Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Faisal Oesman Pimpin BPKPP Golkar Aceh Besar

Written By Unknown on Minggu, 01 Desember 2013 | 16.25

BANDA ACEH - Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Drs H Sulaiman Abda MSi, Sabtu (30/11) melantik Ir Faisal Oesman, sebagai ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu. (BKPP) Golkar Aceh Besar. Prosesi pelantikan BKPP, yang diikuti pembekalan 200 peserta dan calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Golkar Aceh Besar, provinsi dan caleg DPR RI.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Hijrah Lambaro, Sabtu (30/11) dihadir jajaran pengurus DPD Partai Golkar Aceh, Aceh Besar, anggota DPR RI H Sayed Fuad Zakarya, para caleg, serta tokoh masyarakat Aceh Besar.

Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Sulaiman Abda mengatakan, BKPP ini dibentuk untuk menyukseskan Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden (Pilpres)  2014. Prosesi pengukuhan BKPP Aceh Besar ini, sekaligus memperkenalkan para calon anggota legislatif (caleg), baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Karenanya, Sulaiman Abda  meminta seluruh kader partai bekerja penuh,  selain mensukseskan pemilu dan pemenangan Partai Golkar, sekaligus melakukan pengawasan dan evaluasi para caleg Parai Golkar.

BKPP dibentuk, tidak saja untuk penenangan pemilu secara nasional, namun sekaligus untuk pemenangan dan menyukseskan pemilu legislatif dan Pilpres 2014. "BKPP tugas partai untuk pemenangan partai, bukan untuk perorangan atau caleg saja," katanya.(awi)


16.25 | 0 komentar | Read More

Anis Matta Ungguli Pemira Capres PKS Aceh

BANDA ACEH - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Anis Matta Lc MA unggul dalam Pemilihan Raya (Pemira) Calon Presiden RI yang dilaksanakan oleh DPW PKS Aceh. Pemira Capres yang akan diusung PKS pada Pemilu 2014 dilaksanakan secara serentak di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh, Sabtu (30/11).

"Pemira diikuti sekitar 15 ribu kader dan simpatisan PKS di seluruh Aceh pada mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB" ujar Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Saifunsyah kepada Wartawan, Sabtu sore (30/11).

Saifunsyah menyebutkan, berdasarkan hasil quick count yang diperoleh oleh panitia pemilihan di tingkat DPW Aceh, hingga pukul 15.00 WIB, Presiden PKS M Anis Matta unggul dengan perolehan suara 18,43 persen, disusul mantan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid 16,82 persen, dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo) Tifatul Sembiring dengan perolehan suara 13,59 persen.

"Di urutan keempat ada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan perolehan suara 13,02 persen. Namun yang cukup membanggakan kita, putra Aceh Nasir Jamil masuk dalam lima besar, tepatnya di posisi kelima dengan perolehan suara 10,68 persen," lanjut Saifunsyah didampingi Ketua Bapilu PKS Aceh Zulfikar Abdullah.

"Sementara hasil hitungan real kita perkirakan akan final dalam 4 hari ke depan, karena dari DPP kita diberi waktu satu minggu," ujarnya.

Saifunsyah menjelaskan tata cara pemilihan dilakukan secara beragam, tergantung dengan kreatifitas masing-masing DPD PKS. Menurutnya ada DPD yang melibatkan kader PKS saja dan ada yang melibatkan kader dan simpatisan, bahkan ada DPD yang melibatkan masyarakat.

Menurutnya, kader memilih 5 dari 22 nama yang diusung sebagai calon kandidat. "Metode Pemira ini dilakukan PKS untuk menghasilkan capres yang betul-betul diiinginkan oleh kader dan masyarakat, kita tidak ingin kalau setelah ditetapkan capres nanti ada polemik, jadi dari awal kita libatkan semua kader" jelasnya.

Nama anggota DPR RI asal PKS Aceh, Nasir Djamil unggul dalam Pemira Capres yang dilaksanakan oleh DPD-PKS Lhokseumawe, Sabtu (30/11) kemarin. Pemilihan tersebut diikuti sekitar 400 kader.

Ketua DPD PKS Lhokseumawe Yusrizal kepada Serambi mengatakan, Nasir Djamil berhasil meraih suara terbanyak untuk tingkat Lhokseumawe. Dalam Pemira capres tersebut tidak mengenal tim sukses,  karena hanya dilakukan untuk internal PKS sebagai tolak ukur tingkat elektabilitas capres di mata kader.(sar/c37)


16.25 | 0 komentar | Read More

Gempa 5,8 SR Guncang Simeulue

Laporan : Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM,SINABANG - Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala ricther mengguncang wilayah kepulauan Simeulue, Minggu (1/12/2013) siang.

Getaran gempa yang dirasakan beberapa detik itu, cukup mengejutkan warga namun tidak menimbulkan kepanikan.

Gempa yang terjadi pada pukul 13:29:58 WIB ini  berpusat di koordinat 96.65,2 atau di 91 km Tenggara Kabupaten Simeulue dengan Kedalaman 20 Km.

Gempa ini tidak berpotensi Tsunami. Hingga berita ini ditulis, serambinews.com belum memperoleh informasi terkait adanya kerusakan dan korban akibat gempa tersebut. (*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Gempa Simeulue Juga Terasa di Singkil

Laporan : Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Gempa Simeulue berkekuatan 5,8 skala richter (SR) pukul 13.29 WIB, Minggu (1/12/2013) terasa hingga ke Kabupaten Aceh Singkil. Namun tidak terasa terlalu besar, sejauh ini, tidak ada informasi kerusakan akibat gemba tersebut.

Getaran gempa di Aceh Singkil, dirasakan sedikit besar oleh warga di Pulau Banyak. Sama dengan di daratan gempa hanya sebentar dan belum ada informasi efek kerusakan terhadap bangunan, termasuk kondisi perubahan alam akibat gunjangan.

"Di pulau (Pulau Banyak) terasa gempa, hanya sebentar sepengetahun saya tidak ada kerusakan akibat gempa," kata Irwan warga Pulau Banyak, saat dihubungi serambinews.com.

Sementara itu, saat gempa mengguncang warga sempat terkejut. Bebarapa diantaranya spontan ke luar rumah. Sejauh ini aktivitas warga berlangsung normal tidak terpengaruh kejadian gempa.

Seperti diberitakan Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala ricther mengguncang wilayah kepulauan Simeulue pada pukul 13:29:58 WIB. Gempa berpusat di koordinat 96.65,2 atau di 91 km Tenggara Kabupaten Simeulue dengan Kedalaman 20 Km.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Warga Blang Miroue dan Kumba Minta Dibangun Jembatan Gantung

Warga Blang Miroue dan Kumba Minta Dibangun Jembatan Gantung

Warga Gampong Lada, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, melintasi jembatan gantung yang ambruk digerus banjir pada Februari lalu. Hingga kini belum diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

Laporan : Abdullah Gani | Pide Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Warga Blang Miroue Kemukiman Ulee Gle Tunong serta masyarakat  Kumba-Ulee Gle Kecamatan Bandardua, Pijay meminta pemerintah agar di wilayahnya dibangun sebuah jembatan gantung. Akibat belum adanya sarana penghubung, penduduk di dua kawasan yang yang dibatasi oleh sungai itu jika bepergian terpaksa harus menempuh jalan lain yang lumayan jauh. Usulan setiap tahun dilayangkan kepada pemkab setempat, tapi hingga kini belum direspon.

Harapan itu disampaikan sejumlah warga di dua kemukiman pedalaman Bandardua kepada Serambinews.com terpisah. Mereka mengaku kewalahan karena tidak adanya jembatan terutama jika ada hal-hal penting. Padahal, jalan di seberang sungai sudah lama ada malah seperti di Kumba, tahun 2014 mendatang dikabarkan akan ditingkatkan melalui dana BKPG. Jika dibangun panjang jembatan sekitar 60 meter.

Kadis PU, Ir Hanif Ibrahim, yang dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan, masyarakat disana mendambakan sebuah jembatan gantung sebagai sarana perhubungan di dua kawasan yang diapit oleh sungai. Pihaknya, sudah beberapa kali mengusulkan supaya harapan warga itu terpenuhi. Tapi, setelah dilakukan survey atau penjajakan ke lapangan disimpulkan, pembangunan jembatan disana belum begitu mendesak. Karenanya, Hanif meminta masyarakat bersabar.(*)    


16.25 | 0 komentar | Read More

Biadab, Bayi Dibuang di Musalla Dinas SDA Pidie

Biadab, Bayi Dibuang di Musalla Dinas SDA Pidie

Foto/IST

Bayi perempuan dirawat di IGD RSU Sigli, Pidie, Minggu (1/12). Bayi tersebut ditemukan warga di musalla Dinas SDA Pidie, pukul 13.00 WIB. 

Laporan : M. Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bayi berkelamin perempuan seberat 3,5 kilogram ditemukan warga di musalla Dina Sumber Daya Air (SDA) Pidie, Minggu (1/12) sekira pukul 13.00 WIB. Selanjutnya bayi malang itu diboyong ke IGD RSU Tgk Chiek Ditiro Sigli sekira pukul 13.40 WIB, oleh personel polisi Polres Pidie bersama warga.

Berdasarkan informasi yang didapat serambinews.com, saat ditemukan, tubuh bayi tersebut dibalut kain warna kuning tua seadanya. Juga di samping bayi tersebut diletakkan satu botol air berisi susu yang tutupnya warna biru. Bayi malang itu diduga hasil hubungan gelap.

Ada dugaan pelaku membuang bayi di musalla, agar warga yang melaksanakan shalat Subuh di musalla tersebut bisa mengambilnya. Bayi perempuan itu dibuang di musalla diperkirakan sekira pukul 04.00 WIB pagi.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, yang dihubungi serambinews.com Minggu (1/12), mengatakan, polisi telah menangani kasus penemuan bayi di musallah Dinas SDA Pidie. "Kita masih memburu pelaku yang tega membuang bayi tersebut," kata AKP Ibrahim. (*)

16.25 | 0 komentar | Read More

Malik: Jabatan Saya Minister of State

Written By Unknown on Sabtu, 30 November 2013 | 16.25

SAAT wawancara khusus dengan Serambi di Jakarta, Selasa (26/11), Malik Mahmud Al-Haytar menyebutkan bahwa di dalam kabinet pertama Aceh Merdeka yang dideklarasikan Tgk Hasan Tiro pada 4 Desember 1976 di Gunung Halimon, Pidie, dirinya ditempatkan sebagai Minister of State. Saat itu Malik bersama abangnya Amir Rasyid masih berada di Singapura. Namun, sudah dimasukkan Hasan Tiro dalam struktur kabinet.

Dengan jabatan seperti itu, Malik tidak punya portofolio, sehingga ia pernah bertanya kepada Hasan Tiro mengapa jabatannya tak punya wakil. "Teungku Hasan Tiro menjawab, 'Malik punya urusan, urusan saya. Kalau saya sedang berada di Aceh, maka Maliklah yang berurusan di luar negeri'. Jadi, apa-apa urusan beliau itu diberikan kepada saya untuk menyambung dengan Dewan Wali yang di Aceh. Begitu link-nya," kata Malik mengutip pembicarannya dengan Hasan Tiro di Singapura.

Tentang rencana pengukuhan Wali Nanggroe itu, Malik hanya mengatakan bahwa agenda itu merupakan kewenangan DPRA bersama Pemerintah Aceh. "Saya hanya menanti bagaimana keputusan Pemerintah Aceh bersama DPRA," kata Malik.

Ia juga pertegas bahwa pengukuhan itu nantinya semata-mata untuk memenuhi perintah MoU Helsinki, Undang-Undang Pemerintahan Aceh, dan Qanun Lembaga Wali Nanggroe. (yarmen dinamika)


16.25 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger