauana dan Fachrulrazi, Selasa (31/03).

Sulaiman menceritakan, tahun 2012 dirinya terindikasi batu karang. Sulaiman berkonsultasi dr Maimun Syukri dan disarankan berobat kepada dr Jufri SpU di RS Fakinah. "Setelah konsultasi dengan dr Jufri selama dua hari, langsung dijadwalkan operasi dengan metode tembak laser," kata Sulaiman.

Pascaoperasi, Sulaiman istirahat empat hari di rumah sakit. Selama empat hari itu, dr Jufri tidak pernah melihat kondisinya. Saat ditelepon tidak diangkat dan begitu juga saat di-sms tidak dibalas. "Dr Jufri baru datang ketika saya mau keluar rumah sakit, dia minta maaf kepada saya. Cuma menurut saya, itu kan tidak etis, masa seorang dokter tidak mempedulikan pasien yang ditanganinya," ujar Sulaiman.

Pascaoperasi tembak laser itu, Sulaiman mengaku sempat beberapa kali melakukan rawat jalan bersama dr Jufri. Namun, kata Sulaiman, ia tidak pernah diberitahu bahwa dalam tubuhnya ada selang bekas tembak laser.

Pada 16 Maret 2015, Sulaiman harus dioperasi lagi karena keluhan sakit. Ia ke RS Harapan Bunda dan ditangani dr Dahril yang juga spesialis urologi. Saat itulah Sulaiman mengetahui dalam tubuhnya terdapat seutas selang yang ditaksir memiliki panjang sekitar 25 cm. "Ketika dirontgen menjelang operasi, terlihat ada gambar selang dalam perut saya, saya juga sangat terkejut," kata Sulaiman.

Selang itu, kata Sulaiman, seperti dijelaskan oleh dokter yang menanganinya saat operasi kedua merupakan alat medis yang dipasang saat tembak laser tahun 2012.


16.24 | 0 komentar | Read More

Enam Warga Aceh Kabur dari Sel BNN

* Setelah Lubangi Tembok

JAKARTA - Sepuluh tahanan, enam di antaranya warga Aceh yang mayoritasnya merupakan anggota sindikat narkoba jaringan Aceh, kabur dari ruang tahanan (sel) di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (31/3) dini hari. Salah satu tahanan asal Aceh yang kabur itu, memiliki kemampuan semimiliter.

Para tahanan yang kabur itu terdiri atas lima anggota jaringan Aceh, lima anggota jaringan Tanah Abang-Karawang. Seluruhnya tergolong pengedar narkoba dan dijerat dengan pasal pidana yang ancaman hukuman maksimalnya adalah hukuman mati. Salah satu dari anggota jaringan Tanah Abang-Karawang itu ternyata juga tercatat sebagai warga Punti Matangkuli, Aceh Utara, yakni M Husein (42). Pria ini juga bermukim di Perumahan Griya Indah, Karawang Timur. Ia ditangkap karena terlibat pengedaran 25,2 kg sabu-sabu di pemakaman modern San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN, Kombes Slamet Pribadi menduga, rencana kabur itu disusun secara matang dan sudah lama. "Menurut saya, mereka sudah mendesain pelarian sejak jauh-jauh hari," kata Slamet di Kantor BNN, Selasa (31/3) siang.

Slamet menjelaskan, salah satu tahanan yang kabur itu adalah orang yang memiliki keahlian khusus. "Ada satu orang yang memiliki keahlian khusus, semimiliter. Dia orang yang terlatih di jaringan Aceh," katanya. Namun, Slamet enggan menjelaskan identitas tahanan yang terlatih itu. Para tahanan kabur lewat lubang pada tembok belakang ruang tahanan. Diduga, para tahanan melubangi tembok itu, lalu memotong terali besi di luar tembok. Mereka juga menekuk batangan besi yang menjadi lapisan terluar terali besi.

Pantauan di lokasi kejadian, lubang buatan para tahanan tersebut berukuran sekitar 40 x 30 cm. Sedangkan tiga batang terali besi mereka potong dan bengkokkan. Masing-masing terali besi adalah besi bulat berdiameter sekitar 16 mm. Lubang itu berada di bagian bawah dinding.

Diperkirakan, untuk melewatinya, para tahanan harus merayap di lantai. Setelah melewati lubang, para tahanan otomatis menjejakkan kakinya di lahan kosong.


16.24 | 0 komentar | Read More

Waspadai Pencuri Spesialis Rumah Kosong, Baca Ini Dulu Sebelum Bepergian!

SERAMBINEWS.COM - Sebelum beraksi, pencuri spesialis rumah kosong biasanya melakukan pemetaan rumah incarannya. Supaya tidak menjadi korban pencurian rumah kosong, kenalilah ciri rumah yang jadi sasaran pencuri .

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Albert Sianipar mengatakan, ada kesamaan ciri-ciri rumah kosong yang dicuri. Salah satunya adalah lampu rumah yang masih menyala saat pada siang hari.

"Kalau ada rumah yang lampunya masih menyala siang-siang, itu pasti kosong. Ini biasanya bisa jadi incaran pencuri rumah kosong," ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/3/2015).

Albert menjelaskan, ciri rumah yang jadi sasaran pencuri lain adalah rumah yang berada di lingkungan relatif sepi. Tak hanya itu, para pencuri juga mengincar rumah mewah kosong tanpa pengamanan.

Saat menemui rumah yang memenuhi kriteria ciri rumah yang jadi incaran pencuri, biasanya modus yang dilakukan adalah pencuri berperan berpura-pura menjadi tamu atau salesman untuk mengecoh tetangga. Kemudian, mereka mencongkel pintu rumah dengan alat-alat seperti obeng dan kawat.

"Biasanya pencuri ini beraksi berkomplot, tiga sampai empat orang. Ada yang membobol pintu dan mengambil barang, ada yang menunggu di mobil," tutur Albert.

"Dengan mempelajari pola ciri rumah yang jadi incaran pencuri, maka aksi pencurian rumah kosong diharapkan bisa ditekan," lanjut dia.

Menurut Albert, untuk meminimalkan pencurian rumah kosong, masyarakat perlu memperketat sistem keamanan di lingkungannya.

Misalnya dengan memasang pagar, portal, atau bekerja sama mengadakan penjagaan antartetangga. Masyarakat juga perlu mewaspadai kendaraan-kendaraan yang tidak dikenal dan berhenti di lingkungannya dalam waktu yang cukup lama.

Dan bila memungkinkan, tidak meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. (Unoviana Kartika/Kompas.com)


16.24 | 0 komentar | Read More

Gedung Bioskop Sun Plaza Medan Roboh, Pengunjung Panik

SERAMBINEWS.COM - Gedung bioskop Sun Plaza Medan roboh, Senin (30/3/2015), sekitar pukul 15.30 WIB. Bioskop tersebut ada di lantai empat dan sedang direnovasi.

Sisa-sisa bangunan yang rubuh masih terlihat hingga lantai dasar mal cukup besar di Medan itu. Bahkan sejumlah outlet yang terkena serpihan bangunan yang roboh tampak langsung menutup tokonya.

Menurut saksi mata, pada saat gedung mulai roboh, pengunjung terlihat panik dan lari berhamburan menuju luar gedung untuk menyelamatkan diri agar tak terkena material bangunan yang mulai berjatuhan.

Saat kejadian itu, sejumlah petugas medis terlihat berdatangan menuju lokasi. Diduga ada sejumlah korban tewas akibat insiden ini. Namun hingga saat ini korban belum ditemukan.

"Kami diminta pihak Polantas untuk datang. Katanya ada korban yang tewas, makanya kami ke sini. Ini saja kami masih bingung mencarinya ke mana," ujar salah satu petugas medis saat ditemui di lokasi.

Setelah berkeliling dan tak menemukan seorang pun korban, para petugas pun tak lama mulai meninggalkan lokasi.

Sementara itu, pihak Polsek Medan Baru yang telah mengetahui kejadian itu langsung menuju ke lokasi.

Dan hingga Selasa (31/3/2015) sejumlah petugas kebersihan masih terlihat membereskan dan membersihkan sisa-sisa bangunan yang roboh. (Intan Y. Septiani)


16.24 | 0 komentar | Read More

VIDEO DPRA Minta TNI-Polri Jaga Kenyamanan Masyarakat

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengerahan pasukan TNI/POLRI dalam proses pengejaran kelompok yang diduga membunuh dua anggota TNI di Aceh Utara, diharapkan tak sampai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Permintaan itu disampaikan anggota DPR Aceh, dalam pertemuan yang dihadiri eksekutif pemerintah Aceh, Kapolda dan Pangdam IM, Rabu (1/4/2015).

Anggota dewan menilai kegiatan-kegiatan personil kepolisian dan TNI, bisa saja menimbulkan trauma masa konflik di masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi menyebut bahwa pemburuan pelaku pembunuhan anggota TNI maupun Polri, sejauh ini masih terus dilakukan. Kelompok tersebut diduga sudah terpencar-pencar.

Sebelumnya, Berbagai kasus kekerasan di Aceh juga ditanggapi Komisi I dan Komisi III DPRI, dengan menggelar pertemuan serupa bersama Polda, TNI serta pihak terkait di Aceh.

Lihat video lainnya di SERAMBIONTV

activate javascript

activate javascript

activate javascript


16.24 | 0 komentar | Read More

Malaysia Wajibkan “Kangkang Style”

Written By Unknown on Minggu, 29 Maret 2015 | 16.24

OLEH ISMU RIDHA NURDIN, alumnus UIN Ar-Raniry, Penerima Beasiswa Master dari LPSDMA 2013 Jurusan Tafsir University of Malaya, melaporkan dari Kuala Lumpur

PAGI Kamis lalu cuaca terasa dingin dan segar. Saya bersama sang istri mulai bersiap-siap menuju kampus. Tak seperti biasanya, kali ini kami menggunakan motosikal (sepeda motor) yang dipinjamkan kawan. Karena ini merupakan pengalaman pertama berkendaraan bersama wanita di negeri orang, ia pun langsung duduk menyamping sebagaimana kebiasaan dalam adat keacehan kita.

Motor kami mulai bergerak perlahan hingga ke pintu gerbang perumahan, tanpa perasaan apa pun saya tetap santai menunggu penjaga membuka palang pintu gerbang. Namun tiba-tiba, seorang polisi yang sedang tugas bersama security menahan kami. Kelengkapan dokumen pun mulai diperiksa dan alhamdulillah saya bebas dari hal ini, akan tetapi kami menyalahi aturan berboncengan di negeri ini.

Saya baru sadar, rupanya saya bukan sedang di Indonesia, saya juga bukan sedang di Aceh. Hehehe... Ini adalah negeri orang yang memiliki qanun dan aturan sendiri. Meskipun memiliki adat, bahasa, dan budaya yang dominan sama, namun ada saja hal-hal yang kontras antara kita dengan mereka (baca: Malaysia), di satu sisi tentu saja hal tersebut dapat menjadi pembeda dan penentu identitas masing-masing.

Bagi mereka, siapa pun yang menggunakan motosikal haruslah "ngangkang". Alasan utamanya adalah keselamatan. Sebaliknya, duduk menyamping justru memperbesar peluang terjadinya kecelakaan. Oleh sebab itu para pelanggar akan dikenakan "saman" atau denda sebagaimana undang-undang yang telah ditetapkan.

Wallahu a'lam, apakah "ijtihad" ini lahir dari sebuah kajian yang serius serta berkaca dari pengalaman panjang mereka atau hanya latah karena meniru aturan negeri lain?

Namun yang pasti, kini Malaysia telah mewajibkan "kangkang style" bagi warganya dan bagi siapa pun yang hadir di negeri Malaya ini.


16.24 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger