Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polisi Tahan Sindikat Penggelapan Mobil

Written By wartini cantika on Selasa, 30 Juli 2013 | 16.24

* 10 Unit Mobil Disita

BANDA ACEH - Tim Polresta Banda Aceh menangkap dan menahan dua pria bernama Arul dan Nazar, selaku tersangka sindikat penggelapan mobil, umumnya mobil rental di Banda Aceh, Medan dan beberapa kabupaten/kota lain di Aceh. Arul ditangkap di Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (17/7). Sedangkan Nazar ditangkap dua hari kemudian di Geulumpang Minyeuk, Pidie.

Informasi ini baru Senin (29/7) kemarin diketahui Serambi karena melihat 10 mobil pribadi diparkir di halaman depan Satuan Reskrim Polresta dengan kondisi sudah dilingkari garis polisi (polisi line). Jenis mobil itu, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda CRV, dan Toyota Yaris.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan melalui Kasat Reskrim, Kompol Erlin Tangjaya mengatakan dua tersangka ini ditangkap seusai penyidik Polresta Banda Aceh menerima laporan seorang pemilik travel di Medan, Syam, yang mendeteksi mobil Avanza miliknya di Banda Aceh.

"Ia buat laporan Rabu (17/7) siang, dan siang itu juga mobil Avanza kami tangkap bersama tersangka Arul di Punge Jurong. Dua hari kemudian, tim menangkap Nazar di Gelumpang Minyeuk, Pidie. Pengembangan dari Nazar, polisi menyita tujuh mobil di Pidie dan dua di Banda Aceh. Semuanya sudah dijual ke orang lain," kata Erlin menjawab Serambi, kemarin.

Kasat Reskrim menyebutkan ke-10 mobil jenis Avanza, Xenia, CRV, dan Yaris, selain pelatnya tak sesuai lagi, nomor mesin dan nomor rangkanya juga sudah dihilangkan sindikat ini dengan cara digesek. Modus penggelapan kelompok ini, tersangka pertama menggelapkan mobil rental, ia menggunakan KTP palsu saat menyewa mobil.

"Kemudian mobil itu dipindah tangan, mungkin dijual dengan harga murah kepada orang kedua. Kemudian mobil dijual lagi ke pihak lain. Ya mereka sindikat. Jika bukan sindikat, maka tak mungkin bersedia membeli mobil bodong. Karena itu, kami sedang telusuri terus sindikat ini karena diperkirakan banyak lagi mobil korban penggelapan kelompok ini di berbagai kabupaten/kota di Aceh," demikian Erlin.(sal)


16.24 | 0 komentar | Read More

116.604 Yatim belum Terima Bantuan

* Akibat APBA-P 2013 belum Disahkan

BANDA ACEH - Sebanyak 116.604 anak yatim, piatu, dan yatim piatu korban konflik, tsunami dan lainnya yang masuk dalam daftar calon penerima dana bantuan pendidikan tahun 2013 senilai Rp 1,8 juta per anak per tahun, sampai Senin (29/7) belum menerima bantuan tersebut. Kadis Pendidikan Aceh, Anas M Adam yang dikonfirmasi Serambi, Senin (29/7) mengakui hal itu.

Penyebabnya, kata Anas, menurut Surat Mendagri Nomor 900/2118/SJ tentang penyaluran dana hibah maupun dana bantuan sosial (bansos) yang terdapat dalam APBA 2013, harus diverifikasi kembali, dan  kemudian dimasukkan ke dalam dokumen RAPBA Perubahan 2013 untuk disahkan DPRA. "Ini artinya, anggaran bantuan pendidikan bagi anak yatim baru bisa disalurkan setelah DPRA mengesahkan RAPBA Perubahan 2013," jelas Anas.

Menurut informasi yang diterima pihaknya, lanjut Anas, dokumen RAPBA Perubahan 2013 sedang disusun. Sedangkan data untuk calon penerima dana bantuan pendidikan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu itu sudah diverifikasi oleh tim Dinas Pendidikan Aceh, yang melibatkan pihak sekolah bersangkutan, pengawas sekolah, dan dinas pendidikan kabupaten/kota.

"Karena itu, data calon penerima dana bantuan pendidikan yang kita usulkan dalam APBA 2013 maupun APBA Perubahan 2013 sudah cukup valid. Tapi, jika ada pihak yang meragukan atau ada usulan nama calon penerima yang tidak layak, silakan menyampaikan laporannya ke Dinas Pendidikan Aceh," pungkasnya.

Kepala Bappeda Aceh, Abubakar Karim, yang dikonfirmasi penyebab  belum disampaikannya dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2013 kepada DPRA, mengatakan, hal itu karena masih banyak jenis bantuan hibah dan sosial yang anggarannya masuk dalam APBA 2013 belum selesai diverifikasi atau validasi. Sehingga dokumen KUA dan PPAS-P 2013 yang akan dijadikan dokumen RAPBA 2013 belum diserahkan pihaknya ke DPRA.

Dinas Keuangan Aceh bersama dinas tehnis lain, menurutnya, saat ini sedang memverifikasi jenis bantuan hibah dan bansos. Setelah verifikasi selesai, lanjut Abubakar, baru diserahkan kepada Dinas Keuangan untuk dijadikan dalam satu buku dan buku tersebut akan diserahkan ke DPRA untuk dibahas bersama. "Kami usahakan bisa diserahkan minggu ini atau paling lambat minggu depan. Total dana hibah dan bansos yang perlu diverifikasi nilainya sekitar 1,4 triliun rupiah," ujar Abubakar.(her)


16.24 | 0 komentar | Read More

CJH Aceh Berangkat Gelombang Kedua

BANDA ACEH - Sebanyak 3.111 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Aceh akan berangkat pada gelombang kedua yang dijadwalkan mulai 27 September mendatang. Sementara masuk asrama untuk kloter pertama sehari sebelumnya.

Kakanwil Kemenag Aceh, Ibnu Sa'dan MPd kepada Serambi, Senin (29/7), mengatakan dengan adanya pengurangan 20 persen CJH yang akan berangkat tahun ini, jadwal keberangkatan CJH Aceh juga berubah. Hal itu sesuai dengan rapat Kementerian Agama RI dan Garuda Indonesia. "CJH Aceh seluruhnya berangkat pada gelombang kedua dan jenis pesawat yang digunakan juga berbeda," ujarnya didampingi Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Akhyar MAg.

Jenis pesawat yang akan digunakan, sebut Ibnu Sa'dan, yaitu  pesawat boeing 777 dengan kapasitas 440 kursi. Sedangkan sebelumnya CJH Aceh menggunakan Airbus 330 dengan kapasitas 325 kursi. Sementara untuk gelombang pertama masuk asrama pada 9 September mendatang dan berangkat ke tanah suci pada 10 September nanti. "Gelombang pertama rutenya dari Aceh ke Jeddah kemudian ke Madinah. Sedangkan gelombang kedua dari Aceh ke Jeddah kemudian ke Mekkah," jelasnya.

Menurutnya, pengurangan CJH tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh guni. "Dengan ditundanya keberangkatan 235 CJH Aceh, bukan berarti pemerintah mempersulitkan jamaah. Tapi, penundaan itu karena adanya pembangunan besar-besaran di Mekkah. CJH yang ditunda keberangkatannya tahun ini akan diprioritaskan berangkat tahun depan," ungkap Ibnu Sa'dan.

Sementara untuk jadwal keberangkatan delapan kelompok terbang (kloter) CJH Aceh, tambah Ibnu Sa'dan, pihaknya hari ini (kemarin-red) akan melakukan rapat dengan seluruh kepala dan kasi haji Kemenag kabupaten/kota se-Aceh.(hs)


16.24 | 0 komentar | Read More

Warga Trienggadeng Kembali Mendatangi PN Banda Aceh

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puluhan warga trienggadeng yang merupakan pendukung keluarga dengan dakwaan kasus pencabulan kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh sekitar pukul 9.30 WIB, Selasa (30/7/2013). Massa menuntut agar keluarga tersebut dibebaskan, dan mengancam jika hal itu tidak dikabulkan akan membawa massa lebih besar lagi.

Razali seorang tokoh masyarakat sekaligus yang memimpin rombongan ini mengaaku tidak mempercayai jika keluarga tersebut melakukan perbuatan pencabulan. "Pak Isa dikenal sebagai seorang guru agama, pernah menjadi pengkhutbah, dan kepala desa. Dan yang mengobati  itu istrinya dan diobati tidak dibawa ke dalam kamar, melainkan di ruang tamu di hadapan keluarga lainnya juga. Cara pengobatannya juga sama dengan yang lain membaca alfatihah," pungkasnya.

Massa membawa sejumlah karton yang diperlihatkan kepada sejumlah awak media bertuliskan 'Maling Tereak Maleng', 'Isa M Daud Bukan Karakter Cabul', 'Isa M Daud Korban Fitnah', 'Ini Kehidupan Nyata Bukan Sinetron Jadi Jangan  Jadikan Skenario Fitnah Kalian'.

Kehadiran warga Trienggadeng ini masih mendapatkan pengawalan yang ketat dari sejumlah anggota kepolisian. Sebelumnya Kamis (25/7/2013) lalu puluhan warga Trienggadeng juga mendatangi PN Banda Aceh, namun sidang yang dilaksanakan secara tertutup dan dijadwalkan mendengar keterangan saksi tersebut ditunda. Karena ketidakhadiran saksi maka sidang dilanjutkan hari ini dengan agenda mendengar keterangan saksi. Namun sampai menjelang siang kasus dakwaan pencabulan yang melibatkan satu keluarga asal Tringgadeng, Pidie Jaya belum juga disidangkan.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

YARA Ajukan Gugatan ke MA

* Qanun 3/2008 Perlu Direvisi

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melalui direkturnya, Safaruddin SH melayangkan gugatan judicial review (hak uji materi) ke Mahkamah Agung (MA) melalui Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (29/7). Gugatan itu perihal permohonan pengujian norma hukum Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Lokal Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota.

Safaruddin mengatakan isi dari pasal 17 dan 33 pada Qanun Nomor 3 Tahun 2008 bertentangan dengan pasal 54 dan 327 pada UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota. "Sebagai advokat, saya mewakili YARA berkewajiban menjaga dan menyelaraskan Undang-undang atau sebagai pengawal kanstitusi," katanya kepada Serambi, Senin (29/7).

Ia menyatakan dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2008 pasal 17 menyebutkan "Daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 memuat paling banyak seratus dua puluh perseratus dari jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan. Sedangkan pasal 54 pada UU Nomor 8 Tahun 2012 yang berbunyi "Daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 memuat paling banyak seratus persen dari jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan," ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, isi pasal 33 pada Qanun Nomor 3 Tahun 2008 bertentangan dengan pasal 327 UU Nomor 8 Tahun 2012. Safaruddin menjelaskan pasal 33 dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2008 mengacu kepada UU Nomor 10 Tahun 2008, sementara UU itu telah dicabut. "Seharusnya yang menjadi acuan itu adalah UU Nomor 8 Tahun 2012, karena UU Nomor 10 Tahun 2008 sudah dicabut dan tidak berlaku lagi. Hal ini jelas bahwa tidak ada keselarasan antara Qanun Nomor 3 Tahun 2008 dan UU Nomor 8 Tahun 2012. Pemerintah Aceh dan DPRA perlu merevisi Qanun Nomor 3 Tahun 2008 agar sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2012 yang berlaku," terangnya.

Dalam permohonannya, YARA meminta agar MA membatalkan dan menyatakan bahwa pasal 17 dan 33 pada Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tidak berlaku dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, serta bertentangan dengan pasal 54 dan 327 pada UU Nomor 8 Tahun 2012.(sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Tiga Balon Wali Kota Mendaftar

SUBULUSSALAM – Tiga pasangan bakal calon (balon) Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam, Senin (29/7) mendaftar ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat untuk bertarung dalam pilkada kota itu yang dijadwalkan berlangsung 29 Oktober mendatang. Meski pendaftaran sudah dimulai sejak 23 Juli, namun balon justru baru mendaftar pada hari terakhir kemarin.

Ketiga Pasangan yang mendatang adalah Saripuddin Jawa/Musmulyadi Jabat, Merah Sakti SH/Drs Salmaza, dan pasangan H Asmauddin SE/Salihin Berutu.

Pantauan Serambi, kemarin, pasangan Saripuddin Jawa/Musmulyadi Jabat yang maju melalui jalur independen pertama kali mendaftar. Syaripuddin yang juga anggota DPRK Subulussalam dari Partai Amanat Nasional (PAN) didampingi puluhan pendukung menggunakan mobil dan sepeda motor.

Selanjutnya, giliran pasangan Merah Sakti SH/Drs Salmaza bersama puluhan pendukungnya mendatangi KIP Subulussalam yang berlokasi di Kawasan Perkantoran Pemko Subulussalam (KPKS) Dusun Lae Terutung, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Pasangan ini diusung lima partai politik yang memiliki delapan kursi di DPRK Subulussalam. Pasangan Sakti dan Salmaza mengenakan baju kemeja berwarna putih dipadu celana dan peci hitam. Sakti datang ke kantor KIP menyetir langsung mobil pribadinya jeep wrangler warna putih. Pun demikian Salmaza, yang datang dengan menyetir sendiri mobil x-trail warna hitam miliknya.

Beberapa menit kemudian, pasangan H Asmauddin SE/Salihin Berutu APtn mendaftar ke KIP. Tak jauh beda dengan dua pasangan bakal calon sebelumnya, pendaftaran Asmauddin yang merupakan mantan Pj Wali Kota Subulussalam itu diikuti puluhan pendukungnya. Pasangan ini juga datang dengan mengenakan baju kemeja putih berenda dipadu celana dan peci hitam.

Pasangan Asmauddin-Salihin yang disingkat "Asli" itu diusung oleh enam partai politik termasuk non parlemen. Saat mendaftar, pasangan ini didampingi oleh pimpinan-pimpinan partai politik pengusungnya seperti Bakhtiar Husein, H Anwar Rustam, Zuheri Ahmad, Dedi Bustamar dan lainnya.(kh)


16.24 | 0 komentar | Read More

PNA Laporkan Wabup Aceh Timur ke Polisi

Written By wartini cantika on Senin, 29 Juli 2013 | 16.25

* Cabut dan Robek Bendera PNA

PEUREULAK - Puluhan pengurus, caleg, dan kader Partai Nasional Aceh (PNA) Wilayah Aceh Timur, Minggu (28/7) kemarin, melaporkan tindakan pencabutan dan perobekan bendera PNA oleh Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Syamaun, yang juga menjabat Ketua DPW Partai Aceh (PA) kabupaten setempat.

Peristiwa ini dilaporkan oleh Tgk Jauhari Abu Bakar (37), kader PNA  di Gampong Punti, Kecamatan Peureulak, yang melihat langsung peristiwa itu. Pelaporan ke polisi dilakukan oleh Tgk Jauhari didampingi pengacara PNA, Mohd Jully Fuadi, SH, yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jendral DPP PNA. 

Ketua DPW PNA Kabupaten Aceh Timur, Muslim Hasballah menilai tindakan orang nomor dua di Aceh Timur ini sebagai bentuk arogansi Syahrul Syamaun sebagai pemimpin daerah. Di pihak lain, Syahrul yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, tindakan itu dilakukan dirinya karena bendera PNA itu dikibarkan di tanah miliknya, tanpa terlebih dahulu meminta izin.

Ketua PNA Aceh Timur, Muslim Hasballah mengatakan, sebagai pemimpin daerah, sepatutnya Wakil Bupati mengayomi seluruh masyarakat dari semua kelompok, suku, dan kelas sosial. "Tidak perlu menunjukkan arogansi dan kekonyolan ini. Saya juga pernah memimpin Aceh Timur, namun saya tidak sebodoh ini," ujar bupati Aceh Timur periode 2007-2012 ini.

Menurut Muslim, apa yang ditunjukkan oleh Wabup Aceh Timur itu semakin merusak wajah dan citra Aceh di mata Nasional. "Seharusnya kita saling berkerja sama untuk Aceh, tapi ini malah melakukan tindakan-tindakan konyol dan arogan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Muslim yang juga menjabat wakil Ketua Bapilu Pusat DPP-PNA ini berharap kepada pihak kepolisian agar bertindak secara profesional. "Kami akan melihat sejauh mana pihak kepolisian berkerja secara obyektif dan profesional, walaupun kali ini yang menjadi terlapor adalah pejabat dan penguasa setempat," ujarnya.

Kepada seluruh Anggota Tameng Nasional Aceh (TNA), caleg, kader, dan simpatisan PNA, Muslim meminta agar tetap solid dan saling membantu untuk kenyamanan dan keamanan lingkungan masing-masing. "Tantangan dan kendala ini Insya Allah akan kita lewati menuju kemenangan, demi kebaikan kita semua," pungkas Muslim.(yuh)


16.25 | 0 komentar | Read More

Ulama Aceh Kurang Menulis Kitab

Laporan Sri Wahyuni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Problema yang terjadi pada ulama di Aceh antara lain karya tulis ulama Aceh yang belum banyak beredar, karena kurangnya pengembangan wawasan ilmu syariah terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal itu dipaparkan Guru Besar Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Tgk H Muslim Ibrahim, Senin (29/7/2013) dalam Nadwah/Mubahasah Ilmiah yang diselenggarakan MPU Aceh pada 28-29 Juli 2013.

Muslim juga mengatakan kurangnya karya tulis berupa kitab karena ulama malas menulisnya. Menurutnya, perlu upaya penguatan-penguatan yang dapat merevitalisasi peran dan fungsi ulama, seperti mengadakan pengajian tingkat tinggi yang berkesinambungan, membentuk wadah tempat ulama berkarya ilmiah, dan menghadiri seminar-seminar Islam internasional.


16.25 | 0 komentar | Read More

Unsyiah Tawarkan Sistem Rumah Pracetak untuk Gayo

BANDA ACEH - Untuk pembangunan kembali rumah penduduk pascagempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah, peneliti konstruksi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengusulkan konstruksi bangunan berbentuk pracetak. Sehingga kualitasnya terjamin, karena matrik pracetak itu diproduksi di suatu tempat secara seragam.

"Semua komponen bangunan pada sistem ini, mulai dari tiang, balok dan lain-lain, semuanya tersambung dengan baut. Sehingga jika terjadi gempa tak mudah lepas satu sama lain. Sementara bangunan yang ada sekarang umumnya tak punya sambungan antara dinding dengan tiang, sehingga mudah sekali lepas saat terjadi goncangan seperti gempa," kata Peneliti Konstruksi Unsyiah yang juga anggota Tim Satgas Unsyiah untuk Gayo, Dr Ir Abdullah MSc.

Menurutnya, konstruksi itu juga menggunakan beton ringan. Sehingga memudahkan saat pemasangan dan akan meminimalisasi efek gempa. "Bahan yang digunakan untuk konstruksi sistem ini juga sangat ramah lingkungan, karena sangat minim penggunaan kayu dan pasir," jelas Abdullah sebagaimana disampaikan kembali oleh Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana, dalam siaran pers yang diterima Serambi, Minggu (28/7). 

Dikatakan, ide itu sudah teruji dan sudah dipresentasi oleh tim Satgas Unsyiah untuk Gayo kepada Gubernur Aceh dan kepala daerah di lokasi rencana pembangunan. Sejauh ini, menurutnya, gubernur dan bupati menyambut positif ide tersebut.

Ketua Harian Tim Satgas Unsyiah untuk Gayo, Dr Ir Muhammad Dirhamsyah MSc berharap sistem itu dapat direalisasikan di lapangan, karena kualitasnya teruji untuk daerah gempa, ramah lingkungan, dan proses pembuatannya relatif lebih cepat.

Selain sistem pembangunan perumahan penduduk, Tim Satgas Unsyiah yang diketuai Pembantu Rektor IV, Prof Dr Ir Darusman MSc juga melakukan penelitian lebih lanjut tentang potensi gempa di masa mendatang. Peneliti gempa dari FMIPA Unsyiah, Dr Nazli Ismail MSi juga sedang berada di lokasi saat gempa terjadi. Penelitian ini adalah kerja sama antara Unsyiah dengan beberapa ahli gempa dari Universitas Nagoya Jepang.

Tim Satgas Unsyiah yang sejak satu hari setelah gempa telah membuka posko di Aceh Tengah, juga segera membuat sekolah-sekolah tenda, di mana mahasiswa FKIP Unsyiah akan dikirim ke sana sebagai guru. Bagi mahasiswa ini, program tersebut secara resmi akan diakui sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 33 mahasiswa Teknik Sipil juga akan diterjunkan ke lokasi gempat sebagai mahasiswa KKN, dan mereka akan diprogramkan untuk mempercepat pembangunan kembali rumah penduduk.

Di sisi kesehatan, tambah Ilham, Satgas juga melakukan assesmen kelayakan fasilitas medis dan pelayanan kesehatan jiwa melalui PTSD (Post Trauma Stress Disorder). "Untuk kegiatan ini, Unsyiah juga melibatkan dokter jiwa dan spesialis dari Fakultas Kedokteran Unsyiah," pungkas Ilham Maulana.(jal) 


16.25 | 0 komentar | Read More

JK Kunjungi Korban Gempa Gayo

BANDA ACEH - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Senin (29/7) hari ini dijadwalkan tiba di Aceh dalam rangka mengunjungi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sebelum berangkat ke Dataran Tinggi Gayo, sebagaimana jadwal kegiatan yang didapat Serambi, Minggu (28/7), JK terlebih dahulu akan menggelar pertemuan dengan Gubernur Aceh sesaat setelah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, pagi hari ini.

Pertemuan itu dilangsungkan di ruang VIP Bandara SIM karena JK dan Gubernur selanjutkan akan berangkat bersama menuju ke Bandara Rembele, Bener Meriah, dengan menggunakan pesawat Susi Air.

Di Bandara Rembele, seusai mendengar penjelasan tentang Progress Kegiatan Tanggap Darurat Bencana, rombongan didampingi Bupati Bener Meriah dan Aceh Tengah akan langsung bergerak ke beberapa lokasi bencana.

Kunjungan itu dijadwalkan berlangsung sehari, karena sorenya JK dan Gubernur Aceh sudah terbang kembali ke Bandara SIM. Sebelum terbang kembali ke Jakarta esok paginya, JK akan berbuka puasa bersama Gubernur dan dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.(yos)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kompleks Perkantoran Tamiang Jadi Lokasi Maksiat

* KAMMI Minta Pemkab Mengatasi

LANGSA – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Aceh Tamiang mensinyalir bahwa sejumlah kompleks perkantoran pemerintah di Aceh Tamiang, selama ini telah menjadi lokasi maksiat. Selama Ramadhan perbuatan terlarang pada malam hari di lokasi itu meninggat. Karena itu, KAMMI Meminta Pemkab setemapt segera mengatasinya.

Dalam siaran pers yang ditanda tangani ketua KAMMI Aceh Tamiang, Syahrul menyebutkan, bukan hanya pada setiap malam Minggu, tapi aktivitas remaja di kompleks perkantoran Aceh Tamiang di Karang Baru itu juga ada pada malam lainnya.

"Kondisi ini sudah cukup berbahaya, karena itu kami minta agar Pemkab Aceh Tamiang dengan segala perangkatnya agar segera mengatasi masalah tersebut, sehingga tidak mempengaruhi remaja lainnya,"ujar tulis Syahrul.

Ia menambahkan, sementara masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kegiatan maksiat tersebut malah kian parah.

Dikatakan, yang sangat disayangkan, tulis KAMMI, praktik terlarang tersebut justru kerap terjadi di anatar gedung DPRK dan kantor Bupati. Kedua gedung itu berdampingan dengan halaman yang luas, kerap dijadikan tongkrongan remaja putra dan putri untuk mejeng dalam keremangan malam.

Menurut Syahrul, WH di Aceh Tamiang tidak efektif karena mereka cuma patroli di kampung-kampung, namun di kota tidak dilakukan. Padahal di kota justru sangat banyak terjadi kemaksiatan."Tolong ditutup dan dijaga kompleks perkantoran itu, sehingga tidak dijadikan arena maksiat pada malam hari,"pinta Ketua KAMMI Aceh Tamiang tersebut.(yuh)


16.25 | 0 komentar | Read More

Baitul Mal Pidie Jaya Salurkan Zakat

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tahun ini sebanyak 3.939 orang fakir miskin di Pidie Jaya kembali memperoleh zakat dari Baitul Mal setempat. Setiap mustahiq mendapat Rp 150.000. dan penyerahan secara simbolis dilakukan Abd Rahman Puteh Asisten Pemerintahan Sekdakab setempat, Senin (29/7).

Zakat yang dikumpulkan Baitul Mal dari Pegawai Negeri Sipil, pada hari pertama ini diserahkan kepada 520 orang penerima asal Kecamatan Meureudu serta 305 orang fakir dan miskin dari Kecamatan Meurahdua.

Sedangkan enam kecamatan lainnya disalurkan secara berlanjut hingga Kamis ini. Total dana yang terserap untuk zakat tahun 2013 ini mencapai Rp 590.700.000. Kecuali itu, 427 tempat pengajian al-Quran tahun ini juga memperoleh sejumlah kitab dari Dinas Syariat Islam.


16.25 | 0 komentar | Read More

66 Rohingya Diamankan di Pante Asuhan Calang

Written By wartini cantika on Minggu, 28 Juli 2013 | 16.25

66 Rohingya Diamankan di Pante Asuhan Calang

SERAMBINEWS.COM/SA'ADUL BAHRI

Sejumlah Warga etnis Rohingya asal Myanmar sedang beristirahat di aula rumah pante asuhan Calang, Desa Gampong, Kecamatan krueng Sabee, Aceh Jaya, Minggu (28/7/2013).

Laporan: Sa'dul Bahri | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - 66 orang etnis Rohingya asal Myanmar yang ditemukan terdampar di pantai kawasan Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya pada Sabtu (27/7/2013) tengah malam, telah diamankan oleh pihak kepolisian ke rumah pante asuhan Calang di Desa Gampong, Kecamatan krueng Sabee, pada Minggu (28/7/2013) sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka diangkut dengan mengunakan dua Bus sekolah dan satu mobil reo milik polisi.

"Untuk sementara mereka kita amankan dulu di rumah pante asuhan Calang di Desa Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. Selain itu mereka satu persatu dilakukan pendataan nama, dan dari jumlah tersebut, diantaranya terdapat tiga wanita dan dua anak-anak", ujar Kapolres Aceh Jaya AKBP Drs Galih Sayudo kepada Serambinews.com Minggu (28/7/2013).


16.25 | 0 komentar | Read More

Rumah Karo Hukum Setda Aceh Terbakar

BANDA ACEH - Rumah Kepala Biro (Karo) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Aceh, Endrian SH MHum (54), di Jalan Lauser, Lorong Cot Jeumpa, Nomor 20, Gampong Sukaramai (Blower), Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (27/7) pagi, musnah terbakar. Tak ada barang yang bisa diselamatkan kecuali mobil Jeep Cherokee dan mobil dinas Kijang Innova, yang sempat dikeluarkan dari garasi.

Informasi diperoleh Serambi, kebakaran itu terjadi sekira pukul 08.30 WIB di saat seluruh penghuni rumah masih tertidur. Kepada Serambi, Endrian mengatakan, api berasal dari kipas angin yang menyala di kamar belakang. Kamar dimaksud, kata Endrian, ditempati oleh saudaranya. Kemungkinan waktu dia keluar, lupa dimatikan. Jadi, kemungkinan karena korslet listrik.

"Anak tertua saya, Jaki Kamal yang pertama kali mendengar seperti suara kresek-kresek, karena kamar itu berada di sebelah kamarnya. Begitu pintu kamar ia dibuka, api sudah besar, malah wajah anak saya ini sempat disambar api, hingga mengalami luka bakar," kata Endrian.

Lalu, anaknya berlari dan memanggil dirinya. Mendengar teriakan itu, Endrian langsung keluar dari kamar. "Saya dan anak saya berupaya memadamkan api. Tapi api sudah membesar dan sulit kami padamkan. Saya bahkan sempat jatuh akibat lantai yang sudah licin. Akhirnya kami memutuskan keluar rumah dan menyelamatkan mobil yang ada di garasi," cerita Endrian.

Menurutnya, api yang begitu cepat membesar, menyambar bagian kompor gas, kulkas, dan mesin cuci di dapur. "Beberapa kali suara ledakan keras terdengar. Lalu api yang terus membesar merambah ke empat kamar lain dan membakar seisi rumah. Kami tak ada yang tahu nomor telepon pemadam, sehingga pertolongannya lambat," katanya pasrah, melihat rumah yang diwariskan orangtuanya itu dilahap api.

Kepala Biro Hukum Setda Aceh ini mengatakan, mereka akan pindah ke rumah orang tuanya, di Jalan Diponegoro, kawasan Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Ia memperkirakan kebakaran itu menimbulkan kerugian materil sekitar Rp 1,3 miliar. "Tidak ada yang perlu disalahkan. Ini sudah kehendak Allah. Iya, kita pasrahkan saja," demikian Endrian.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Irwan SSos, mengatakan ada 10 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Namun, api yang sudah menjalar ke seluruh bagian bangunan, sehingga tidak ada barang berharga yang mampu diselamatkan dari rumah tersebut.(mir)


16.25 | 0 komentar | Read More

Gubernur Janji Tambah Anggaran Sektor Kesehatan

BANDA ACEH - Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada  masyarakat, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah berjanji pihaknya akan mengalokasikan anggaran Rp 51 Miliar untuk 100 puskesmas keliling, 15 mobil jenazah, sembilan mobil box dalam APBA-P tahun 2013.

Untuk tahun 2014, Gubernur juga menyatakan akan menyiapkan dana tambahan Rp 200 miliar untuk rehabilitasi dari rencana awal Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,5 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Doto Zaini dalam Rapat Pimpinan Kesehatan (Rapim-Kes) di ruang rapat P2K Kantor Gubernur Aceh, Jumat (26/7). Turut hadir Drg Endang mewakili PT Askes Pusat, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, para kepala dinas dan direktur rumah sakit umum daerah se-Aceh, dan serta anggota tim koordinasi JKA Aceh.

"Khusus untuk Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), kita tetap anggarkan 400 miliar rupiah untuk mendukung BPJS 2014. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Askes yang terus bermitra dan membantu Pemerintah Aceh dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Aceh," ujar Gubernur seperti disampaikan kembali dalam surat elektronik (e-mail) Biro Humas Setda Aceh kepada Serambi, Jumat (26/7) malam.

Pada kesempatan itu, Zaini menyatakan dirinya bersama Wakil Gubernur Muzakir Manaf siap mendukung keperluan dana yang dibutuhkan untuk bidang kesehatan, sekaligus membenahi sarana prasarana, baik rumah sakit, puskesmas, dan pelayanan kesehatan lainnya. "Saya berharap pertemuan ini dapat membawa berkah, program kesehatan lebih nyata untuk 4,7 juta rakyat Aceh sesuai janji kami saat kampanye," ungkapnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, menurut Gubernur, tentu saja pihaknya membutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak.

"Dalam waktu dekat kita berencana membangun lima rumah sakit regional di Aceh. Jika tidak bekerja keras, kita akan rugi besar. Karena pembangunan rumah sakit tersebut adalah hasil lobi kami ke Jerman dan negara-negara lain di beberapa waktu lalu," ungkap Doto Zaini.

Ia juga berharap Dinkes Aceh yang sekarang dipimpin dr Taqwallah dapat memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, bukan sekedar lips service. Sehingga kecenderungan masyarakat Aceh berobat ke luar negeri dapat dikurangi. Sementara Kadiskes Aceh, dr Taqwallah, menyampaikan pihaknya akan bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(rel/jal)


16.25 | 0 komentar | Read More

Penanganan Korban Gempa Tunggu APBA-P Disahkan

SIGLI - Lanjutan penanganan korban gempa di Kecamatan Mane, Geumpang dan Tangse yang terjadi pada hari Selasa 22 Januari 2013 lalu masih tertunda. Dipastikan baru bisa dilakukan pascadisahkannya Anggaran Pendapatan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) tahun 2013.

"Dana sudah turun dari pusat baru Rp 3,6 miliar, sedangkan dibutuhkan Rp 8 miliar lebih. Jadi kita tunggu sisa dana dialokasikan dari Pemerintah Aceh setelah disahkan APBA-P nanti," kata Kasubbag Program Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBA), Fahmi Ridwan SPMA menjawab Serambi di sela-sela penyerahan bantuan untuk korban kebakaran di Keumala, Sabtu (27/7).

Sehingga, tambah Fahmi, pihaknya membantah dikatakan dana itu diendapkan provinsi. "Memang betul dana sudah dikirim oleh pusat Rp 3,6 miliar, tapi tidak cukup. Tidak mungkin kita atasi setengah nanti jadi masalah," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah ditanyai Serambi terkait kelanjutan penanganan korban gempa di Mane mengaku belum tahu dimana tertahannya. "Kita akan cek dimana dan kenapa tertahan. Jika perlu kita tindak orang yang menahan hak korban gempa,"jawab Gubernur Aceh di Keumala, Sabtu (27/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pidie menilai provinsi mengendapkan dana bantuan penanganan korban gempa. Karena diketahui sebelumnya pusat sudah beberapa bulan mengirim dana itu ke rekening BPBA, namun sampai sekarang belum disalurkan untuk korban gempa.(aya)


16.25 | 0 komentar | Read More

Sawah di Bandardua juga Kering Kerontang

Laporan: Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Selain ratusan hektare tanaman padi di Trienggadeng mengalami kekeringan sebagaimana diberitakan media ini, Sabtu (27/7), musibah serupa juga dialami petani Ulee Gle Kecamatan Bandardua. Malah disana, kondisinya jauh lebih parah dimana tanaman mulai mengering dan luasnya pun hampir mencapai 1.000 hektare. Air di bendungan kering dan petani tampak pasrah.

Sejumlah petani kepada Serambi mengisahkan kepedihan yang dialami menyusul terjadinya kemarau panjang. Irigasi Lueng Limeng yang berada di Cot Keng, merupakan satu-satunya tumpuan harapan bagi ratusan petani setempat, ternyata mengering. Dilaporkan, kekeringan kini sudah berlangsung sekitar sebulan dan saat ini kondisi tanam padi mulai mengering. "Jika hujan tak kunjung turun, pupus lah harapan kami ini," kata seorang petani Blang Miroue dengan nada sedih saat menatap tanamannya.

Kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Bandardua, Abdul Wahab SP, yang dihubungi Serambi melalui ponselnya membenarkan, kurang lebih 800 hektare tanaman padi yang tersebar di belasan desa di wilayahnya mengalami kekeringan. Umur tanaman rata-rata 1,5 bulan. Kendati begitu ada juga sebagian petani seperti di Blang Dalam dan sekitarnya saat ini sedang tanam. Padahal, merujuk kepada jadwal yang sebenarnya, sekarang ini seharusnya padi menjelang panen, urai Abdul Wahab.(*)        


16.25 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Batalkan Baksos di Kuala Seumayam

* Ekses Penolakan oleh PT Kallista Alam

SUKA MAKMUE - Para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya membatalkan kegiatan bakti sosial (Baksos) Ramadhan yang sedianya dilaksanakan di Kuala Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Pasalnya, manajamen PT Kallista Alam selaku perusahan perkebunan di Kuala Saumayam melarang para mahasiswa tersebut melakukan Baksos karena tak ada izin dari polisi setempat.

"Karena tak ada solusi dari masalah ini, kami terpaksa membatalkan aksi bakti sosial di Kuala Seumayam dan kembali lagi ke Abdya," kata Baidullah selaku Sekretaris Umum PC IMM  Kabupaten Abdya kepada Serambi, Sabtu (27/7) kemarin.

Menurutnya, seharusnya apa yang dilakukan pihak perusahaan yang melarang kegiatan bakti sosial kepada kalangan mahasiswa ini tak perlu terjadi. Karena misi yang dilaksanakan oleh mereka di wilayah ini untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anak-anak, sekaligus pendidikan agama Islam.

Namun yang mereka terima, justru perlakuan yang diskriminasi  sehingga program pendidikan yang sudah disusun dengan jumlah personel sebanyak 18 orang ini terpaksa digagalkan. Padahal, masyarakat di Kuala Seumayam maupun aparat desa telah menyetujui dan memberikan izin kepada mereka guna melaksanakan kegiatan dengan jadwal selama satu pekan ini.

"Kami sangat kecewa, padahal yang kami lakukan ini murni untuk masyarakat dan tak ada embel-embel apapun," kata Baidullah.

Seperti diberitakan sebelumnya, para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (25/7) memprotes PT Kallista Alam yang berada di Desa Suak Bahong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya karena melarang para mahasiswa melakukan bakti sosial (Baksos) di kawasan Kuala Seumayam, sebuah lokasi terpencil di wilayah ini.

Petugas keamanan perusahaan ini mencegat para mahasiswa menuju lokasi itu di tengah jalan, dengan dalih kedatangan mereka tanpa izin. Sementara pihak kepolisian setempat mengaku kehadiran mahasiswa ke daerah itu sudah ada pemberitahuan sebelumnya.(edi)


16.25 | 0 komentar | Read More

Lima Kali Berturut-turut Raih Penghargaan Opini WTP

Written By wartini cantika on Jumat, 26 Juli 2013 | 16.25

SPEKTAKULER dan fantastis. Mungkin kata-kata inilah yang patut diucapkan bagi Pemerintah-Kabupaten Nagan Raya. Betapa tidak, kabupaten yang baru berusia sebelas tahun ini telah menorehkan prestasi yang amat luar biasa di Provinsi Aceh dalam hal keterbukaan, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Sejak lima tahun lalu terhitung dari tahun 2008, 2009 hingga tahun 2012 lalu, Kabupaten Nagan Raya telah berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia terhadap laporan keuangan daerah tersebut.

Penghargaan opini WTP tahun 2012, diterima langsung oleh Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini dari Kepala BPK Perwakilan Aceh, Maman Abdurrahman, di aula BPK RI di Banda Aceh pada Selasa, 21 Mei 2013. Ini merupakan prestasi Good Government (pemerintah yang baik) di bawah kepemimpinan Bupati Drs HT Zulkarnaini dan Wakil Bupati HM Jamin Idham, yang jarang bisa dilakukan oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Penyerahan opini WTP tahun 2012 tersebut juga disaksikan oleh Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, H Anshari Hasmy, Sekdakab Drs HT Zamzami TS MM, Kepala DPKKAD Nagan Raya, Abdul Kadir SE Meski telah berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa, Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini justru rendah hati menanggapi prestasi itu.

Menurutnya, keberhasilan yang dicapai itu bukanlah hasil pekerjaan dirinya saja, melainkan peran serta seluruh intansi pemerintah kabupaten dalam hal pengelolaan keuangan negara secara akuntabel.

Bupati HT Zulkarnaini berjanji dan berkomitmen untuk terus mempertahankan predikat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia itu.

Ia berharap keberhasilan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Nagan Raya bisa terus terwujud sehingga mampu memakmurkan dan mensejahterakan seluruh masyarakat Nagan Raya.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Hanya Ingin Masyarakat Nagan Raya Makmur dan Sejahtera

SAYA hanya ingin seluruh masyarakat Nagan Raya makmur dan sejahtera. Itulah kalimat yang diucapkan Bupati Drs HT Zulkarnaini didampingi Sekdakab Drs HT Zulkarnaini dalam wawancara khusus dengan Serambi Indonesia di Nagan Raya, beberapa hari lalu.

HT Zulkarnaini mengaku cita-cita dan harapannya dalam memimpin Nagan Raya ini semata-mata hanya untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat setempat. "Saya hanya ingin mensejahterakan masyarakat Nagan Raya supaya makmur, sejahtera dan hidup dalam keadaan serba berkecukupan tanpa adanya kekurangan apapun," kata Bupati Drs HT Zulkarnaini.

Menurutnya, tanpa adanya dasar dan keinginan seperti itu, ia tak akan mampu menciptakan perubahan yang berarti untuk kemajuan di daerah.

HT Zulkarnaini mengaku siang dan malam ia terus berusaha melahirkan gagasan untuk menciptakan terobosan baru bagi kepentingan masyarakat. Bahkan tak jarang pula ia melakukan lobi ke sejumlah investor nasional maupuninternasional, agar bersedia menanamkan modal dan melakukan investasi di Nagan Raya, sehingga perekonomian masyarakat semakin meningkat.

Namun di balik usaha itu, ia juga tak segansegan menindak para investor yang melakukan pelanggaran khususnya dalam hal kerusakan lingkungan dan alam. Karena ia tak mau investasi yang ditanamkan di daertah ini dapat  menyengsarakan masyarakat akibat kerusakan alam. Karena itu analisis dampak lingkungan setiap perusahaan yang melakukan investasi, tetap ia lakukan. Ia juga mengawai pengawasan secara lingkungan tetap terjaga baik.

Bahkan setiap kali ada masyarakatnya yang mengeluh terkait dengan sengketa lahan, dengan sigap ia memerintahkan para pejabat teknis dan terkait untuk turun tangan mengatasinya. Sehingga setiap persoalan yang terjadi, bisa diselesaikan secara bijak tanpa harus memihak ataupun mengorbankan hak masyarakat.

Ia juga senantiasa mengharapkan seluruh masyarakat Nagan Raya memberikan ide dan pemikiran yang positif terhadap jalannya roda pemerintahan dan pembangunan. Sehingga apa yang ia cita-citakan terus terlaksana sesuai dengan harapan seluruh masyarakat.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

HT Zulkarnaini, Pencetus Pembangunan Nagan Raya

MUNGKIN predikat sebagai pencetus pembangunan layak ditabalkan kepada Drs HT Zulkarnaini. Betapa tidak, Bupati Nagan Raya dua periode (2007-2012 dan 2012-2017) ini telah berhasil membuat perubahan signifikan di "Nanggroe Rameunee" (sebutan lain untuk Nagan Raya) tersebut.

Pria kelahiran Aceh Barat, 6 Desember 1949 beristerikan Hj Kelimah ini, dengan gagasan, serta pemikirannya telah membuat perubahan yang sangat luar biasa bagi kabupaten pemekaran yang telah ia pimpin sejak pertama sekali sebagai penjabat bupati selama empat tahun berturut- turut sejak tahun 2002 hingga tahun 2006 lalu.

Pembangunan yang telah ia lakukan di antaranya, menyulap hutan dan pegunungan di Suka Makmue menjadi sebuah kota dengan bangunan megah dan jalanan aspal, serta fasilitas yang memadai bagi ibu kota kabupaten.

Belum lagi jalan terbesar di pantai barat selatan Aceh berhasil ia wujudkan di lintasan Lueng Baro-Suka Makmue yang merupakan ruas jalan poros utama menuju ke pusat pemerintahan yang berada di atas bukit itu.

Sementara program pembangunan yang ia dirintis di kawasan pedalaman, di antaranya, pembangunan jembatan rangka baja dan jembatan penghubung di setiap wilayah. Pembangunan jalan, Puskesmas, pemekaran kecamatan, serta membuat jalan lingkar antarkecamatan di Nagan Raya.

Selain itu memperjuangkan hak masyarakat di Beutong Ateuh dengan pembuatan jalan, serta perhatian penuh pada masyarakat di Gunong Kong sebagai masyarakat yang selama ini mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat lainnya.

HT Zulkarnaini juga menaruh perhatian penuh bagi masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi di Nagan Raya. Di lokasi ini, ia juga telah menciptakan beraneka pembangunan sehingga program yang diciptakan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dari segi kehidupan sosial, Bupati HT Zulkarnaini kerap memperdulikan rakyatnya dengan melakukan open house pendapa bupati dan memberikan sumbangan kepada anak yatim, fakir miskin, masyarakat kurang mampu, serta pengobatan kepada seluruh masyarakat. Sementara kepada abdi negara sekali ia memberikan hak sesuaijerih payah dan menindak para abdi negara yang melakukan kecurangan tanpa pandang bulu.

Kini, dengan pemikiran yang telah ia curahkan, kehidupan masyarakat di Nagan Raya telah lebih baik. Semoga kepemimpinan yang telah ia lakukan selama ini, bisa terus berlanjut dengan dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Nagan Raya. Semoga! (*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Pusat Investasi di Pantai Barat Selatan Aceh

* Sebelas Tahun Nagan Raya

HARI ini, Senin tanggal 22 Juli 2013, Kabupaten Nagan Raya telah berusia sebelas tahun. Kabupaten yang lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002, tanggal 22 Juli 2002 lalu sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat ini mulai tumbuh dewasa.

Sebagaimana diketahui, nama Nagan Raya merupakan perpaduan dua kata, Nagan dan Raya. Kata Nagan merupakan kependekan dari Seunagan yang menunjukkan lima kecamatan hasil pemekaran, sedangkan kata Raya berarti besar.

Dari sini mungkin diharapkan kelima kecamatan ini akan jadi besar kelak di kemudian hari. Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Nagan Raya yang beribukota Suka Makmue ini telah menunjukkan peningkatan pembangunan yang luar biasa dari kawasan lainnya di pantai barat selatan Aceh.

Betapa tidak, di usianya yang sebelas tahun ini, Nagan Raya telah mekar menjadi sepuluh kecamatan dari sebelumnya hanya lima kecamatan. Pemekaran kecamatan ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan penduduk dengan pusat administrasi di kecamatan masing-masing.

Kesepuluh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Seunagan, Kecamatan Kuala, Kecamatan Darul Makmur, Kecamatan Beutong, Kecamatan Seunagan Timur,Kecamatan Kuala Pesisir, Kecamatan Tadu Raya, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kecamatan Suka Makmue, serta Kecamatan Tripa Makmur.

Pusat Investasi Potensi peningkatan ekonomi dan pendapatan hasil daerah yang berada di wilayah ini sungguh sangat luar biasa. Selain terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit di
beberapa kecamatan, juga hadirnya dua PLTU besar yakni PLTU Media Group dengan kapasitas 2 x 15 MW di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, serta PLTU PLN berkapasitas 2 x 110 MW yang berlokasi di Desa Suak Puntong,Kecamatan Kuala Pesisir.

Bandar Udara Cut Nyak Dhien di Desa Kubang Gajah yang mampu didarati pesawat berbadan lebar, rumah sakit megah bantuan Negara Swiss yang memiliki kelengkapan alat kesehatan berteknologi canggih, pabrik pengolah beras terbesar (Rice Milling Plant), serta tambang emas, batubara, serta aneka hasil bumi maupun ladang pertanian yang luasnya
sangat menjanjikan.

Di daerah ini juga akan didirikan pelabuhan barang yang kini sedang digarap di Desa Suak Puntong yang berlokasi di KompleksPLTU PLN, pembangunan Pelabuhan Multi Guna (Multi Porpose) di Kuala Tripa, Kecamatan Tadu Raya.

Bahkan juga didukung dengan hadirnya Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Kuala Tuha dengan akan dilakukan berbagai penambahan sarana pengolahan ikan segar yang ditangkap nelayan. Apalagi potensi perikanan,kelautan dan pertanian di kabupaten ini yang masih alami sangat mudah untuk menyediakan aneka potensi investasi yang kini masih terbuka lebar bagi siapapun yang ingin menanamkan modalnya di wilayah ini.

Lokasi wisata di wilayah ini juga sangat menjanjikan sebagai sarana wisata alam dan air di antaranya wisata Krueng Isep, Irigasi Jeuram di Beutong, lokasi wisata Pantai Suak Dama, Kecamatan Tripa Makmur, wisata Pantai Indah Naga Permai dan Seunagan di Kecamatan Kuala Pesisir, serta potensi Danau Laut Tadu di Kecamatan Tadu Raya.

Berada di tengah Selain telah memiliki sejumlah pabrik dan aneka investasi lainnya, Nagan Raya merupakan lokasi yang sangat strategis di pantai barat selatan Aceh karena wilayah ini berada di tengah-tengah, dan memiliki akses yang lebih dekat dengan wilayah tengah Aceh yakni di dataran tinggi Gayo seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan wilayah lainnya dengan jarak tempuh sekitar empat hingga lima jam saja ke dataran tinggi ini seperti Takengon.

Sehingga potensi pertanian yang ada di dataran tinggi ini akan lebih mudah dipasarkan ke wilayah barat selatan Aceh, untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat dan perputaran uang yang lebih besar. Sehingga menjadikan Kabupaten Nagan Raya ini sebagai kawasan yang akan maju dan menjadi pusat pengembangan perekonomian Pantai Barat Selatan Aceh yang selama ini berada di kabupaten kandungnya, Aceh Barat.

Belum lagi sumber daya manusia yang andal dan terlatih. Sampai saat ini Pemkab Nagan Raya terus memberi beasiswa miliaran rupiah tiap tahun. Sehingga putra dan putri terbaik daerah yang sedang mengenyam pendidikan Diploma II, Diploma III, Strata I, II dan III, atau Doktor mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

KIP Surati Partai

* Penggantian DCS Mulai Hari Ini

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyurati partai politik yang telah memberi klarifikasi terkait calonnya yang mendapat tanggapan masyarakat ke KIP beberapa waktu lalu. Surat ini sebagai pemberitahuan untuk mengganti calon bersangkutan. Masa pengajuan penggantian Daftar Calon Sementara (DCS) mulai 26 Juli sampai 1 Agustus 2013.

Ketua Pokja Pencalonan Anggota DPRA Junaidi, mengatakan partai yang calonnya dinyatakan bermasalah sebagaimana tanggapan masyarakat dan klarifikasi yang disampaikan ke KIP diberi kesempatan untuk mengganti calon bersangkutan.

"Untuk pengajuan pengganti DCS ini, calon harus melengkapi berkas persyaratan administrasi dan itu sudah pernah kita sosialisasikan kepada partai," katanya kepada Serambi, Kamis (25/7).

Ia menyebutkan, pengganti DCS ini juga akan melalui tahap verifikasi administrasi dan uji mampu baca Alquran para caleg yang diajukan untuk penambahan kuota 20 persen. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung bersamaan pada bulan Agustus.

Waktu selama sekitar enam hari yang diberikan kepada untuk penggantian DCS, tegas Junaidi, tidak akan diperpanjang. "Semua jadwal dan tahapan kita lakukan sesuai dengan Peraturan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan itu berlaku secara nasional," ujarnya.

"Sekarang kita masih terus menunggu partai untuk mengajukan penggantinya. Kalau sampai batas akhir 1 Agustus 2013 partai tidak mengajukan calon pengganti, berarti partai tidak menggunakan kesempatannya dan itu adalah hak partai," demikian Junaidi.(sr)


16.25 | 0 komentar | Read More

Sepasang Kekasih Dimandikan Irigasi

Laporan : Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sepasang kekasih dimandikan irigasi di kawasan Desa Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Kamis (25/7/2013) sekira pukul 20.30 WIB. Keduanya ditangkap warga saat berduaan dalam kedai jahit baju, di lintas nasional kawasan desa tersebut, disaat umat muslim sedang melakasanakan shalat tarawih.

Pasangan non muhrim itu masing-masing berinisial A (22), warga Kota Juang Bireuen dan kekasihnya Ir (17) warga Tembung Medan, Sumatera Utara. keduanya ditangkap warga saat berduan dalam kedai jahit baju milik A kawasan Desa Cot Gapu.

Keterangan yang dihimpun Serambinews.com, dari berbagai sumber menyebutkan, awalnya warga Cot Gapu melihat A dan kekasihnya Ir masuk ke kedai jahit baju miliknya, jelang berbuka puasa. Warga curiga karena usai shalat magrib pasangan tersebut tak kunjung keluar dan lampu dalam kedai itu padam.

Karena tidak ingin desanya dinodai dengan perbuatan maksiat, pasangan anak manusia berlawanan jenis itu pun digiring ke irigasi desa tersebut. Lalu diamankan ke kantor Satpol P dan WH Bireuen. Hingga kini keduanya masih dimintai keterangan di kantor Satpol PP dan WH setempat.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Dua Caleg PA Bermasalah

Written By wartini cantika on Selasa, 23 Juli 2013 | 16.25

BANDA ACEH - Partai Aceh (PA) memastikan mencoret dua dari tiga bacaleg DPRA yang mendapat tanggapan dari masyarakat. Setelah melalui proses klarifikasi, PA mengakui kedua bacaleg itu bermasalah, sebagaimana masukan dan tanggapan masyarakat, yaitu berkaitan dengan hal pemalsuan dokumen dan tindakan amoral.

Ketua Pokja Pencalonan Anggota DPRA Junaidi yang dikonfirmasi Serambi Senin (22/7) mengatakan, dalam surat klarifikasinya, Partai Aceh membenarkan bahwa kedua caleg tersebut tidak memenuhi syarat sebagaimana masukan dan tanggapan masyarakat, yaitu berkaitan dengan hal pemalsuan dokumen dan tindakan amoral. Kedua caleg itu masing-masing adalah laki-laki berinisial UM dan perempuan berinisial AZ.

"Mereka adalah calon yang diajukan partainya untuk dapil satu dengan nomor urut delapan dan di dapil enam dengan nomor urut dua," kata Junaidi seraya menolak menyebutkan nama kedua calon tersebut.

Sementara dua caleg lainnya, masing-masing satu dari Partai Demokrat dan satu dari Partai Gerindra yang juga mendapat tanggapan masyarakat, telah diklarifikasi oleh partai masing-masing. Dalam klarifikasinya, partai menyebutkan bahwa kedua caleg itu memenuhi syarat dan apa yang ditanggapi masyarakat tidak benar adanya.

"Klarifikasi dari partai-partai yang calonnya mendapat tanggapan masyarakat sudah kita terima. Ada yang mengklarifikasi bahwa tanggapan masyarakat itu benar dan juga sebaliknya. Tanggapan yang ditindaklanjuti KIP adalah yang berhubungan dengan administrasi," kata Junaidi.

"Selain dua calon dari Partai Aceh yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, tanggapan yang ditujukan kepada tiga calon lainnya telah diklarifikasi partai dan tidak benar seperti apa yang ditanggapi masyarakat,"tambahnya.

Satu dari tiga caleg itu ditanggapi masyarakat terkait dengan masalah kesehatan. Namun, kata Junaidi, hal itu telah diklarifikasi dan dibuktikan dengan melampirkan surat kesehatan dari dokter dan foto-foto kegiatan calon selama ia bekerja.

Sedangkan untuk tanggapan yang ditujukan kepada dua caleg lainnya, yaitu caleg dari Partai Aceh dan Partai Gerindra adalah tentang keberadaannya sebagai caleg yang tidak dikenal warga sekitar.

Junaidi menjelaskan bahwa terkait hal itu, KIP Aceh tidak bisa menindaklanjuti karena itu bukanlah hal yang mengurangi syarat administrasi calon. "Kalau itu lebih kepada komunikasi calon dengan masyarakat sekitar. Jadi tidak ada kaitannya dengan persyaratan administrasi," ujarnya.(sr)


16.25 | 0 komentar | Read More

123 Calon Panwaslu Ikut Uji Kelayakan

* Hari Ini di Rayon 3 (Tapaktuan)

BANDA ACEH - Sebanyak 123 orang calon Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dari 21 kabupaten/kota lulus seleksi wawancara dan berhak ikut fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) yang dijadwalkan mulai Selasa hari ini (23/7) sampai 5 Agustus 2013. Sedangkan dua kabupaten/kota lainnya yaitu Pidie Jaya dan Subulussalam, perekrutan panwaslu di kabupaten/kota tersebut dilaksanakan DPRK setempat karena sedang dalam masa pemilihan kepala daerah.

Sekretaris Tim Seleksi (timsel) Panwaslu kabupaten/kota Kurniawan mengatakan seluruh nama (123 orang) calon panwaslu yang dinyatakan berhak ikut uji kelayakan beserta laporan dan berita acara terkait tugas timsel dalam merekrut calon panwaslu kabupaten/kota telah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh di Kantor Bawaslu Aceh, Senin (22/7).

"Setiap kabupaten/kota memiliki perwakilan sebanyak enam orang. Namun, ada tiga daerah yang hanya diwakili oleh lima orang, yaitu Sabang, Simeulu, dan Gayo Lues. Untuk Sabang dan Simeulu, dari awal pendaftaran sampai kami buka masa perpanjangan pendaftaran yang mengajukan lamaran hanya lima orang. Sedangkan untuk Gayo Lues sebenarnya berjumlah enam orang, namun satu orang todak hadir pada saat tes wawancara dan dinyatakan gugur," katanya kepada Serambi.

Dengan penyerahan nama-nama calon panwaslu kabupaten/kota ke Bawaslu Aceh, maka timsel telah menyelesaikan tugasnya. "Tapi kita masih punya waktu seminggu lagi sampai masa tugas timsel berakhir yaitu pada 30 Juli 2013. Waktu ini kita manfaatkan untuk menyelesaikan beberapa hal yang belum selesai seperti laporan anggaran. Jika nanti ada laporan dan berita acara yang harus direvisi juga kita masih punya waktu untuk itu sebelum masa tugas timsel berakhir," jelasnya.

Nama-nama calon panwaslu kabupaten/kota yang telah diterima Bawaslu Aceh hari ini dijadwalkan akan ikut uji kelayakan tahap pertama yang dilaksanakan di rayon tiga (Tapaktuan).

Dua unsur Pimpinan Bawaslu Aceh Muklir didampingi Zuraida Alwi  kepada Serambi mengatakan bahwa pelaksanaan uji kelayakan itu dilakukan di tiga titik mulai di rayon tiga (Tapaktuan), rayon 1 (Banda Aceh), dan rayon dua (Lhokseumawe) dengan jadwal yang yang telah ditentukan.

"Dalam satu hari kita akan uji sekitar 12 orang dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan tentang kepemiluan dan integritas serta mengklarifikasi masukan dan tanggapan dari masyarakat. Namun, untuk uj kelayakan ini Bawaslu Aceh lebih menekankan kepada pengalaman peserta," katanya. Mengenai hasil uji kelayakan, kata dia, akan diumumkan melalui media ketika pelaksanaan uji kelayakan diketiag rayon tersebut selesai.(sr) 


16.25 | 0 komentar | Read More

KPU Tunda Proses SK KIP Nagan

* Dualisme Usulan

SUKA MAKMUE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menunda proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Penetapan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Nagan Raya Periode 2013-2018. Pasalnya, KPU menerima dua versi (dualisme) usulan KIP terpilih, yakni dari Komisi A dan dari pimpinan DPRK Nagan Raya. 

Kabar tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRK Nagan Raya, Teuku Idris kepada Serambi Senin (22/7), di Suka Makmue. Idris mengaku baru kembali dari Jakarta untuk berkonsultasi dengan KPU. "Akibat lahirnya dua versi KIP Nagan Raya ini, untuk sementara pengesahan SK terhadap kandidat yang sudah terpilih ini terpaksa dihentikan," kata Idris.

Menurut dia, berdasarkan aturan, pihak KPU hanya bisa mengeluarkan surat pengesahan dan SK bagi komisioner KIP atau KPU di kabupaten/kota di Indonesia yang diajukan dalam satu berkas, atau tidak terdapat dualisme usulan, seperti yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya.

Informasi diperoleh Idris, pihak KPU baru akan memeroses usulan pengesahan Komisioner KIP Nagan Raya ini setelah persoalan hukum terkait dualisme usulan ini tuntas.

Seperti diberitakan, tiga komisioner KIP Nagan Raya terpilih Periode 2013-2018 versi Komisi A DPRK setempat, yakni Teuku Abdul Rasyid, Nazaruddin, serta Said Dahlan, Kamis (18/7) melaporkan Komisi A dan Pimpinan DPRK Nagan Raya ke polisi. Pasalnya, akibat perombakan yang dilakukan pimpinan dewan kabupaten itu beberapa hari lalu telah menyebabkan hak mereka tercabut sebagai anggota KIP terpilih.

Kata Teuku Idris, pihaknya tetap akan menunggu hasil pengusutan yang dilakukan polisi terhadap persoalan ini guna memastikan langkah hukum selanjutnya. Mengingat menurut mereka, tahapan yang dilakukan Komisi A DPRK Nagan Raya untuk memilih komisioner KIP setempat sudah dilakukan sesuai dengan tahapan dan prosedur yang telah ditentukan sesuai dengan Qanun Nomor 7 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pemilihan Komisioner KIP di Aceh.

"Nanti setelah jelas persoalannya, barulah SK yang diajukan ini bisa diproses oleh KPU. Namun untuk sementara kita masih menunggu perkembangan dalam masalah ini," katanya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pihak Komisi A DPRK tetap berpegang teguh pada hasil rapat pleno penetapan komisioner KIP terpilih, yang dilaksanakan Komisi A, Senin (8/7/2013) lalu. Apalagi pleno ini dilakukan oleh anggota dewan yang berasal dari seluruh fraksi yang ada di lembaga legislatif di wilayah ini, kata Teuku Idris.(edi)


16.25 | 0 komentar | Read More

Dua Tahanan Polsek Ditangkap di Kebun Ubi

Laporan: Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Dua dari empat tahanan Polsek Percut Seituan yang kabur, ditangkap dari perkebunan ubi di lahan garapan, Jalan Pasar II, Medan Denai, Selasa (23/7/2013) dini hari.

Keduanya Arifin Sakti Siregar alias Doli yang terjerat kasus pencurian, dan Costan Ilyas Lingga, tersangka narkotika. Keduanya sempat terkepung lebih dari satu jam sebelum akhirnya digelandang kembali ke ruang tahanan.

"Mereka berdua sembunyi di kebun itu. Tapi si Lingga sempat lolos dari kepungan, jadi dia ditangkap di Pinangbaris," kata Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chaniago.

Dari keduanya terungkap kalau pelarian pada Senin (22/7/2013) dini hari itu dilakukan dengan cara membuka pintu sel menggunakan kunci duplikat. Tapi belum diketahui asal-usul kunci itu karena milik tahanan lainnya, Sayuti. Selain Sayuti, satu tahanan yang masih berkeliaran ialah Ranto Silaban.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Kebakaran Lahan Marak di Singkil

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (23/7/2013) marak terjadi. Tidak hanya lahan kosong yang terbakar, kebun sawit milik warga turut dilalap si jago merah. Bahkan kebakaran lahan ada uang sangat dekat dengan pemukiman penduduk, kondisi itu cukup menghawatirkan lantaran api bisa menyambar ke rumuah warga.

Berdasarkan pantauan kebakaran lahan terjadi di Desa Selok Aceh, Singkil. Asap tebal membumbung ke angkasa, bahkan menghalangi pandangan di jalan Singkil-Rimo kawasan Selok Aceh. Lokasi kebakaran tepat berada di belakang rumah penduduk dengan jarak sekitar 300 meter. "Aku tidak tahu siapa yang bakar, tidak punya kira-kira asal bakar saja bagaimana kalau kena rumah orang," kata Mumin warga setempat menggerutu.

Aksi pembakaran lahan ketika musim kemarau marak terjadi di Aceh Singkil. Kondisi itu dipicu, untuk mempermudah membersihkan lahan dari semak belukar sebelum ditanami. Sayangnya perbuatan itu, acap merugikan pihak lain, mulai turut terbakarnya lahan produktif. Asap dari hasil pembakaran menyesakan nafas karena masuk ke pemukiman penduduk. Bahkan, mengancam rumah karena pembakaran dekat saja dengan perkampungan.(*)


16.25 | 0 komentar | Read More

Tim Razia Gabungan Sweeping Penginapan di Agara

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Tim razia gabungan yang terdiri Polres Agara, Kodim 0108 Agara, Subdenpom, Dishub, Satpol PP dan WH dan pihak terkait lainnya, merazia lokasi-lokasi penginapan-penginapan atau hotel serta losmen-losmen yang ada di Kota Kutacane dan di Ketambe, Selasa (23/7/2013). Razia gabungan yang dibentuk dua tim itu dipimpin Kabag Ops Polres Agara, Kompol Safrinizal, Kasat Intel, Iptu Jon Damanik dan Kasatpol PP dan WH Agara, Denny F Roza SSTp.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto, kepada Serambinews.com, Selasa (23/7/2013) mengatakan, mulai siang ini red, kita akan merazia tempat -tempat penginapan seperti losmen, hotel maupun wisma yang ada di seputaran Kota Kutacane, Ketambe dan daerah lainnya. Ini mereka lakukan untuk memberantas segala bentuk maksiat khususnya dibulan suci Ramadhan 1434 Hijriah." Anggota sedang di lapangan kita tunggu saja nanti hasilnya." Ujar Kapolres Agara, AKBP Trisno Riyanto.


16.24 | 0 komentar | Read More

Suzuki T Umar Layani Tukar Tambah Sepeda Motor

Written By wartini cantika on Senin, 22 Juli 2013 | 16.24

BANDA ACEH - Bagi yang menginginkan sepeda motor baru pada Lebaran Idul Fitri nanti, mungkin bisa memanfaatkan layanan tukar tambah motor bekas dengan motor baru yang dilaksanakan oleh PT Bulan, selaku diler resmi Suzuki di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh.

"Kita melayani tukar tambah sepeda motor bekas dengan sepeda motor baru dari Suzuki. Semua merek sepeda motor kami terima," kata Pimpinan Operasional PT Bulan, Zulkarnain, dalam siaran persnya kepada Serambi, Minggu (21/7).

Selain itu, pihaknya juga masih melayani pembelian sepeda motor secara cash dan kredit yang didukung oleh PT Adira Dinamika Multifinance. "Untuk promo khusus Ramadhan ini, kita memberikan cashback jutaan rupiah untuk setiap pembelian sepeda motor Suzuki," tambah Zulkarnain.

Masih bertepatan dengan momen Ramadhan, PT Bulan untuk kesekian kalinya menggelar bagi-bagi oli gratis, yang berlangsung selama dua hari (20-21 Juli 2013). Setiap konsumen yang melakukan servis akan mendapatkan oli gratis, free chek-up, discount spare part, dan kesempatan test ride suzuki LETS.

"Berlaku untuk semua merek sepeda motor, seperti Suzuki, Honda, Yamaha, Kawasaki, Kanzen, dan lain-lain, dengan tahun produksi sudah lebih dari 3 tahun," kata Zulkarnain.

Dalam momen pesta oli ini, PT Bulan juga melakukan Penyerahan Hadiah Satu Unit Suzuki Lets kepada pemenang juara umum class MP5 & MP6 (Pemula) Event Motor Prix 2013 (Kejuaraan Balap Motor) atas nama M Qossy yang berlangsung Juni kemarin.

"Ini merupakan bentuk partisipasi Suzuki PT. Bulan dalam acara tersebut, dengan harapan dapat memperkenalkan sepeda motor Suzuki di kalangan komunitas balapan dan meningkatkan image Suzuki pada masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar," demikian Zulkarnain.(yos)


16.24 | 0 komentar | Read More

KIA Motors Adakan Buka Puasa Bersama

BANDA ACEH -  PT Alfa Star Indonesia selaku dealer resmi KIA Motors di Aceh, Sabtu (20/7), menggelar acara buka puasa bersama kostumer, leasing, dan karyawan. Acara berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

"Ini acara silaturrahmi dengan konsumen. Dengan memilih KIA, konsumen sudah kita anggap sebagai keluarga besar KIA. Jadi antara konsumen dengan kami, maupun dengan sesama pemakai bisa saling bertukar informasi," kata Branch Manager PT Alfa Star Indonesia Wilayah Aceh, Hengky, kepada Serambi.

Silaturrahmi dan kebersamaan diyakini akan semakin kuat apabila ada sudah club pengguna KIA di Aceh. Sebab melalui club ini bisa dibuat berbagai kegiatan seperti acara amal, touring, acara keluarga dan acara daerah.

"Semalam sudah saya sampaikan secara lisan kepada konsumen mengenai rencana buat club. Mereka setuju hanya masalah susunan organisasi yang perlu didiskusikan lebih serius lagi," ujar Hengky.(yos)


16.24 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Unsyiah Demo Kenaikan SPP

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa Unsyiah berunjukrasa terkait kenaikan SPP Unsyiah, di Biro Rektor Unsyiah, Darussalam, Senin (22/7/2013). Aksi sudah berlangsung sejak pukul 10.00 WIB.

Aksi yang dipimpin Reza Maulana selaku Koordinator  Lapangan berlangsung alot dan panjang. Para mahasiswa  menuntut untuk bertemu dengan Rektor Unsyiah, namun setelah dua jam lebih melakukan aksi Rektor Unsyiah, Samsul Rizal menemui mereka dan mengatakan uang SPP tidak naik. Sebelumnya Pembantu Rektor III Unsyiah, Rusli Yusuf yang menemui mereka juga mengatakan hal yang sama.

Meskipun demikian, Reza dan teman-temannya belum cukup dengan jawaban yang diberikan sehingga mengejar Rektor yang masuk ke dalam Biro Rektor. Namun aksi mereka dihalangi oleh para petugas dari Kepolisian.

Pantauan Serambinews.com Biro Rektor Unsyiah dipenuhi asap hitam karena aksi pembakaran ban bekas yang dilakukan mahasiswa. Aksi yang masih berlangsung sampai menjelang Dzuhur tadi mengundang perhatian warga yang melintasi Biro Rektor Unsyiah.


16.24 | 0 komentar | Read More

Unimal Akan Buka SPMB Lokal

LHOKSEUMAWE - Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe pada minggu kedua Agustus mendatang akan melaksanakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) lokal. Langkah itu dilakukan Unimal untuk menampung putra-putri daerah Aceh yang ingin kuliah di universitas tersebut, tapi belum tertampung melalui semua jalur masuk yang dilaksanakan sebelumnya.

"Syarat-syarat untuk SPMB lokal sama dengan jalue masuk sebelumnya. Tapi, mekanisme dan waktu pendaftaran serta prodi apa saja yang dibuka akan ditentukan dalam rapat pada 23 Juli ini," jelas Rektor Unimal, Dr Apridar SE MSi, kepada Serambi, kemarin.

Pembukaan jalur SPMB lokal itu, menurut Apridar, karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya, sebut Rektor, karena jalur Ujian Masuk Bersama-Perguruan Tinggi (UMB-PT) belum dimanfaatkan secara maksimal oleh putra daerah. "Buktinya, dari 2.400 pelamar UMB-PT di Unimal, hanya 22 persen putra daerah. Kita ingin lebih banyak putra daerah bisa melanjutkan pendidikan ke Unimal," ungkap Apridar.

Dikatakan, informasi lengkap tentang SPMB lokal Unimal nantinya akan diumumkan melalui website Unimal yaitu www.unimal.ac.id. "Dalam minggu ini, panitia masih akan melakukan finalisasi terhadap besaran daya tampung dan mekanisme lain yang berkaitan dengan pelaksanaan SPMB lokal tersebut," katanya.

Terkait pelaksanaan tes tulis UMB-PT, Minggu (21/7) di kampus utama Reuleut berjalan lancar. Ratusan calon mahasiswa tak mengikuti ujian tersebut. "Tidak ada insiden maupun hal-hal yang mengganggu pelaksanaan UMB-PT kali ini," pungkas Rektor Unimal.(ib)


16.24 | 0 komentar | Read More

15 Gajah Liar Kembali Memasuki Ranto Sabon

CALANG - Sebanyak 15 ekor gajah liar sejak empat hari terakhir ini dilaporkan kembali memasuki kawasan Desa Ranto Sabon dan Cot Punti, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya dan sekitarnya. Aktifitas kawanan gajah itu masih seperti biasa, memakan tanaman milik warga seperti sawit dan karet di daerah itu.

"Sebelum terjadi sesuatu seperti terkena ranjau di kawasan itu, diharapkan kepada pihak terkait seperti Dinas Kehutanan dan Perkebunan atau CRU untuk mengusir kawanan gajah liar itu," kata anggota DPRK Aceh Jaya, Saudi kepada Serambi, Minggu (21/7).

Sementara itu, Badrun, salah seorang anggota Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Jaya yang bertugas di Canservation Response Unit (CRU) dihubungi Serambi, kemarin mengaku belum menerima laporan dari warga jika adanya kawanan gajah liar yang datang ke kawasan Ranto Sabon dan Sekitarnya.(c45)


16.24 | 0 komentar | Read More

Pengumuman DPS di Aceh Tengah Tuntas

BANDA ACEH - Proses pemutakhiran data pemilih yang telah sampai proses pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan sedang dalam masa menerima tanggapan masyarakat telah tuntas di 31 gampong di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Diberitakan sebelumnya, sampai batas waktu penetapan dan pengumuman DPS pada 11 Juli 2013 lalu, 31 gampong (6 gampong pemekaran dan 25 defenitif) di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah terlambat melaksanakan tahapan pemilu tersebut sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebabkan musibah gempa 6,2 SR yang mengguncang wilayah tersebut.

Namun, Pokja Pemutakhiran Data Pemilih di KIP Kabupaten Aceh Tengah, Ivan Astavan Manurung, yang dihubungi Serambi via telpon mengatakan pemgumuman DPS di 31 gampong tersebut telah tuntas dilakukan. "Meskipun agak terlambat dan keterbatasan fasilitas, namun proses tahapan pemilu yaitu pengumuman DPS ini telah selesai sejak beberapa hari lalu, sekitar tanggal 13 dan 14 Juli 2013," katanya.

Pengumuman DPS tersebut ditempel di rumah atau bangunan yang masih berdiri dan bisa dihuni seperti rumah-rumah papan dan juga di kamp pengungsian yang mudah diakses masyarakat. Mengingat rekonstruksi di daerah-daerah tersebut belum pulih, kita juga mengimbau masyarakat agar melaporkan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di gampongnya jika ada warga yang meninggal atau pindah.

"Tim PPS juga merupakan anggota sekretariat desa. Jadi mengenai urusan pendataan bisa lebih akurat karena mereka tahu warga-warga di gampongnya. Itu yang bisa kita imbau kepada kawan-kawan agar bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah mengenai hal ini," ujarnya.

Sesuai tahapan dan jadwal, masa pengumuman adalah 11-24 Juli 2013. Untuk penyampaian masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DPS mulai 11 Juli sampai 1 Agustus 2013.(sr) 


16.24 | 0 komentar | Read More

Konsultan Jalan Lingkar Jadi Tersangka

Written By wartini cantika on Minggu, 21 Juli 2013 | 16.24

LHOKSEUMAWE - Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe menetapkan Ir Efendi, konsultan pengawas proyek pembangunan jalan lingkar Desa Ujong Blang - Alue Kala, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan tersebut. Informasi diperoleh, Ir Efendi telah berstatus tersangka sejak Senin (15/7) lalu.

Sumber polisi menyebutkan, penyidik menetapkan Efendi sebagai tersangka dalam kasus itu, setelah memeriksa  Direktris CV Masrifai Tehnik, Masna Rima Yanti, rekanan protek jalan lingkar yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto melalui Kasubbas Humas Iptu Sofyan kepada Serambi Jumat (19/7) menyebutkan, Effendi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan alat bukti yang cukup, berdasarkan keterangan saksi dan juga barang bukti yang diamankan penyidik.

"Penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada tersangka untuk diperiksa usai ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik kemarin (Kamis-red) juga memeriksa dua petugas Dinas Bina Marga Aceh sebagai saksi," kata Iptu Sofyan.

Ditanya berapa jumlah tersangka dalam kasus itu, Kasubbag Humas Iptu Sofyan menyebutkan, penyidik terus mendalami kasus itu meski telah berhasil menetapkan dua tersangka dalam kasus itu. Sebab, tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus itu juga bertambah. "Penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan Wakil Direktris CV Masrifai Tehnik, Faisal sebagai saksi," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, sejak Desember 2012 penyidik Tipikor Reskrim Polres Lhokseumawe mulai menyelidiki pembangunan jalan lingkar dari Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti - Alue Kala Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe bersumber dari APBA 2011 Rp 2 miliar rupiah.(c37) 


16.24 | 0 komentar | Read More

Administrasi dan Kode Etik Dominasi Pelanggaran Pemilu

* Bawaslu Tangani 15 Kasus

BANDA ACEH - Sejak dilantik pada 14 April 2013 dan mulai bertugas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) selaku lembaga yang berwenang mengawasi setiap proses tahapan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 di Aceh telah menerima 15 laporan terkait pelanggaran pemilu.  

Unsur Pimpinan Bawaslu Aceh Muklir, mengatakan semua (15 kasus) laporan pelanggaran pemilu itu terkait administrasi dan kode etik. Sedangkan dua jenis pelanggaran pemilu lainnya seperti sengketa dan pidana pemilu belum ada. Di antara 15 kasus tersebut, lanjutnya,  11 adalah laporan langsung dari masyarakat dan empat lainnya merupakan temuan bawaslu.

"Semua kasus yang dilaporkan ke Bawaslu Aceh sudah kita kaji, dan ada yang kita tindak lanjuti. Namun, ada juga yang tidak kita tindak lanjuti karena setelah Bawaslu mengkaji, beberapa laporan telah lewat batas waktu dan laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelangggaran," jelasnya kepada Serambi, Jumat (19/7).

Muklir menjelaskan pelanggaran yang mengarah kepada administrasi ditindak lanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Sedangkan, untuk pelanggaran kode etik, yaitu tidak menjalankan tahapan pemilu sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku diteruskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai lembaga yang mengadili kode etik. "Temuan bawaslu yang empat kasus itu, sudah kita serahkan ke DKPP. Dua kasus sudah dalam proses tindak lanjut dan dua lainnya sedang dalam proses," katanya.

Semua laporan tersebut, kata dia, berasal dari beberapa kabupaten/kota di Aceh. Seharusnya, lanjutnya, pelanggaran pemilu di setiap kabupaten/kota dapat dilaporkan dan ditangani oleh Panwaslu tingkat kabupaten/kota. "Namun, karena belum terbentuknya Panwaslu untuk tingkat kabupaten/kota belum terbentuk, jadi Bawaslu Aceh yang menanganinya," katanya.

"Tapi sekarang proses pembentukan panwaslu kabupaten/kota sudah sampai tahap fit and proper test pada 23 Juli nanti, dan kita targetkan awal Agustus sudah bisa dilantik," katanya.

Demikian, sambungnya, proses pengawasan tahapan pemilu di Aceh dapat berjalan maksimal demi menciptakan pesta demokrasi yang lancar.(sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Ini Dia 16 Qari Aceh untuk STQ Nasional

BANDA ACEH - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh kini menyiapkan 16 qari dan qariah untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XXII Tingkat Nasional, yang direncanakan berlangsung 22-30 Agustus di Bangka Belitung. Ke 16 qari-qariah itu sudah mengikuti pelatihan sejak 18 Juli hingga 18 Agustus, di bawah asuhan 14 pelatih.

Sekretaris LPTQ Aceh, Drs Shalahuddin MSi kepada Serambi, Sabtu (20/7) mengatakan, ke 16 qari-qariah Aceh (8 putra dan 8 putri) itu akan mengikuti delapan cabang perlombaan, yaitu tilawah dewasa, tilawah anak-anak, tahfiz 1 juz, tahfiz 5 juz, tahfiz 10 juz, tahfiz 20 juz, tahfiz 30 juz, dan tafsir Bahasa Arab. (Lihat, peserta STQN)

"Para peserta merupakan jawara MTQ di Subulussalam Juni lalu, dan hasil Training Center (TC) tahap II akhir 2012 lalu. Dan TC tahap tiga ini merupakan pelatihan terakhir sebelum mengikuti STQ Nasional. Karena itu peserta harus disiplin dan serius selama mengikuti pelatihan ini," terangnya.

Ia mengatakan, sebelumnya ada 25 peserta. Namun setelah tahap seleksi selama lima hari (13-17 Juli), terpilih 16 peserta. "Lima hari sebelum Idul Fitri mereka diizinkan pulang sebentar, namun lebaran kedua sudah kembali lagi untuk mengikuti pelatihan. Karena lebaran ketiga qari tingkat nasional akan langsung melatih peserta di bidangnya masing-masing," ungkap Shalahuddin.(hs)

Peserta STQN
- Tilawah Dewasa: Taqdir Feriza SPdI dan Nurul Hayati
- Tilawah Kanak-kanak: Haikal Khalilullah dan Dhea Fauzia
- Tahfiz 1 Juz: Azka Al Abshar Rafi'i dan Tata Siska Marlinda
- Tahfiz 5 Juz: Zulmi Aziz dan Hikmatul Husna
- Tahfiz 10 Juz: Dzia Al Abrar Rafi'i dan Mauliza Juliantika
- Tahfiz 20 Juz: Zubirani dan Nurul Fajri
- Tahfiz 30 Juz: Muhammad Abrar dan Asmaul Husna
- Tafsir Bahasa Arab: Khairul Rijal dan Gusti Araini


16.24 | 0 komentar | Read More

Banda Aceh dan Aceh Besar Bertambah 69 Caleg

BANDA ACEH - Selain 13 partai politik peserta pemilu yang mengajukan calon anggota legislatifnya (caleg) tingkat DPRA ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, beberapa partai di kabupaten/kota juga mengajukan caleg tingkat DPRK ke KIP kabupaten/kota setempat.

Informasi dihimpun Serambi, sampai batas akhir pengajuan penambahan caleg pada 18 Juli 2013 lalu, tercatat ada 11 partai politik yang mengajukan 34 caleg tambahan untuk DPRK Banda Aceh ke KIP Kota Banda Aceh. Sedangkan KIP Kabupaten Aceh Besar menerima 35 caleg tambahan yang diajukan 12 partai politik.

Ketua KIP Banda Aceh Munawarsyah mengatakan, sebelumnya jumlah caleg DPRK Banda Aceh sebanyak 423 orang yang telah masuk Daftar Calon Sementara (DCS). Dengan adanya 34 caleg tambahan yang terdiri atas 19 laki-laki dan 15 perempuan, maka jumlah caleg yang bertarung memperebutkan kursi di DPRK Banda Aceh adalah 457 orang.

"Ke-34 caleg tambahan dari 11 partai politik peserta pemilu ini akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu verifikasi administrasi dan uji mampu baca Alquran," katanya kepada Serambi, Jumat (19/7).

Sementara untuk Kabupaten Aceh Besar, jumlah bacaleg tambahan tercatat sebanyak 35 yang diajukan 12 partai politik. Sebelumnya, jumlah caleg untuk DPRK Aceh Besar sebanyak 502 orang. Demikian jumlah caleg DPRK Aceh Besar yang akan diproses untuk masuk Daftar Calon Tetap (DCT) menjadi 537 orang.

Ketua Pokja Pencalonan KIP Aceh Besar M Junaidi, mengatakan mengenai tahapan dan jadwal yang dilakukan tidak berbeda dengan caleg tambahan untuk DPRA. "Caleg tambahan untuk DPRK ini juga akan diverifikasi adminitrasi dan ikut uji mampu baca Alquran. Jika pada tahapan itu ada caleg yang tidak memenuhi syarat atau tidak lulus uji mampu baca Alquran, maka dinyatakan gugur. Tidak ada masa perbaikan untuk caleg tambahan ini," jelasnya kepada Serambi.(sr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Kadisdik Klarifikasi Soal Dana Sertifikasi

SIGLI - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie, Drs H Bukhari Thahir, mengklarifikasi pemberitaan soal dana sertifikasi guru edisi Kamis (18/7) Harian Serambi Indonesia.

Kepada Serambi melalui keterangan tertulis Sabtu kemarin, Bukhari Thahir menyebutkan, baru meneken amprahan dana sertifikasi guru di Pidie sebanyak tiga bulan terhitung sejak Januari hingga Maret 2013. Sedangkan untuk bulan April hingga Juni 2013, Disdik belum belum meminta amprahan pada guru karena dana sertifikasi untuk tiga bulan terakhir ini belum dikirim dari Jakarta.

Di sisi lain, Bukhari menyampaikan dana sertifikasi tahun 2012 yang belum dibayar untuk jatah bulan November sampai Desember disebabkan karena dana itu belum dikirim dari Jakarta. "Hal ini bukan saja terjadi di Pidie, juga dialami oleh kabupatan yang lain. Kami juga belum pernah meminta amprahan untuk dana sertifikasi dua bulan dimaksud,"kata Kadisdik Pidie dalam keterangan tertulisnya itu.

Disebutkan juga, dana sertifikasi untuk tahun 2013 yang sudah dikirim dari Jakarta sebanyak tiga bulan yaitu Januari hingga Maret. Namun, proses turunnya Surat Keputusan (SK) pencairan dana sertifikasi dari Kemendikbud dikirim tidak serentak. Dan proses pencairan dananya juga bertahap berdasarkan SK yang sudah turun.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan guru di Pidie menuntut dana sertifikasi jatah delapan bulan yang belum dibayar. Padahal guru telah menandatangani berkas pencairan dana tersebut. Diduga adanya indikasi terjadi permainan pada dana tersebut.

Menanggapi keluhan guru itu, Kadisdik Pidie, Bukhari Thahir, yang dihubungi Serambi saat itu mengatakan, dana sertifikasi pada bulan November dan Desember 2012 belum bisa dibayar kepada guru karena Jakarta belum mengirimkan dana sertifikasi tersebut. Artinya, kata Bukhari, Jakarta belum mengirim dana sertifikasi jatah dua bulan tersebut. "Tunggakan dana sertifikasi dua bulan itu terjadi di seluruh Indonesia. Pemerintah Pusat nanti akan mengirim serentak," katanya.

Adapun jatah Januari-Juni, kata Bukhari mengaku telah membayar dana sertifikasi guru enam bulan (Januari-Juni) tersebut. Hanya saja, kata dia, saat itu terjadi keterlambatan pembayaran dana sertifikasi terhadap sebagian guru, lantaran proses turunnya SK sertifikasi dari Kemendikbud terlambat pengiriman.(aya)


16.24 | 0 komentar | Read More

Panas Terik Melanda Aceh Singkil

Laporan: Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca panas terik melanda wilayah Aceh Singkil, selama dua hari ini. Kulit terasa terbakar begitu ke luar rumah tanpa menggunakan pelindung. Bahkan hawa panas terasa menyengat kendati sedang mengendarai sepeda motor.

Kondisi itu, cukup menantang bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Begitu beraktivitas di tengah terik matahari kerongkongan terasa tercekik rasa haus yang mendera. "Luar biasa panas matahari dua hari ini. Tidak sanggup kita sebentar saja terkena langsung panas matahari," kata Zaka warga Ketapang, Singkil Utara, Minggu (21/7/2013).

Akibat tingginya suhu panas, ayam siam milik warga yang sedang dijemur dilaporkan tidak tahan, bahkan mati mendadak. Padahal ayam tersebut, telah biasa dijemur setiap hari. "Ayam aku belum sampai setengah jam dijemur. Ditinggal ke rumah sebentar begitu dilihat sudah mati. Padahal sudah biasa dijemur satu jam sehari," kata Herman warga Singkil.(*)


16.24 | 0 komentar | Read More

DOMPET BENCANA GAYO

Written By wartini cantika on Sabtu, 20 Juli 2013 | 16.24

Gempa 6,2 SR mengguncang Bener Meriah dan Aceh Tengah pada Selasa (2/7) pukul 14.37 WIB. Tingkat kerusakannya luar biasa. Korban jiwa, luka-luka, dan mengungsi pun tidak sedikit. Untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Dataran Tinggi Gayo tersebut, sejak Rabu (3/7) Serambi Indonesia membuka "Dompet Bencana Gayo" guna menampung sumbangan para dermawan. Sumbangan dapat diantar ke Redaksi Serambi di Tanjung Permai, Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, atau melalui biro-biro Serambi di dan luar Aceh.

Donasi dapat pula ditransfer melalui rekening Dompet Bencana di Bank Aceh dengan nomor 010.01.07.590040-1. Fastabiqul khairat.

Saldo sumbangan tertulis tgl 18 Juli 2013                    Rp 488.033.129,-
Kesalahan double input sumbangan IKA ITS Aceh    -Rp   4.857.000,-
Saldo sumbangan sebenarnya tgl 18 Juli 2013           Rp 482.868.129,-

Penyumbang tgl 19 Juli 2013:

396. Karyawan/ti Kanwil DJKN dan KPKNL
     Kementerian Keuangan RI, Banda Aceh              Rp   4.000.000,-
397. Toko Diamond, via Bank Aceh                           Rp     500.000,-
398. Hamba Allah, via Bank Aceh                              Rp   2.000.000,-
399. Hamba Allah, Kunyet, via Bank Aceh                Rp      70.000,-
400. FFP, via Bank Aceh                                             Rp     100.000,-
401. Peg. PKP2A IV Lan Aceh, via Bank Aceh        Rp   2.757.000,-
402. Hamba Allah, via Bank Aceh                              Rp     300.000,-
403. Nurmalita, via Bank Aceh                                    Rp     100.000,-
404. T. Amirul Muttaqin, via Bank Aceh                      Rp      50.000,-
405. Cut Nurul FH, via Bank Aceh                               Rp      50.000,-
406. T. Nabil M Dhuha, via Bank Aceh                        Rp      50.000,-
407. Lukman, via Bank Aceh                                        Rp      50.000,-
408. Ds. Umong Sribee Lhoong, via Bank Aceh       Rp     500.000,-
409. Organisasi Foto Amatir, via Bank Aceh             Rp     200.000,-
410. Pemuda & Masyarakat SKB, via Bank Aceh     Rp      81.500,-
411. Hamba Allah Lab. Haji Timur, via Bank Aceh     Rp   1.000.000,-
412. Klub Bolakaki Raja, via Bank Aceh                     Rp     350.000,-
413. Hamba Allah, via Bank Aceh                               Rp     200.000,-
414. Hamba Allah, via Bank Aceh                               Rp     500.000,-
415. Hamba Allah, via Bank Aceh                               Rp     605.000,-
416. Hamba Allah, via Bank Aceh                                Rp      50.911,-

Total sumbangan hari Kamis, 19 Juli 2013          Rp  13.514.411,-
Total sumbangan s/d 19 Juli 2013                         Rp 496.382.540,-

(Empat ratus sembilan puluh enam juta tiga ratus delapan puluh dua ribu lima ratus empat puluh rupiah)

Siapa menyusul?


16.24 | 0 komentar | Read More

‘Ibrah’ di Balik Musibah

Hasan Basri M. Nur
Pimpinan Balai Pengajian Ummi Kp. Aree, Sigli,
dan Dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry

SEMINGGU menjelang Ramadhan 1434 Hijriah, tepatnya Selasa (2/7) lalu, Aceh kembali menangis. Gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Dataran Tinggi Gayo (meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan sebagian Gayo Lues). Memang, gempa kali ini tidak sedahsyat megagempa 9,3 SR disusul gelombang tsunami yang menimpa pesisir Aceh 26 Desember 2004 lalu. Meski begitu, gempa Gayo tetap menyisakan duka dan tangis, terutama bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal dan harta benda.

Musibah dapat dilihat dari berbagai sisi. Sebagian orang melihatnya sebagai peringatan dari Sang Pencipta, karena manusia telah lalai akan perintah Tuhan, dan musibah itu menjadi media evaluasi agar manusia tak larut dalam kelalaian. Dalam konteks ini, musibah dianggap sebagai wujud cinta Sang Khalik kepada makhluk. Karena cintalah maka mereka diberi peringatan agar tak terjerumus dalam kemungkaran. Untuk itu, musibah harus menjadi media evaluasi terhadap diri masing-masing sudah sejauh mana menjalankan perintah Sang Pencipta, baik dalam hubungan vertikal (hablum minallah) maupun horizontal (hablum minannas).

Setiap musibah pasti memiliki ibrah yang sejatinya menjadi pelajaran sekaligus dapat memetik hikmah di baliknya. Musibah gempa dan tsunami 2004 lalu memiliki muatan ibrah bagi seluruh rakyat Aceh dan Indonesia, sehingga ia menjadi satu faktor yang mendorong percepatan proses perdamaian dan berhentinya aksi saling bunuh di antara sesama umat Islam di tanah Aceh. Lebih dari itu, musibah gempa dan tsunami 2004 menjadi awal bagi pembangunan Aceh lebih baik (build back better) setelah sekian lama mandek dan terpuruk, walau kini usai masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan Aceh tampak kembali melambat ibarat jalannya siput hingga dikejutkan lagi oleh gempa baru yang berpusat di perut Burni Telong.

Gempa 6,2 SR yang mengguncang Tanah Gayo harus menjadi ibrah bagi semua pihak. Pertama, runtuhnya banyak bangunan yang menelan puluhan nyawa manusia patut menjadi renungan betapa kita tidak siap hidup bersama bencana, padahal kita tahu Aceh termasuk dalam zona merah rawan bencana gempa. Untuk itulah pendidikan kebencanaan perlu terus diberikan kepada anak-anak Aceh sehingga dampaknya dapat dikurangi pada masa-masa mendatang. Selain itu, kita berkewajiban selalu menjaga alam dan lingkungan sehingga tidak terjadi kerusakan yang akibatnya akan dirasakan oleh manusia itu sendiri (QS. Ar-Rum:41).

Kedua, musibah mesti menumbuhkan solidaritas. Momentum ibadah puasa Ramadhan semakin meningkatkan kepekaan sosial sehingga banyak pihak menggalang dan mengucurkan bantuan kepada korban bencana di Gayo. Solidaritas pascabencana ini menjadi wujud aktualisasi hadis Nabi Muhammad saw bahwa persaudaraan di antara sesama orang Islam itu bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan.

Ketiga, Gayo adalah daerah miskin yang selama puluhan tahun kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh sehingga memunculkan semangat "separatisme" Gayo dan mewacanakan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Musibah gempa telah melahirkan perhatian khusus dari Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat kepada Gayo. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara khusus berkunjung ke Gayo serta menjanjikan bantuan bagi proses rehabitasi dan rekonstruksi Gayo secepatnya. Gubernur Aceh Zaini Abdullah bahkan berkantor di Gayo selama masa tanggap darurat.

Perhatian istimewa dari petinggi RI dan elite Aceh ini sejatinya menjadi momen bagi pembangunan Gayo yang lebih baik (build back Gayo better), terutama di bidang infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi seperti jalan, jembatan, irigasi, dan sebagainya. Selama ini pembangunan beberapa ruas jalan tembus dari dan ke kawasan Gayo terkesan lamban sehingga Gayo belum menjadi sentral bagi Aceh, walau ia terletak tepat di tengah peta geografis bumi Aceh.

Musibah gempa yang menimpa Gayo telah melahirkan statemen dan komitmen dari para petinggi negeri ini kepada bumi Burni Telong. Komitmen ini harus segera dipermanenkan dalam wujud konkret blue print rehab-rekons Dataran Tinggi Gayo sehingga ia menjadi payung hukum bagi pewujudan build back Gayo better. Jangan biarkan musibah gempa itu berlalu tanpa memberi dampak bagi perbaikan masa depan Gayo. Semoga.


16.24 | 0 komentar | Read More

Pengusaha Bus Kehabisan Cara

BANDA ACEH - Pengusaha atau pemilik yang bus-busnya belakangan ini menjadi sasaran pelemparan di lintas Banda Aceh-Medan sangat menyesalkan kejadian itu. Namun, mereka seakan pasrah pada keadaan, karena kehabisan cara untuk mengantisipasi aksi vandalisme itu, jika bukan polisi yang harus berada di garda terdepan untuk mencegah dan mengatasinya.

Hal itu tergambar dari pernyataan tiga petugas loket bus lintas Banda Aceh-Medan yang dihubungi Serambi secara terpisah di Banda Aceh, Jumat (19/7) kemarin.

Enha dari perusahaan Bus Sanura mengatakan bus mereka salah satu korban pelemparan, sehingga kacanya pecah. "Kami jelas rugi, tapi kami tak punya cara lain untuk mengantisipasinya, kecuali melaporkan ke pihak kepolisian," ucap Enha di Terminal Bus Batoh.

Ada satu langkah antisipatif yang pernah ditempuh perusahaannya, yakni menyerentakkan perjalanan bus, sehingga bisa beriringan. Konvoi model ini diasumsikan bisa mencegah aksi pelaku. "Tapi masalahnya apabila bus ke luar dari terminal secara bersamaan, paling-paling aksi pelemparan itu reda sebentar. Tapi kan tidak mungkin terus seperti itu, karena setiap bus punya jadwal keberangkatannya masing-masing," ujarnya.

Dalam hal bus pecah kaca atau peyot bodinya akibat dilempari orang tak dikenal (OTK) dengan batu, maka kerugian yang timbul sepenuhnya ditanggung pemilik bus. Termasuk biaya pengobatan sopir yang terluka akibat lemparan. "Kalau pecah lagi nanti, ya diganti lagi. Itu saja kerja kami. Ini jelas sangat merugikan perusahaan," pungkas Enha.

Seorang petugas loket di perusahaan Bus Kurnia Group juga mengaku sudah pasrah pada keadaan. Kalau bus yang sedang melaju dilempar, ya dilemparlah. Paling setelah itu dilaporkan ke polisi terdekat. Namun, belum ada pelaku yang tertangkap. Ini menambah frustrasinya awak bus pada keadaan.

"Kami membayar pajak pada negara. Usaha kami legal. Seharusnya adalah perlindungan dari negara," ujar pria paruh baya yang minta namanya tak dipublikasi.

Ia tambahkan, kasus pelemparan terhadap bus-bus yang tergabung dalam Kurnia Group tahun ini sudah dilapor ke polisi. "Polisi memang merespons sesaat. Tapi begitu tak ada lagi patroli jalan raya, aksi pelemparan itu pun terjadi lagi. Ini yang membuat kami rugi dan tak nyaman dalam berusaha," katanya.

Petugas loket Putra Pelangi, Anas mengatakan, selama ini mereka belum berhasil menangkap dan mengungkap pelaku dan apa yang mereka ingin capai dari aksi pelemparan batu itu. "Mungkin saja mereka hanya orang iseng yang coba mengacaukan perjalanan bus kami," ujarnya.

Para sopir di lingkungan Putra Pelangi, menurutnya, sangat resah dengan aksi vandalisme menggunakan batu itu. "Mudah-mudahan ke depan polisi bisa segera menangkap pelaku dan mengungkap apa motif mereka sebenarnya," ujar Anas.

Lalu, bagaimana dengan solusi sopir pakai helm? Terhadap gagasan ini, Ketua Organda Lhokseumawe, Azhar menegaskan tidak mungkin meminta sopir pakai helm, karena akan terlihat janggal dan mengganggu pandangan sopir. Apalagi sopir jarak jauh umumnya berjalan pada malam hari. Helm menambah gelap pandangan. (ni/hs/nr)

langkah antisipatif polda
* Menyusun strategi penangkapan pelaku dan meminimalisir gangguan
* Menurunkan tim reserse untuk mendeteksi dan memburu pelaku sekaligus mengungkap motif pelemparan bus
* Meningkatkan intensitas patroli di lintas timur Aceh hingga ke perbatasn Sumut
* Berpakaian preman, polisi akan menyamar sebagai penumpang di dalam bus dan truk untuk menjebak dan menyergap pelaku
* Jika keadaan memaksa, maka disebar penembak jitu (sniper) untuk menghentikan gangguan pelempar bus dan bajing loncat. (nr/sal)


16.24 | 0 komentar | Read More

Polda Siapkan Penembak Jitu

* Antisipasi Pelemparan Bus dan Bajing Loncat  

BANDA ACEH - Jajaran Polda Aceh bertekad akan menggencarkan patroli di titik-titik yang rawan pelemparan bus oleh orang tak dikenal (OTK), yakni di lintasan Medan-Banda Aceh mulai dari Aceh Tamiang hingga Bireuen. Selain itu, polisi akan menyamar sebagai penumpang bus dan truk untuk menjebak dan menyergap pelempar maupun 'bajing loncat'. Kemudian, menjelang Lebaran dan seminggu pasca-Idul Fitri akan diterjunkan para penembak jitu (sniper).

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengatakan, patroli bakal digencarkan mulai akhir pekan ini untuk menindaklanjuti pengaduan para pengusaha dan sopir bus di Aceh yang melaporkan busnya kerap dilempari batu sehingga memecahkan kaca dan mencederai bodi bus. Tak jarang pula, vandalisme menggunakan batu itu mengganggu konsentrasi sopir, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan.

"Semua polisi jajaran polres di daerah akan meningkatkan patroli di daerah yang dinilai rawan, sebagaimana pengaduan pengusaha bus, terutama pada malam hari dan di daerah sepi. Ini juga dalam rangka Operasi Cipta Kondisi yang bertujuan mengevaluasi tingkat kejahatan atau laka lantas agar menjadi pengalaman ketika Operasi Ketupat 2013 pada H-1 hingga H+7 Idul Fitri nanti," kata Gustav Leo menjawab Serambi di Banda Aceh, Jumat (19/7) sore.

Menurutnya, jika polisi menangkap pelaku pelemparan bus itu, maka pastilah akan diproses secara hukum. Sedangkan untuk mengungkap pelaku bajing loncat, kata Gustav, polisi juga akan menyamar dengan menumpang di truk. "Trik seperti ini sudah pernah dilakukan di Pulau Jawa dan biasanya berhasil," ujar Kabid Humas.

Kombes Gustav Leo mengatakan, Operasi Cipta Kondisi ini akan berlangsung hingga digelar Operasi Ketupat 2013 mulai H-1 hingga H+7 Idul Fitri. Pada saat Operasi Ketupat nanti akan dibentuk pos-pos polisi guna memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan yang diperkirakan semakin padat dibanding hari-hari biasa.

 Sniper
Bahkan, menurutnya, untuk daerah-daerah tertentu yang kerawannnya sangat tinggi, maka ketika H-1 hingga H+7 nanti juga dipersiapkan penembak jitu (sniper) untuk mengantisipasi kejahatan di jalan raya. "Untuk di Aceh kita lihat kondisi keamanan nanti, jika diperlukan bisa jadi dipersiapkan juga penembak jitu. Tetapi pada intinya, polisi berkomitmen mewujudkan suasana kenyamanan dan ketenangan," tegas Kabid Humas.

Masih menurut Kombes Gustav Leo, sebelumnya polisi sudah melakukan patroli jarak jauh secara tertutup untuk melacak keberadaan pelaku pelemparan bus, termasuk melibatkan personel Brimob dan Samapta. Namun, belum ada yang ditemukan sesuai laporan, apalagi pelaku yang disebut sengaja melempar bus agar terjadi kecelakaan, sehingga mereka bisa menjarah barang penumpang.

Dalam suasana seperti itu, menurutnya, lalu pada 2 Juli 2013 terjadi gempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah, sehingga semua polisi yang selama ini siaga di jalan, ditarik dan dikonsentrasikan ke zona bencana. "Dan kini petugas mulai disiagakan untuk meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan itu," ujarnya.    

Sebagaimana diberitakan Serambi kemarin, aksi pelemparan bus-bus milik pengusaha Aceh di lintasan Medan-Banda Aceh kembali marak sejak awal Ramadhan. Hingga pertengahan bulan ini, sedikitnya enam bus penumpang dari arah Medan ke Banda Aceh atau sebaliknya dihujani dengan batu oleh OTK. Pelemparan yang umumnya memecahkan kaca atau mencederai bodi bus itu mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit, di samping melukai sopir dan penumpang.

 Sudah dilapor
Ketua Organda Aceh, Musni Haffas kepada Serambi tadi malam mengatakan, kasus-kasus pelemparan bus dan aksi 'bajing loncat' itu sudah dia laporkan kepada Dirlantas Polda Aceh saat acara buka puasa bersama kemarin petang.

"Beliau langsung lapor ke Kapolda dan Pak Kapolda menanggapinya sangat serius. Salah satu langkah konkretnya, Kapolda langsung memerintah Dirlantas untuk meneruskan instruksi ke semua polres dan polsek, juga ke pos-pos polisi, untuk menindaklanjutinya dalam bentuk meningkatkan intensitas patroli jalan raya," ujar Musni.

Selain itu, kata Musni yang akrab disapa Alex, perlu pula disosilisasikan ke masyrakat tentang bahaya gangguan terhadap mobilitas angkutan umum. "Persoalan ini akan dibicarakan serius dalam rapat di Dishub Provinsi Aceh dengan mengundang instansi terkait," demikian Musni Haffas.

 Minta dilibatkan  
Sementara itu, Organda Lhokseumawe berembuk dan sepakat minta dilibatkan dalam penangkapan pelaku pelemparan bus-bus Aceh. Hal ini dipicu karena dari peristiwa yang terjadi tidak ada satu pun pelaku yang tertangkap. Upaya ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepolisian setempat demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.

"Kami sudah berembuk dan sepakat mengirim masing-masing perwakilan angkutan ke tempat kejadian agar bisa berkoordinasi langsung dengan polisi dalam melacak pelaku. Ini bukan persoalan angkutan tertentu yang dilempari batu, tapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan penumpang yang melintas di kawasan timur Aceh," ujar Ketua Organda Lhokseumawe, Azhar kepada Serambi. (sal/dik/nr)


16.24 | 0 komentar | Read More

Anwar Mengaku Selamatkan Riki Agar tak Dibunuh

* Maya Terlihat Turun dari Mobil Riki

SUKA MAKMUE - Misteri yang sempat menyelimuti kasus penculikan dan penyiksaan Riki dan Fadil (20), teman dekat Maya Purnama Sari (22), istri Samsuardi alias Juragan (Ketua DPRK Nagan Raya), kini makin terkuak. Seorang saksi dari rangkaian peristiwa itu mengaku bernama Anwar, mengungkapkan banyak hal penting kepada Serambi, Jumat (19/7) kemarin.

Ia juga mengaku berhasil mencegah dan memengaruhi para pelaku yang sedang kalap agar tidak membunuh Riki dan Fadil saat "dikeroyok" di kebun sawit milik Juragan, kawasan Meulaboh Dua, Nagan Raya, Senin (8/7) lalu.

"Saya mengerti hukum dan tindakan penyiksaan itu jelas salah, apalagi kalau kedua korban sampai dihabisi pakai pisau. Makanya saya cegah dan alhamdulillah, nyawa kedua anak muda itu terselamatkan," kata Anwar yang karena kesibukannya mengaku saat ini sedang berada di luar Nagan Raya.

"Saya tidak sedang melarikan diri seperti pelaku lainnya. Saya tidak terlibat menculik maupun memukul Riki dan Fadil, tapi saya menyaksikan adegan itu," kata Anwar.

Ia memberanikan diri angkat bicara di media ini untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. "Saya tidak tahan dengan pemberitaan dan keterangan Juragan dan istrinya yang, menurut saya, tidak sesuai dengan fakta sebenarnya," ucap Anwar.

Satu hal lagi yang membuatnya berani membeberkan fakta di seputar kasus yang genre ceritanya bagaikan telenovela ini. "Saya berani, karena saya bukan anak buah Juragan atau bekerja pada beliau. Saya adalah rekan dari orang yang punya mobil Nissan X-Trail yang membawa Riki dan Fadil dari tempat mereka diculik ke kebun Juragan," ucap Anwar.

Ia bertutur lancar kepada Serambi via telepon mulai pukul 15.13 WIB kemarin. "Sebelum kejadian itu, saya memang sedang jalan-jalan dengan teman saya. Kami sama sekali tak menduga peristiwa ini bakal terjadi, karena memang sama sekali tak pernah direncanakan."

Penculikan terhadap kedua pemuda ini, kata Anwar melanjutkan kisah, berawal saat Maya Purnama Sari terlihat langsung oleh anak buah Juragan turun dari mobil milik Riki, Nissan Juke. Maya turun di lokasi Pantai Naga Indah Permai di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

"Awalnya tak ada niat dari para pelaku memboyong Riki ke kebun Juragan. Namun, karena anak buah Juragan kesal melihat Bunda Purnama (sebutan Anwar untuk istri Juragan -red) turun dari mobil pria lain, makanya kedua pemuda ini didatangi pelaku," ujar Anwar.

Sebelumnya lagi, kata Anwar, saat ia dan temannya tiba di Pantai Naga Indah Permai, temannya itu melihat ada mobil Ford Fiesta warna putih yang mereka kenali sebagai milik Maya, istri Juragan. Mereka langsung mendatangi mobil itu, dengan harapan bisa ditraktir minum gratis oleh ibu pejabat daerah yang dermawan ini.

Ketika teman Anwar menanyakan di mana Bunda Purnama (istri Juragan) kepada saudara ibu pejabat ini, wanita itu menjawab sedang berada di dalam kamar mandi. Tapi setelah lama ditunggu dan dicek langsung ke kamar mandi kafé itu, Maya justru tak kunjung nongol. Hal ini menimbulkan kecurigaan Anwar dan temannya.

Soalnya, mobil istri Juragan berada di pantai, tapi pemiliknya tak kelihatan. Di tengah rasa penasaran itu, tiba-tiba saat akan ke luar dari kafé, rekannya yang berinisial MHJ itu melihat Maya turun dari Nissan Juke. Mobil itu belakangan diketahui milik laki-laki lain (Riki).

Teman Anwar langsung mendatangi kedua anak muda itu. Keduanya diboyong paksa naik mobil yang ia tumpangi, Nissan X-Trail, ke kebun sawit Juragan di kawasan Meulaboh Dua, Nagan Raya.

"Yang membawa korban dari pantai itu hanya beberapa orang, sedangkan pelaku lainnya sudah duluan berada di kebun Juragan. Di situlah terjadi penyiksaan," terang Anwar.

 Pisau terhunus
Anwar mengaku ikut menyelamatkan Riki ketika akan diserang oleh seorang pelaku dengan pisau terhunus. "Saya cegah pembunuhan itu, karena berdosa besar dan menyalahi hukum negara. Lagi pula, sebelum korban diboyong pelaku ke kebun Juragan, dalam pembicaraan awal, Juragan berjanji tak akan memukul Riki dan Fadil. Tapi kenyataannya, Riki dan Fadil yang sudah berada di kebun Juragan malah menjadi sasaran pemukulan beramai-ramai," ungkap Anwar.

Pernyataan Anwar terkait drama penyiksaan itu senada dengan pengakuan Riki dan Fadil kepada Serambi, Rabu lalu. Namun, keterangan mereka sudah dibantah Juragan dengan menyatakan pengakuan Riki dan Fadil cuma karangan tak berdasar. Lebih dari itu, Juragan sudah menganggap selesai persoalan itu, karena dia sudah membuat pernyataan perdamaian tertulis dengan Riki dan Fadil serta keluarga kedua korban di depan kepala desanya.

Kalau setelah perdamaian itu Riki dan Fadil masih saja melaporkan peristiwa tersebut ke polisi, itulah yang disebut Juragan dengan istilah, "Saya dijebak." (edi)


16.24 | 0 komentar | Read More

Gubernur salur bantuan

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, Jumat (19/7) sore, langsung meninjau korban kebakaran Keumala, Pidie. Dalam kunjungan itu Gubernur menyalurkan bantuan masa panik bagi korban kebakaran yang didrop dari Dinas Sosial Aceh.

Bantuan yang diberikan antara lain berupa sembako, matras 76 lembar, tenda biru 40 lembar, perlengkapan keluarga 38 paket, perlengkapan memasak, anak, perlengkapan tidur dan lain-lain.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Nurdin F Joes, yang terjun langsung bersama Doto Zaini ke lokasi kebakaran mengatakan, bantuan dari Pemerintah Aceh itu merupakan bentuk respons cepat Gubernur terhadap derita rakyat Aceh di kawasan Keumala.

"Kita sedih, Aceh terus mendapat ujian dari Allah. Setelah gempa Gayo, berikut disusul kebakaran Sinabang Simeulue dan Keumala Pidie. Ini ada rahasia Allah bagi kita semua," ujar Doto.

Seluruh korban, baik gempa maupun kebakaran diharap bersabar. Karena, Pemerintah Aceh terus berupaya mengembalikan segala penderitaan rakyat kepada kondisi normal.

Pada Sabtu (20/7), Zaini juga menjadwalkan akan meninjau korban kebakaran di Sinabang Simeulue. Dia akan terbang melalui Lanud SIM Banda Aceh.(naz/aya/yos)


16.24 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger